greeting .....

saya tertarik untuk turut "ikut campur" terhadap topik semacam ini :).
walaupun saya tidak berkepentingan, tapi "hati saya" terlalu cerewet :).

>Ada dua jenis pendekatan dalam menambah motivasi...
>1. pendekatan bimbingan.
>2. pendekatan 'sindiran'. (recursive ?)
dari yang saya tahu (dari buku dan kebetulan girlfriend saya lulusan
psikolog), dalam hal ini ada banyak cara sebenarnya.
tapi apa ada yang dimilis ini bertanya "gimana cara memotivasi belajar
linux".

motivasi seseorang itu tidak ada hubungannya dengan pertanyaan yang
diajukan. biasanya "diajukan pertanyaan" berhubungan dengan "meminta
jawaban"

>
>Saya cenderung memakai pendekatan 'sindiran' karena saya *mungkin*
>mengambil dari pengalaman pribadi saya yang cenderung *try first before you
>ask*.

=== deleted ==== bukan karena tidak penting tapi jangan buang bandwidth :)

>Mungkin saya salah kalau menganggap semua orang seperti saya tetapi ada
>satu hal yang membuat saya sering kesal adalah masalah *malas*nya seseorang
>mencoba dulu dan ini diperparah dengan *malas*nya membaca manual atau help.
>(RTFM.... it's true... and it's worse).
Bung Avatar, pernahkah anda mengalami kejadian macam ini :

-------------
        Misalnya bung Avatar mendapatkan kesulitan di suatu bidang (jangan
linux ... ntar terlalu mudah untuk bung Avatar) dan Bung Avatar telah
mencari
mati-matian semua sumber yang ada (tanpa bertanya). Dan hasilnya NOL BESAR.
lalu Bung Avatar bertanya pada "seorang yang mungkin lebih tahu". Dan orang
tersebut menjawab secara offensif "baca dong buku bla bla bla,  do it first"
dan orang tersebut jawabannya tidak menyelesaikan masalah bung Avatar.
Padahal bung Avatar telah membaca buku bla bla bla tersebut banyak kali dan
berulang kali mencobanya. namun berhubung keterbatasan kemampuan kurang
memahami "gimana cara mengatasi masalah ini".
-------------

nah, menurut Bung Avatar, gimana perasaan bung Avatar kalo mendapat
pengalaman kayak diatas.
Tidak semua orang mempunyai kemampuan yang sama seperti bung Avatar. banyak
kendala untuk belajar linux (apalagi pindahan dari win95) antara lain :
- bahasa inggris.
- biarpun howto nya sudah di-indonesia-kan, tapi masih terbatas.
- cara berpikir yang terlalu "WINDOW"
- dan lain sebagainya.

kalau semua orang seperti kemammpuan seperti bung Avatar, mungkin milis ini
tidak pernah ada. waktu pertama kali saya masuk milis ini ada dua alasan :
- saya pikir melalui milis linux, saya bisa memperdalam linux saya dengan
bertanya kepada senior yang lebih tahu.
- sumber yang terbatas (buku terlalu mahal, mau browsing ..hmm... mungkin
waktu yang terbatas)
- milis ini satu satunya milis linux berbahasa indonesia (inggris saya lemah
sekali)
- dan yang penting milis ini tidak mengajukan syarat "pertanyaannya nggak
boleh yang gampang".

kesimpulan saya :
    Ada banyak faktor "mengapa orang bertanya", kalaupun orang tsb tidak
melakukan RTFM bukan berarti orang tsb tidak mau usaha. kalaupun orang
tersebut "tidak mencoba sebelum bertanya" bukan berarti tidak ada motivasi.
misalnya saya ... telah memakai linux untuk programming dan database. semua
data sudah saya port ke linux. kecuali source code C/C++ yang belum saya
porting ke linux. tapi sampai detik ini saya belum bisa "connect to ISP"
walaupun sudah ada nasihat dari milis ini, sudah baca howto (sampai buka
kamus), sudah d/l software untuk setting PPP.

Tidak semua orang mempunyai kemampuan yang sama (terutama dalam linux), maka
dari itu mungkin ada pertanyaan yang mudah ataupun yang sulit. tapi apa
gunanya milis ini kalo bukan tempat untuk bertanya. kalo kebetulan ada yang
bisa jawab (punya solusi) terhadap pertanyaan tsb ya tolong dijawab. kalau
cuman sekedar komentar offensif yang tidak menyelesaikan masalah ya tolong
disimpan untuk diri sendiri.

demikian dulu komentar hati saya terhadap topic email ini.
no war no flame just peace .... :)


byee









----------------------------------------------------------------------
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] 
Archive: http://www.vlsm.org/linux-archive/
Netiket autoresponder: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke