Setuju! Never give up.
Nggak usah peduliin orang lain, John. Yang penting kita melakukan. Untuk beberapa hal (seperti naik sepeda) memang gue bilang juga impractical for some. Gue juga jujur aja nggak melakukan semua usulan yang gue masukin. Tapi bagi orang-orang lain yang kondisinya memungkinkan, bisa aja lho melakukannya. Kayak misalnya sumur resapan. Bagi yang punya rumah sendiri mungkin udah pada bisa membuat ini. Gue belum tahu sih gimana cara bikinnya, tapi saat ini gue nggak bisa lakukan karena sementara di Semarang, gue tinggal di pondok mertua indah. Tapi kalo kapan nanti balik ke rumah gue di Serpong, gue pengen banget bikin. Ario _____ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Erianto Rachman 14. Never give up! Saat semua dari no 1 sampai 13 sudah dilakukan namun masih merasa kesepian karena orang lain teap melakukan kebalikannya, Jangan menyerah! Salam, Eri _____ From: indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> yahoogroups.com [mailto:indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> yahoogroups.com] On Behalf Of John Tapi pengalaman gw, masih banyak sekali di negeri ini yang tidak menghargai usaha2 kita... misalnya aja depan rumah gw meski tiap hari gw bersihin, selalu ada sampah di halaman + di saluran air. udah gw tanamin, diinjak orang yg parkir depan rumah. udah gw kasi pagar kecil2an, eh ada yg buang rokok sampai tanaman gw mati... ~~ Di kampus gw juga masih ada dosen yang tidak mau menerima revisi skripsi dengan kertas bolak-balik. Untuk yg ride bicycle to work, gw ngga tau bagaimana keadaan di jakarta tapi di sby ini puanassnya guys! naik motor aja ke kampus udah hitam ni kulit, apalagi naik sepeda.. [Non-text portions of this message have been removed]
