Betul Mas Eko,
 
Kalau dibilang mangkel sih memang saya juga mangkel. Kita sudah lama jadi subordinant atau peri-peri negara maju seperti yang ada dalam teori dependency nya John Galtung. Tapi mau dibilang gimana lagi. Kita gak mau menderita sich, perekonomian makro kita masih bergantung mereka. Liat aja proporsi hutang luar negri kita dalam APBN masih besar. Kita juga agak gensi minta keringanan hutang karena keder kalau berhadapan dengan Mr. Bule dll.
 
Kalau kita keluar WTO juga bisa berabe kecuali kita ngajak rame-rame negara lain juga keluar heheheheh....(ini mungkin enggak yach? mungkin aja kalau presiden kita se revolusioner Pak Karno! atau Gaddafi!)
Juga kalau mau lepas dari aturan negara besar yach harus siap prihatin atau dalam sebagian masa hidup kita enggak makan KFC, Washington apple, Susu Nestle, es krim Meji, barang brand dll. Atau kalau anggaran negara gak pake utang luar negri maka efeknya gaji PNS belum bisa naik bahkan tertunda pembayarannya.
 
Sanggupkah  kita?
 
Minat komentar dari Pak Tatang,  Mas Yusuf, Mbak Siti, Pak Arif dan yang lainnya...
 
 
 
 
 

eko_ipb <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear semua,

Saya melihat WTO itu seperti akal-akalannnya negara yang sudah maju
saja. Giliran mereka setelah maju, bisa mengembangkan ini itu, dsb.
trus rakyatnya sudah kuat mandiri dsb, mereka membuat "aturan
bersama" yang sebenarnya demi keuntungan mereka.  Saya berpendapat
aturan WTO yang demikian njlimet itu sebenarnya upaya halus untuk
mencekik petani di negara miskin.  BTW, negara kita telah ikut dalam
organisasi WTO itu, dari berbagai aspek saya melihat kita kalah
telak dengan negara lain, kecuali sumberdaya alamnya.  Oleh sebab
itu, disamping sikap CINTA PRODUKSI DALAM NEGERI (jangan-jangan ini
nanti juga dilarang oleh WTO), kita kembangkan produk unggulan yang
tidak dimiliki negara lain, misal: manggis, talas (?), .... dsb. 
Dan produk olahan tentunya, yang istimewa dari negara kita.
Selanjutnya boleh nggak kita usul, negara lain nggak boleh nanam
manggis, kalau nanam manggis harus bayar fee dulu ke
Indonesia,.....  Balas juga dooong mereka, masak kita hanya bertahan
melulu...  Sekali-sekali nglawan kenapa. 

Salam,
eko
yang sedang puyeng dengan setastistik...

--- In [email protected], Kuntoro Boga <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Mungkin ada rekan yang ingin berbagi pengalaman atau punya usul
dan, pendapat/wacana tentang hal ini?
>
> Apa yang menjadi kelemahan kita apabila perjanjian
> perdagangan bebas itu di terapkan, terutama dari
> sektor pertanian?
>
> Apa yang mesti dilakukan/strategi/trik2 dalam era
> perdagangan bebas ini dalam menghadapi tantangan yang
> ada?
>
>
> Kuntoro Boga
>
>            
> ---------------------------------
> Yahoo! Sports
>  Rekindle the Rivalries. Sign up for Fantasy Football




=========================================================================
                   "Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kelestarian Sumber Daya Alam Indonesia"
-------------------------------------------------------------------------
Related homepages to IASA :
           http://www.iasa-online.org/
           http://www.greendigitalpress.net/publications/ijas/
=========================================================================


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

=========================================================================
                   "Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kelestarian Sumber Daya Alam Indonesia"
-------------------------------------------------------------------------
Related homepages to IASA :
           http://www.iasa-online.org/
           http://www.greendigitalpress.net/publications/ijas/
=========================================================================




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke