On Wed, 30 Sep 1998, NanoTech wrote:
> saya setuju sekali mengenai "melatih orang pake window lebih mudah drpd
> pake linux" .... itu saya alami sendiri ... tapi untuk alasan yang pak
> Made ulas yaitu "jangka panjang dan know how" ... pelatihan itu sendiri
> rasanya pantas dilakukan
Sulit mudahnya "pelatihan" tidak bisa dinilai seperti itu, Karena kalau
kita fikirkan ada faktor "endapan pengetahuan". Jadi misalnya kita
melatih user A dengan Windows dan LINUX. Rata rata mereka telah memiliki
basic pengetahuan ttg DOS daripada UNIX. Ini yang menyebabkan mereka
lebih cepat mengadopsi Windows, karena kesamaan model perintah, familiar
dll. (pada percobaan psikologi, hal ini selalu dipertimbangkan).
Jadi kalau mau mencoba harus mulai dari "nol" ke duanya. Baru kita bisa
memberi jawaban "mana yang lebih mudah". Sebetulnya banyak "paper" dan
percobaan yang telah dilaksanakan untuk menjelaskan "kemudahan pelatihan
ini". Banyak yang menyimpulkan bahwa belum tentu crypticnya command UNIX
menjadi alasan "sulitnya belajar".
Hal ini sama dengan dihadapi ketika seseorang mempelajari "PRolog", mereka
yang memiliki pengetahuan "Pascal atau procedural" memiliki hambatan untuk
mempelajarinya karena faktor "endapan pengetahuan terdahulu".
Saya sendiri sebetulnya "tertarik" melakukan percobaan dalam setting
Indonesia (untuk memahami cultural effectnya).
Jadi mungkin kita harus memahami "metoda yang tepat" sehingga orang yang
berlatar-belakang "DOS dan Windows" dapat migrasi dengan lebih cepat ke
dunia LINUX. Kembali lagi hanya masalah metoda.
> kayaknya betul, tapi "rasanya" cuman berlaku orang yang mau utak-atik :)
> .... kalo betul betul newbie .. hehehe .. bisa putus asa dia :) ...
Sebetulnya saya rasa tidak juga. Pada saat ini saya sedang mencoba
melakukan pendekatan "ala newbie" dalam arti saya mencoba memakai LINUX
dengan pengetahuan nol. Beli Redhat atau SUSE.. ikuti petunjuk install
apa jalan. Ternyata tidak mengalami kesulitan. Saya mencoba
menginventaris "program atau aplikasi mana yang bisa diinstall dengan
mudah oleh para "newbie".
Jadi kita perlu juga melakukan pendekatan ini bila ingin mempopulerkan
penggunaan LINUX di kalangan awam. Jangan selalu kita ingin melakukan
pendekatan "pencapaian pemahaman teknis". Saya berusaha sedapat mungkin
jangan sampai "mempatch, atau mengcompile kernel" sebab seorang newbie
selalu mengalami kesulitan dalam kegiatan tersebut.
Hal-hal seperti itulah yang perlu kita lakukan pada saat ini untuk
menambah popularitas LINUX..
> saya baru kenal linux dari milis ini sekitar 4 bulan lalu kemudian
> akibat info dari teman teman disini saya akhirnya install redhat 5.0 3
> bulan lalu. sekarang ... hmmm ... 70% kegiatan komputer saya disupply
> oleh linux.
Saya sendiri 100% pakai LINUX..he.he.eh. kecuali ada orang kirim DOC, atau
file EXCEL, terpaksa cari hardisk Windows 8-(, atau lari ke computing
centre
> saya" man itu adalah ref. dari suatu perintah. bukan how to. Sedang kalo
> baca "how to" ... hmm inggris saya nggak nyampe ke sana. Jadi tolong
> jawab sebisa bisa nya. paling baek jawaban yang step by step :).
Betul.. saya rasa bantu-membantu tolong-menolong harus makin ditingkatkan
"inilah kekuatan LINUX" sebenarnya.
> ini juga saya tanyakan .... apa susahnya bagi RedHAt, slackware, Debian
> dll ... untuk membuat instalasi linux menjadi mudah ??? sampai sekarang
> saya tidak mempunyai jawabannya. Padahal menurut saya instalasi dapat di
Dalam hal disain perangkat lunak atau tools "selalu ada 3 macam
bottleneck. Bottleneck dari disainer, dan pemahaman user lah yang
menyebabkan hal ini terjadi. Dengan kata lain "mudah dan sulitnya" bagi
si pembuat program dan user adalah tidak sama. Di sinilah berperan yang
namanya "usability testing". Justru itulah mengapa project Usability
Testing for LINUX sedang dijalankan.
Yang susah USABILITY ini juga terkait dengan user population. Jadi ini
mungkin bisa menjadi PROJECT BAGI LINUX GROUP di INDONESIA.
Untuk melakukan suatu studi USABILITY dan ACCEPTIBILITY ... Silahkan
lihat pointer di
http://nakula.rvs.uni-bielefeld.de/made/usable.html
Link yang berkaitan dengan studi ini.
> untuk pak Made .. lepas dari setuju atau tidak setuju, saya suka membaca
> paper linux anda. kalau bisa tolong diperbanyak paper papae rmacam gitu
> kemudian di posting kemilis ini :))
Mudah-mudahan ada waktu...he.he.eh.eeh.he. sebab... selalu ada godaan buat
jalan jalan keliling Jerman. Thanks atas commentnya...
IMW
----------------------------------------------------------------------
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.vlsm.org/linux-archive/
Linux CD: [EMAIL PROTECTED]