Mengingat waktu diskusi untuk bidang Sosek yang akan selesai,
saya ingin menuliskan sedikit pikiran saya tentang perdagangan bebas
dan beberapa jawaban saya dari pertanyaan yang diajukan Pak Boga
dari dua e-mail beliau sebelumnya.
Dasar pemikiran yang saya coba gunakan adalah 'win-win solution' dan
kemakmuran dunia dengan tetap menghormati sikap dan kepribadian
masing-masing bangsa.
1. Mengenai AFTA dan WTO (yang merupakan tantangan dan
kesempatan bukan hambatan)
Saya melihat dua hal tersebut adalah suatu 'arena' pertandingan/
permainan ekonomi dalam bidang perdagangan. Mungkin ujung-
ujungnya akan terlibat juga politik dan budaya.
Sehingga terlihat sekali bahwa yang kuat akan mengalahkan yang
lemah.
Secara matematis, maka negara-negara maju akan mengalahkan
negara-negara yang belum maju (berkembang). (tetapi dilapangannya/
arenanya, tidak ada yang tahu; hanya Tuhan yang tahu)
Dari pihak negara maju, mungkin mereka menganggap hal itu adalah
sesuatu yang wajar, yang logis, bahkan mungkin yang ilmiah, tapi pihak
negara berkembang menganggap itu adalah akal-akalannya negara maju
(seperti Pak Eko sempat bilang).
Untuk AFTA, karena para pemain yang bertanding di dalam 'arena'
tersebut adalah negara-negara yang notabene-nya memiliki kemampuan dan kapasitas yang sama (seperti Pak Boga bilang juga), dan memiliki
latar belakang budaya serta politik yang serupa, maka permainan yang
terjadi adalah permainan yang cenderung untuk fair atau adil.
Selama aturan main yang dibuat pun bernilai adil.
Maka saya pun setuju seandainya AFTA dimanfaatkan sebagai sarana
pemersatu negara-negara ASEAN dalam bidang ekonomi, khususnya
perdagangan.
Dan bagi Nasrul, hubungan yang positif dengan Jepang perlu dibahas
dari AFTA atau WTO ini, mengingat Jepang sama-sama negara Asia,
dan Jepang memilki kelamahan dalam hal SDA.
Untuk WTO, mengingat para pemainnya tidak sebanding kemampuan
dan kapasitasnya, maka peraturan-perturan yang berlaku didalamnya
meski harus sangat adil, terutama memperhatikan kondisi negara-
negara berkembang.
Slogan-slogan organisasi internasional; seperti FAO http://www.fao.org/
berupa 'helping to build the world without hunger', World Bank http://www.worldbank.org/ berupa 'working for a world free of poverty',
perlu diangkat disidang-sidang WTO sehingga kebijakan yang disepakati
bisa memberikan keuntungan bagi masing-masing negara yang terlibat.
( from world poverty towards world prosperity )
Melihat WTO sebagai tantangan dan kesempatan, bukan sebagai
hambatan.
Memanfaatkan WTO sebagai :
a. sarana pemersatu bangsa dalam memajukan kondisi ekonomi
dengan memelihara bahkan memperkenalkan nilai-nilai budaya
dan pandangan politik.
b. pemicu masyarakat Indonesia (terutama pemerintah, yang paling
dominan) untuk semakin bekerja dan bekerjasama dengan baik
dan profesional.
( melalui peningkatan kemampuan dan pemeliharaan kualitas
SDM serta pembuatan-pelaksanaan SISTEM sosial-ekonomi
dalam negeri yang baik -efektif dan efisien- secara adil )
c. pembelajaran masyarakat Indonesia dalam melihat dunia
internasional, dengan didukungnya kemajuan perkembangan
bidang IT. Disamping itu, target-target kualitas (secara
universal/internasional) dari hasil kegiatan produksi yang ada di
dalam negeri akan semakin bisa jelas terlihat pula.
Di bagian ini pun, diharapkan munculnya proyek-proyek penelitian
yang bertujuan untuk memperbaiki kegiatan produksi dalam
negeri.
(dana asing pun perlu digunakan, mengingat slogan WTO dan
World Bank), sehingga multiplier-effect dari kegiatan ini secara
ekonomi akan terasa.
Saya sudah baca dua kali tulisan tentang WTO yang di-post-ing-kan
Pak Boga (dan mungkin masih belum paham 100%), dan saya melihat
pada bagian peraturan perdagangan bidang pertanian terlihat masih ada
keadilan / 'pemanjaan' bagi negara-negara berkembang, seperti adanya
kesepakatan perlakuan khusus dan berbeda (Special and Differential
Treatment - S & D ) bagi negara-negara berkembang (poin ke-enam dari
tulisan WTO). Hal ini menunjukkan masih adanya etikat baik dari para
anggota yang berasal dari negara maju untuk bertanggung jawab dalam
mendorong kemajuan negara-negara berkembang.
2. Merespon sedikit pertanyaan-pertanyaan dari Pak Boga
sebelumnya.
a. Tentang posisi pemerintah (yang notabenenya mensejahterakan
masyarakatnya, terutama petani) dalam menjawab tantangan
pasar bebas.
- Aktif diluar negeri.
Pemerintah meski mampu bertindak cermat,teliti dan taktis
dalam melihat dan mensikapi perkembangan peraturan dan
perdagangan produk pertanian di dunia.
Aktif di dalam sidang-sidang WTO, sehingga kesepakatan yang
diambil bisa adil, syukur-syukur menguntungkan negara
berkembang/ Indonesia (hal ini berhubungan dengan proteksi dan
subsidi). Mungkin teori keuntungan komparasi (comparison
advantage) dan keuntungan kompetisi (competition advantage)
bisa digunakan dalam poin ini.
- Aktif didalam negeri dengan cara meningkatkan kemampuan
SDM pertanian (terutama petani), pembuatan dan pelaksanaan
sistem tata niaga pertanian dalam negeri yang adil.
Dan perlu juga ditentukan target waktu, kapan SDM Indonesia
mampu bersaing dengan SDM negara maju.
b. Peranan organisasi pertanian terutama koperasi.
Seperti yang lainnya, revitalisasi perlu dilakukan. Mengingat
contoh-contoh koperasi di Indonesia (bahkan di Jepang)
yang sukses pun ada. Hal ini menunjukkan fungsi koperasi
sudah tepat, tinggal pelaksanaannya.
c. Peranan pelaku ekonomi pertanian dari problem yang ada.
Wah saya masih bingung disini, pelaku ekonomi pertanian ini,
yang mana. Saya melihat secara general (petani, pedagang,
akademisi/peneliti) saja. Maka sikap selalu aktif, awas serta teliti
perlu dikembangkan, yang petani berusaha mampu menangkap
dan merespon permintaan pasar dengan baik, dan melakukan
kegiatan produksi secara efektif dan efisien; yang pedagang/
middlemen berusaha dengan baik, jangan sampai menguntungkan
diri sendiri ( tanpa adanya petani, pedagang ini tak akan memiliki
barang dagangan ); kalangan akademisi dan peneliti melakukan
kajian atau penelitian dalam menangkap problem-problem yang
ada dan memberikan solusi yang ilmiah serta mampu
mengkomunikasikan hasil kajian tersebut pada masyarakat
dengan baik.
d. Kelemahan Indonesia, apabila perdagangan bebas diterapkan
terutama bidang pertanian.
Yang jelas terlihat adalah kualitas produk dan SDM (baik petani
maupun pelaku bidang pertanian yang lain) yang lemah.
Mengenai kualitas SDM petani, saya ada sedikit cerita.
Sekitar 2 bulan yang lalu saya sempat kerja part-time untuk JAEC
http://www.jaec.org/ dalam meng-interpret pertemuan awal petani
Indonesia dengan petani Jepang dalam program pelatihan petani
yang dimotori oleh JAEC di daerah Wakayama.
Saat itu saya sempat bertemu dengan seorang petani (peternak
ayam petelur), beliaunya cerita bahwa sebelum melakukan usaha
peternakan tersebut, beliau belajar dulu ke peternak petelur di
Amerika, bahkan 1 bulan sebelum saya bertemu denga beliau itu,
beliaunya sempat ke China untuk melihat-lihat atau belajar
perkebunan Jeruk (yang memang daerah Wakayama adalah
termasuk daerah yang terkenal dengan Jeruknya di Jepang).
Yang menarik dari pengalaman saya ini adalah bahwa ada
seorang petani Jepang yang sangat luar biasa sekali dalam
mengembangkan usahanya, sampai-sampai harus belajar ke luar
negeri, sehingga kualitas SDM-nya bisa tinggi. Mungkin banyak
petani Jepang yang seperti itu.
Dan kalau melihat teman-teman Jepang saya di kampus, terutama
yang ber-jurusan International Agriculture Development, tidak
sedikit dari mereka yang suka ke luar negeri untuk memperoleh
pengalaman bertani di beragam negara, baik negara maju maupun
yang berkembang. Mungkin pengalaman mereka ini, akan tampak
hasilnya dikemudian hari.
e. Strategi/ trik-trik dalam perdagangan bebas dalam menghadapi
tantangan yang ada.
Memperbaiki kondisi dalam negeri dan mampu bertindak taktis
dalam organisasi perdagangan bebas internasional. Sehingga kita
bisa bertahan dan maju dengan kondisi yang ada, agar mampu
memiliki kemampuan yang baik dimasa mendatang (generasi
Indonesia mendatang), demi menuju keadaan ekonomi yang
baik.
Segini dulu...
Salam,
Yusuf Romadhon
(kalau ada kurang dan salahnya mohon maaf
)
Kuntoro Boga <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mas Nasrul Pradana yth,Apa yang anda angkat mrp topik yang sangat bagus danmenarik.Saat ini saya punya pendapat sebaiknya sesama negaraASEAN yang lebih dekat dan banyak kesamaan dalam sosio-economi nya untuk lebih bersatu dalam menghadapi tantanganglobal yang lebih besar termasuk pasar bebas dunia.Kerjasama Multilateral dalam asean sudah sangat baik dan itudiharapkan saat ini bisa lebih difokuskan bukan hanya dalamaspek politik dan sosial budaya tetapi juga ekonomi danperdagangan khususnya.Mungkin ada masukan lain yang bisa membantudan memperkaya ide-ide dalam diskusi kita?Pak Aris, Mas Kus Prisetiahadi, Mas Eko dan lainnya pastiada ide dan usul.......Kuntoro Boga
Nasrul Pradana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Assalamu'alaikum Wr.WbSebelumnya perkenalkan nama saya Muhamad Nasrul Pradana, mahasiswa tgkt.2 Tokyo University of Agriculture ( adik kelasnya Mas Yusuf dan Mbak Siti ),Begini rekan2 IASA yang selalu setia berkarya dalam bidangnya, Tim Indonesia akan presentasi bulan depan, dengan tema "Understanding the Importance of International Trade", untuk acara International Student Summit yang diadakan di universitas ini setiap tahunnya, dengan mengundang para mahasiswa/i dari 20 sister university berbagai negara.Maka dari itu, mohon masukannya dalam menyusun paper ini, karena ilmu saya masih kurang sekali dan mudah2an rekan2 IASA ada yg bisa membantu."Jika kita menganalisis ttg AFTA2003 dengan memasukkan unsur pengaruh WTO juga bagaimana?" atau mungkin ada yang punya masukan?Terima Kasih sebelumnya,Wassalam,
---Muhamad Nasrul Pradana ( _i)Faculty of International Agriculture and Food StudiesDepartment of Internatinal Bio-Business StudiesTokyo University of AgricultureSakuragaoka Dorm, 201-1A
3-9-37 Sakuragaoka, Setagaya-ku
Tokyo 156-0054
Japan
Tel. +81-3-5450-9758 ( Home )
+81-80-5524-2312 ( Mobile ) e-mail ( hp ) : [EMAIL PROTECTED]
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
=========================================================================
"Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kelestarian Sumber Daya Alam Indonesia"
-------------------------------------------------------------------------
Related homepages to IASA :
http://iasa-online.org
http://www.greendigitalpress.net/publications/ijas/
=========================================================================
---- LSpots keywords ?>
---- HM ADS ?>
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "iasa" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
