SaD..
I'm so sceptical too. It's economic / political loss or lost 'em all. saya 
setuju bahwa mereka sebnarnya tau apa resiko nya, maka satu2nya kesimpulan yg 
bisa diambil adalah they don't care what happen next, as long as they can enjoy 
whatever they can enjoy now.

Ironisnya.. mereka akan menggenapi film2 disaster yg makin gencar dibuat oleh 
hollywood.

Sampai sekarang negara kita masih jauh dari kepedulian ekonomi. di daerah saya 
bisa dikatakan environmentally primitive, pernah suatu ketika musim hujan got 
di depan rumah saya meluap, karena tersumbat guling! saya cuma geleng2, kenapa 
ga buang kasur sekalian aja disitu?

dan ditengah2 semua itu, ada beberapa orang yg cukup gila utk mencoba 
menggulingkan pemerintahan. itu yg saya dengar akan terjadi di jakarta, entah 
isu atau bukan. berita2 di TV berkutat seputar KPK. no environment 
consciousness at all - maybe we're the only one talking about this.

to misquote spock from his comment on kobayashimaru test: we need to prepare 
and embrace death from now on, as remaining species of our last home.. earth

--- In [email protected], ER <erianto.rach...@...> wrote:
>
> Thanks bung Ario atas masukannya.
> We do not survive without a fight. saya setuju.
> 
> Mungkinkah perang dunia ketiga yang ada di film ST itu disebabkan oleh issue
> climate change ini?
> Maaf, I am being sooo sceptical here. Let's have another war!
> human life need a reset! and the reset button is a massive global war.
> 
> Saat ini saya sudah memutuskan untuk punya anak cuma satu.
> karena dengan punya anak lagi, saya merasa akan bertambah besar dosa saya
> yang tidak bisa memberikan tempat yang baik untuk dia hidup dan punya anak
> juga.
> generasiku berhenti sampai di sini.
> 
> 
> ER
> 
> 
> 
> 2009/12/20 Ario at Yahoo dot Com <progexpr...@...>
> 
> >
> >
> > Dearest Eri dan teman-teman,
> >
> > Memang menyedihkan, tapi ya begitulah adanya. Politik dan ekonomi (baca:
> > kekuasaan dan uang) ternyata masih menguasai seluruh relung jiwa para
> > pemimpin dunia. Mereka pasti bukan nggak tahu apa yang Eri paparkan di sini.
> > Mereka punya kok banyak orang pinter di sekeliling mereka. Cuma ya itu,
> > sifat serakah manusia ternyata memang masih menang.
> >
> > Saya melihatnya begini: mungkin memang Bumi akan hancur kurang dari 100
> > tahun lagi. Apakah ini berarti dunia/universe kiamat? Saya tidak bisa
> > menyimpulkan begitu juga. Kan masih banyak planet lain yang kita juga belum
> > tahu ada lifeform-nya apa enggak, intelligent or otherwise. Apakah umat
> > manusia akan punah? Kemungkinan besar begitu. Tapi masih ada kans sekecil
> > apa pun bahwa akan ada survivor. Apakah para survivor ini, jika ada, sanggup
> > bertahan untuk membentuk ras manusia baru? Wallahualam. Apakah dalam 100
> > tahun ke depan segelintir manusia akan sanggup membuat koloni di planet
> > lain? Entahlah. Melihat lompatan teknologi sekian dasawarsa terakhir ini,
> > walaupun mungkin unlikely, tapi bukan mustahil juga.
> >
> > Intinya, kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Bumi boleh
> > hancur, tapi umat manusia bisa survive, bisa juga enggak. Kalau ada yang
> > survive, mungkin bisa membuat siklus kehidupan baru ras manusia. Kalau nggak
> > ada yang survive, ya mungkin memang cuma sampai segitu usia ras manusia.
> > Mungkin memang harus sudah begitu jalannya.
> >
> > Tapi, yang diajarkan Allah, Tuhan yang saya percaya adalah Satu, bagi agama
> > mana pun, walaupun dengan sebutan yang berbeda-beda, dan juga diajarkan oleh
> > semangat Eyang Gene melalui Star Trek yang kita cintai, adalah WE DO NOT
> > SURRENDER WITHOUT A FIGHT. NEVER!
> >
> > Mungkin kita hanya orang kecil yang tidak diundang summit dan membuat
> > keputusan/kebijakan yang akan diikuti oleh orang senegara. Kebijakan kita
> > paling hanya diikuti oleh sekeluarga/sekantor/atau paling jauh se-RT? Tapi
> > apakah itu berarti kebijakan (atau bahkan tindakan individu) yang kita ambil
> > itu menjadi tidak ada pengaruhnya dalam upaya menyelamatkan Bumi? Siapa
> > bilang? Saya tidak berani menyimpulkan seperti itu.
> >
> > Contoh: kantor saya punya kapasitas listrik dari PLN 105 KVA, dengan kuota
> > sekian ratus KWH per bulan. Kalau melebihi kuota, baru bayarnya dihitung per
> > KWH. Selama belum mencapai kuota maka bayarnya flat sekian juta per bulan.
> > Kenyataannya dari bulan ke bulan pemakaian kantor masih jauh di bawah kuota.
> > Artinya semua karyawan di kantor saya bebas pakai listrik sesuka hati. Kalo
> > ada yang punya kompor listrik AOWA juga boleh aja dipake. Bayarnya sama kok.
> > Tapi kenyataannya ya nggak begitu juga. Tetap aja saya memberi penekanan dan
> > pengawasan melekat (maksudnya teguran di sana-sini kalau ada yang nakal)
> > bagi penggunaan listrik dan lainnya. Di mana tidak diperlukan, komputer,
> > lampu dan AC harus dimatikan. Dan alhamdulillah ini dipatuhi dengan baik.
> >
> > Oke, itu satu orang di satu kantor. Lalu bagaimana kalau dua? Bagaimana
> > kalau tiga? Bagaimana kalau empat? Dan seterusnya dan seterusnya.
> >
> > Apakah saya merasa penghematan yang saya lakukan punya pengaruh signifikan
> > dalam perang menyelamatkan Bumi? Sama sekali enggak. Tapi kenapa tetap saya
> > lakukan? Sederhana aja, ya yang tadi itu, we do not surrender without a
> > fight. Kalau ternyata pada akhirnya kita kalah dan mati juga, ya nggak
> > pa-pa, emang udah begitu jalannya kali. Tapi mungkin aja, tanpa saya
> > ketahui, ada kans sekecil apa pun, bahwa saya nggak melakukan ini sendirian.
> > Dan pada akhirnya, mungkin jumlah itu akan semakin banyak dan semakin banyak
> > hingga cukup signifikan untuk menyelamatkan Bumi sebelum terlambat. Who
> > knows?
> >
> > It's Kobayashi Maru all over again, guys! Let's kick those bloody Romulans'
> > collective asses to Kingdom Come!
> >
> > Ario
> >
> > ________________________________
> > From: ER [Energy Revolution] 
> > <erianto.rach...@...<erianto.rachman%40gmail.com>
> > >
> > To: [email protected] <indo-startrek%40yahoogroups.com>
> > Sent: Sun, December 20, 2009 10:22:14 AM
> > Subject: [Indo-StarTrek] CLIMATE SUMMIT: Another Human set Back!
> >
> > [OOT]
> >
> > Hi Guys,
> >
> > Saya hanya ingin membagi rasa sedikit di sini, mengenai hasil dari Climate
> > Summit yang diadakan di Copenhagen, Denmark yang baru-baru saja
> > berlangsung.
> >
> > Saya sangat sedih dan kecewa, juga kesal dengan Negara-negara yang tidak
> > berani menaruh komitmennya dengan langkah-langkah jelas dan pasti dalam
> > ikut
> > serta mengurangi emisi CO2 di negaranya masing2.
> >
> > Amerika, China, dan Brazil adalah tiga Negara raksasa penghasil CO2
> > terbesar
> > di bumi ini, lebih dari 50% gas CO2 perusah bumi ini adalah dari mereka.
> >
> > Alasan "ekonomi" dan "Politik" dalam negeri yang menjadi penyebab
> > keengganan
> > mereka dalam pengurangan emisi CO2 ini.
> >
> > Sebagai pencinta Star Trek dan mengetahui nilai-nilai kemanusiaan yang
> > disampaikan oleh satu-satunya kisah terbaik di bumi ini, Tahukah kalian,
> > bahwa kurang dari 100 tahun dari sekarang, suhu bumi akan naik 3 derajat
> > Celcius.
> >
> > Jika jawaban kalian, "ok, lalu kenapa? 3 drjt Celcius tidak akan terlalu
> > panas buat kita kok."
> >
> > Ini artinya kalian belum tau apa-apa.
> >
> > Yang akan terjadi jika suhu bumi naik 3 derajat adalah:
> >
> > * Es kutub akan hilang. Permukaan laut naik 30-40%, dan negara2
> > seperti SAMOA, FIJI, MALDIVES, juga kota2 besar seperti JAKARTA, New York,
> > dll, akan hilang dari muka pelanet ini.
> > * Tidak akan ada lagi ikan di laut! Saya ulangi: TIDAK AKAN ADA LAGI
> > IKAN DI LAUT.
> > * Kualitas tanah akan berkurang sehingga banyak variety species
> > tanaman tidak bisa hidup. Terutama tanaman PANGAN.
> > * Drought (kekeringan) dan padang pasir - padang pasir baru akan
> > bermuculan di Negara yang selama ini diduga tidak mungkin berubah menjadi
> > padang pasir.
> > * Hewan ternak akan ikut punah karena kekurangan sumber makanannya.
> > * Kadar garam tinggi di permukaan laut yang semakin luas sehingga
> > Iklim berubah drastis, badai angin dan magnet terjadi di mana2.
> > * Manusia akan mengalami kelaparan.
> > * Apa lagi? Masih kurang?
> >
> > Anak-anak kita adalah generasi manusia terakhir di planet bumi ini.
> >
> > Apa perlu saya ulangi? Anak-anak kita adalah generasi manusia terakhir di
> > planet bumi ini.
> >
> > Einstein pernah berkata, "jika lebah punah, maka manusia pun punah"
> >
> > Hilangnya satu species hewan seperti lebah saja sudah bisa mempengaruhi
> > manusia. Apalagi jika banyak hewan punah?
> >
> > Silahkan baca buku "SUSTAINING LIFE" (2008) karya penulis pemenang Nobel,
> > Eric Chivian and Aaron Bernstein . yang memaparkan bagaimana sebenarnya
> > manusia sangat berrgantung pada diversity dari hewan dan tumbuhan, bahwa
> > manusia SANGAT bergantung pada alam ini lebih dari yang kita bayangkan
> > selama ini.
> >
> > Dan alam ini hanya akan selalu ada (sustained) bila tidak mengalami
> > perubahan drastis.
> >
> > Betapa sombongnya mereka yang menolak atau menunda aksi penurunan CO2 ini.
> >
> > Obama berkata bahwa ia akan berusaha untuk menjaga agar kenaikan suhu bumi
> > tidak lebih dari 2 derajat C. Ini adalah kebijakan yang sangat keliru.
> >
> > Suhu bumi ini tidak bolah naik satu C derajat pun.
> >
> > Apakah Politik dan Ekonmi bisa menyelamatkan kita?
> >
> > Apakah mereka berpikir bahwa UANG bisa membeli ikan yang sudah punah?
> >
> > Politik apa yang harus dipertimbangkan lagi?
> >
> > Betapa kecil dan sempit cara mereka memandang. Mulut saya samapi ternganga,
> > terpana, dan sangat terkejut betapa kata-kata tidak pantas itu bisa
> > diucapkan oleh mereka?
> >
> > Sombong! Sangat sombong!
> >
> > Lalu bagaiman dengan kita dan anda yang ada di Indonesia?
> >
> > Indonesia juga adalah bagian dari Negara penghasil gas CO2. Apa yang sudah
> > kita lakukan? Apakah ada satu kebijakan yang dibuat pemerintah yang
> > bertujuan mengurangi emisi CO2 ini?
> >
> > Apakah Negara ini jauh lebih buruk dari 3 negara raksasa itu?
> >
> > ENERGY REVOLUTION harus mendapat tempat di dalam undang-undang dasar Negara
> > kita.
> >
> > Australia sudah akan memulai mengganti ketergantungannya terhadap COAL di
> > tahun2 mendatang.
> >
> > Australia akan merubah padang pasir nya menjadi ladang energi matahari dan
> > wind power. Yang juga akan digunakan menyuling air laut sebagai air bersih.
> >
> > Bagaimana dengan Indonesia?
> >
> > Harap diingat bahwa AIR BUKAN Renewable Energy! Buku pelajaran di sekolah
> > harus dirubah. Air bukan sumber alam yang tanpa batas.
> >
> > Say NO to Fossil Fuel!
> >
> > (Fossil Fuel = Gas, Oil, Coal)
> >
> > We Need Energy Revolution NOW!
> >
> > We owe this planet from our children
> >
> > Selamatkan hidup anak kita! Selamatkan planet ini!
> >
> > Salam,
> >
> > ER
> >
> > [Energy Revolution]
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >  
> >
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke