Assalaamualaikum wr wb,
Wah, nggak ada yang ngisi nih ya? Ya itung-itung ngomporin yang lain supaya ikut diskusi. Kalau kita balik lagi ke belakang saat dimana kehutanan itu dijadikan benteng pemerintah untuk income negara saat itu, sepertinya jarang ada orang yang aware dengan keadaan hutan kita. Saat itu kehutanan bak mesin uang yang tidak ada habis-habisnya, tapi saat ini hutan sudah merana tinggal salah menyalahkan yang ada. Ya, memang manusiawi sih, namanya manusia kan sudah kodratnya untuk memanfaatkan kekayaan alam. Tapi kodrat manusia ini sepertinya di negara kita ini seperti tidak ada aturannya. Hutan yang ketika saya pelajari waktu sekolah dasar adalah kekayaan alam yang dapat diperbaharui, ternyata mana yang dapat diperbaharui? Hutan alam kita mungkin tidak akan kembali jaya seperti masa lalu. Hutan alam yang sudah tumbuh beratus2 tahun lamanya, dengan adanya campur tangan manusia dalam mengelolanya malah menjadi rusak berat dan berubah menjadi padang2 ilalang yang sulit dimanfaatkan lagi.
Waktu saya kuliah dulu, disebutkan bahwa data luas hutan di Indonesia mencapai +144 juta hektar (data I), terdiri dari berbagai jenis hutan dari mulai hutan produksi, kawasan konservasi, sampai hutan konversi. Kemudian data ini diperbaharui menjadi sekitar +121 jt hektar (data II). Dan sekarang sisa hutan yang masih tersisa hanya sekitar +60 jt hektar. Jadi bisa kita lihat dalam kurun waktu 22 tahun sejak 1983 (Dephut berdiri) sampai tahun 2005, Indonesia telah mengeksploitasi dan merusak tidak kurang dari 84 jt hektar (data I) atau 61 jt hektar (data II). Jadi apa kesalahan kita dalam mengelola hutan? Ini akan menjadi topik yang tidak pernah habis dibicarakan. Cuma sebagai pengantar adalah bahwa nyata2 kita tidak bisa mengelola hutan .
Banyak peraturan-peraturan tentang pengurusan dan kepengurusan hutan yang tumpang tindih dan tidak efektif apalagi setelah era otonomi daerah. Kehutanan menjadi jaya dan pendulang emas terbanyak pemerintah pada waktu pemerintahan Orde Baru yang hasilnya diserap oleh pemerintah pusat dan meninggalkan peranan pemerintah daerah dalam pemerataan hasil. Akhirnya pemerintah dapat membangun gedung-gedung di Jakarta, mendanai proyek pesawat terbang IPTN, mendanai SEA GAMES dan lain-lain, dan daerah tempat hutan di eksploitasi tetap jauh dari kesejahteraan. Momen-momen otonomi daerah ini di manfaatkan dengan baik oleh Pemda untuk menduduki kantong-kantong emasnya dan membuat raja-raja kecil baru yang daya eksploitasinya lebih kecil tetapi tersebar luas dan merata. Akhirnya, kembali hutan alam yang menjadi korban dari kebijakan pemerintah.
Saya lebih menitikberatkan masalah ke aspek kebijakan pemerintah, karena hutan Indonesia lebih dari separuhnya adalah hutan alam yang tidak pernah ditanam oleh manusia. Jadi kalau yang lebih banyak disoroti adalah kebijakan pemerintah adalah wajar, karena hutan kita pada intinya adalah tinggal mengelola pemanfaatannya melalui kebijakan.Masalah hangat yang datang akibat adanya tumpang tindihnya kebijakan adalah illegal logging. Banyak faktor yang menyebabkan maraknya illegal logging di dunia kehutanan kita. Salah satunya adalah gagalnya kebijakan pemerintah dalam peraturan tentang larangan ekspor kayu bulat yang menyebabkan banyaknya industri kayu lapis dan gergajian di hilir. Setelah bertahun-tahun industri kayu lapis ini semakin bertambah menyerap banyak tenaga kerja dengan kapasitas produksi yang tinggi. Namun karena lama-kelamaan suplai kayu menjadi makin sulit karena kayu yang keluar dari HPH sudah makin sedikit, maka jalan lain yang dapat
diambil agar produksi kayu lapis tetap berjalan adalah dengan mengambil kayu dari illegal logging. Hal ini kurang diantisipasi oleh pemerintah sejak awal. Apabila industri hilir ini ditutup maka ribuan karyawan akan menjadi pengangguran baru yang akan menjadi masalah baru.
Banyaknya kayu yang diselundupkan ke luar negeri adalah juga merupakan issue hangat saat ini. Kalau masalah ini memang lebih kompleks karena menyangkut sindikat internasional dan kebijakan antar negara. Cuma kalau bayangan saya kalau misalnya hal ini berlanjut terus, negara tidak akan dapat apa2. Jadi lebih baik diperangi sekalian atau sekalian mengkonversi hutan2 yang potensial untuk illegal logging dibuat konsesinya agar pemerintah bisa mendapatkan devisa, asalkan kembali lagi diingat bahwa kebijakan tentang pemanfaatan hutan ini benar-benar dipikirkan dengan baik.
Akhirnya saya hanya ingin kembali mengingatkan kepada diri saya dan kita semua, bahwa kekayaan alam bukan cuma hutan. Jadi semoga kenangan manis dan pengalaman buruk kita tentang kejayaan kehutanan Indonesia yang sudah ambruk ini dapat menjadi pelajaran kita dalam menata kekayaan alam Indonesia yang lain. Dan harapan satu-satunya dalam kembali menata hutan adalah dengan membangun hutan tanaman. Dalam pembangunan hutan tanaman ini pun banyak sekali masalah yang berhubungan dengan kebijakan dan aspek teknis di lapangan. Dan mungkin ini dapat menjadi bahan menarik untuk diskusi tentang kehutanan.
Salam lestari,
There is 1 message in this issue.
Topics in this digest:
1. Re: Topik Diskusi IASA bidang Kehutanan
From: "bainahdewi" <[EMAIL PROTECTED]>
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
Message: 1
Date: Sun, 24 Jul 2005 01:19:02 -0000
From: "bainahdewi" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: Topik Diskusi IASA bidang Kehutanan
halloo...hallo..... sepi aja nih
dewi
--- In [email protected], "bainahdewi" <[EMAIL PROTECTED]>wrote:
> TOPIK DISKUSI BIDANG KEHUTANAN
>
> Hutan tropika dikenal sebagai paru-paru dunia karena luasan dan
> perannya yang sangat besar dalam menyangga ekosistem dunia,
seperti
> mengatur penyerapan CO2 energi, panas, air, udara maupun polutan.
> Kerusakan paru-paru dan ekosistem dunia telah mengakibatkan
> kerusakan siklus air, siklus panas, siklus udara dan sebagainya
> sehingga anomali-anomali alam dapat langsung kita rasakan saat
ini.
> Curah hujan di daerah tropika yang biasanya berkisar 2000-3000 mm
> pertahun tidak bisa lagi diserap oleh lama oleh permukaan bumi
yang
> gundul, sehingga langsung dibuang ke laut melalui permukaan bumi.
> Dengan perubahan siklus air tersebut, konsekuensinya, pada musim
> hujan akan terjadi banjir besar, sedang pada musim kemarau akan
> muncul kekeringan yang meluas. Sebaliknya, fenomena El-Nino tahun
> 1997/1998 telah mengakibatkan laju curah hujan tahunan hanya
> setengah dari biasanya, sehingga mengakibatkan kekeringan yang
> meluas dan berkepanjangan.
>
> Laju kerusakan hutan Indonesia yang mencapai 2,8 juta hektar
> pertahun (setara 3 lapangan bola setiap detiknya) dan kompetisi
> penggunaan lahan hutan untuk tujuan lain (pertanian, pertambangan,
> sosial budaya, infrastruktur dsb) telah mengakibatkan benturan
> peranan dan fungsi lahan serta penurunan peran hutan di dalam
> menyangga ekologi global. Perubahan iklim global (kenaikan kadar
> CO2), banjir di musim hujan, pergeseran hujan, kekeringan
> berkepanjangan di musim kemarau, kenaikan temperatur, kenaikan
muka
> air laut dsb) bisa jadi disebabkan karena hilangnya peran hutan
> tropika sebagai paru-paru dunia dalam menyangga ekosistem global
> tersebut.
>
> Sudah separoh lebih luas hutan kita yang hilang dan berubah
menjadi
> lahan rusak. Sisa hutan kita yang hanya berkisar 60 juta ha akan
> habis dalam jangka waktu tidak lama lagi bila tidak ada tindakan
> penyelamatan intensif. Upaya GNRHL (Gerakan Nasional Rehabilitasi
> Lahan dan Hutan) yang diharapkan mampu memperbaiki kondisi hutan
dan
> lahan, ternyata secara keproyekan hanya mampu menanam semai
sebanyak
> maksimal 300-500 ribu ha per tahun, yang apabila semua tumbuh
bagus
> dan berhasil 100%, baru bisa ditebang setelah umur 40-50 tahun
> nanti. Ini berarti semai yang ditanam pada tahun ini baru bisa
> mengganti maksimal sepertiga ratus drai kerusakan pada tahun yang
> sama. Akumulasi kerusakan hutan ini akan mengakibatkan semakin
> rusaknya ekosistem dunia itu sendiri.
> (Bahan diskusi dicuplik dari artikel bapak Dr. Cahyono Agus,
> Yogyakarta)
>
>
>
> Apakah yang bisa kita perbuat agar laju kerusakan hutan kita
tidak
> semakin parah ?
> Apakah peran nyata kita sebagai bagian dari kerusakan hutan
tersebut?
> Peran kita sebagai mahasiswa ?
> Bagaimana kita mensikapi kerusakan hutan yang terjadi ?
> Apa yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah Indonesia dengan
> kondisi demikian ?
> Dimohon partisipasi rekan-rekan semua.....atas partisipasinya
> dihaturkan terimakasih......
>
>
> Bidang Kehutanan IASA
> Bainah Sari Dewi
> Laboratory of Forest Biological Conservation
> Forestry Departement
> Faculty of Agriculture Tokyo University of Agriculture
> and Technology (TUAT)
> Saiwaicho Fuchu Shi Tokyo JAPAN 183 0054
> laboratory phone : 81 42 367 5746
> dormitory phone 81 42 367 5550 (via operator)
> mobile phone 81 9061242403
> mobile phone email : [EMAIL PROTECTED]
> email : [EMAIL PROTECTED]
> yahoo mess : [EMAIL PROTECTED]
> http://www.geocities.com/bainahdewi/bainahsaridewi.html
> http://www.geocities.com/bainahdewi/ mypage.html
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
=========================================================================
"Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kelestarian Sumber Daya Alam Indonesia"
-------------------------------------------------------------------------
Related homepages to IASA :
http://iasa-online.org
http://www.greendigitalpress.net/publications/ijas/
=========================================================================
------------------------------------------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/iasa/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
------------------------------------------------------------------------
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
=========================================================================
"Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kelestarian Sumber Daya Alam Indonesia"
-------------------------------------------------------------------------
Related homepages to IASA :
http://iasa-online.org
http://www.greendigitalpress.net/publications/ijas/
=========================================================================
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "iasa" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
