On Thu, Jan 14, 1999 at 12:40:54AM +0700, P.Y. Adi Prasaja wrote:
> On Tue, Jan 12, 1999 at 10:25:15AM +0700, Priyadi Iman Nurcahyo wrote:
> > rencananya djb berniat buat mengganti smtp menjadi qmtp,
> > katanya smtp terlalu lambat...
>
> Waduh.. Mas Pri.. ini sih bisa diartikan 'memaksa' pakai qmail atau
> setidaknya 'memaksa' MTA lain support protokol yang sama.
> Mudah-mudahan saja qmtp ini bisa dijadikan protokol standar
> pengiriman mail. Amin. :-)
ngga dia ngga memaksa, qmtp beda port dengan smtp, terus host yang
ada qmtp-nya diwajibkan juga pakai smtp untuk backward compatibility,
untuk membedakan di suatu host ada qmtp atau tidak, dia pakai
MX record bernomor tinggi di DNS... misalnya:
mailhost IN MX 10 smtp1
MX 20 smtp2
MX 10000 qmtp1
MX 10010 qmtp2
mailer normal akan berusaha connect ke smtp1, mailer qmtp-enabled
akan berusaha connect ke qmtp1, qmtp1 dan qmtp2 harus punya port
smtp untuk backward compatibility...
--
Opensource: "Given enough eyeballs, all bugs are shallow."
Microsoft: "Given enough bugs, all eyeballs are shallow."
______________________________________________________________________
Utk berhenti langganan kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Sudah cari di arsip? http://www.linux.or.id/milis.php3#arsip-id-linux
Utk info etika diskusi, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]