On Tue, 29 Sep 1998, Muhammad Baja wrote:
> sulitnya... -komentar rekan tersebut- .... bagaiman merubah persepsi pihak
> pu$at (baik EDP-nya maupun direksi-nya) untuk menggunakan Linux, baik
> sebagai firewall, gateway, file servernya, juga Linux sebagai intranet
> servernya.

Hal itu disebabkan beberapa mitos yang salah "dan kurang memahaminya
mengenainya teknologi sistem operasi oleh para manajer".  Seperti kita
ketahui keputusan pemakaian dan pembelian perangkat lunak, relatif
ditentukan oleh manajer tingkat atas, yang kurang memiliki pengetahuan
"teknis" dan lebih percaya kepada masukan 'salesman" dan "berita pasar"

Justru di sinilah peranan kita untuk meyakinkan mereka.  Dapat digunakan
sumber-sumber ilmiah dan berita dari majalah lainnya, atau dengan contoh
nyata (justru itulah keinginan saya adalah mengumpulkan informasi para
pengguna LINUX).  

Bisa digunakan peper dari Kirch, atau liat saja tulisan saya sumber
perbandingan tersebut, atau FAQ mengenai FUD 

> btw - ... memang penggunaan software Microsoft di institusi pendidikan lebih
> diutamakan. mungkin karena memang lebih mudah, baik untuk belajar (oleh
> mahasiswanya) maupun untuk diajarkan (oleh dosen atau instrukturnya.)

Sebetulnya "tidak lebih baik", karena :

- membuat student menjadi kurang "sense of debugging" atau secara umum
  "sense of ngoprek"..he.h.eh
- sistem yang dipelajari secara teknologis lebih tertinggal
- hanya merupakan "kotak hitam" yang kurang memberikan pemahaman mendalam
- Sebagai contoh adalah istilah GUI dan "user friendly" yang sering
  disalah gunakan.  Ini menjadikan mahasiswa belajar "sesuatu yang salah
  kaprah".

(untuk detailnya bisa dilihat dipaper saya .. mengenai platform untuk
belajar)

http://nakula.rvs.uni-bielefeld.de/made/artikel/Abad21/

> menurut rekan-rekan di id-linux sendiri gimana? .... (baik yg udah lama
> "nyentuh" linux maupun yang baru) .... apakah linux lebih mudah?

Mudah atau susah sebaiknya dilihat dari sisi mana ?  
Mudah dan susah seharusnya lebih ditekankan pada "produktifitas bekerja".
Jadi misal kita belajar
selama 1 tahun susah payah, dan setelah itu.. ngebut bisa belajar dan
melakukan tugas dengan enteng, akan dianggap lebih "mudah" daripada kita
belajar dengan enteng satu bulan "ceklack ceklick" tapi 2 tahun berikut
masih sulit melakukan tugas-tugas. dan tidak bisa menambah pengetahuan
dengan mudah.   Jadi sangat bergantung pada "jangka panjang" atau "jangka
pendek".

> 1 tahun yg lalu... tapi termotivasinya baru beberapa bulan ini... makanya...
> saya kepaksa ngambing-hitam-kan linux yg bikin tidurnya jadi cuma rata-rata
> 4 jam sehari.. ;-(( ...

Ini sebetulnya "kelebihan LINUX" dalam penggunaan untuk belajar, yaitu
memotivasi untuk lebih belajar.  Kalau kita hanya puas ingin menjadi
...end...end...end-user saja.. Yah.. forget LINUX,... tapi kalau kita
ingin menjadi "pemanfaat teknologi" bukan hanya "dimanfaatkan oleh
produsen perangkat teknologi".... yah mulai pelajari LINUX.  

> ok... thank's again... jangan bosen sama linux lah (... motivasi buat diri
> sendiri .. biar tambah semangat ... hehe ...)

Mudah-mudahan tetap semangat...... 
 
IMW



----------------------------------------------------------------------
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] 
Archive: http://www.vlsm.org/linux-archive/
Linux CD: [EMAIL PROTECTED]



Kirim email ke