OOT: Ini kutipan dari kisah "Bravo 8: Hujan Meteor" yang dimuat di Wikimu pada
Selasa, 15 Desember 2009:
Para pencinta lingkungan memutuskan perubahan besar-besaran dengan pindah ke
Planet Bumian. Namun yang boleh pindah dan ikut mereka, hanyalah mereka yang
memang mencintai lingkungan. Para perusak lingkungan, para koruptor yang
mengakibatkan Planet Bumi semakin rusak, dan tokoh-tokoh perusak lainnya, tidak
diajak. Mereka dibiarkan tinggal di Planet Bumi yang semakin panas. Hal itu
terjadi pada tahun 2121, dan itulah dianggap sebagai awal tahun yang disebut
AGC.
Cerita lengkapnya silakan baca di bawah ini.
Terima kasih.
Berthold Sinaulan
Bravo 8: Hujan Meteor
oleh: Berthold Sinaulan
Kanal: Sastra
"Horeeee!!! Akhirnya kita berhasil," Komandan Bravo 8, Dirk Hendrik, setengah
berteriak menyatakan kelegaannya.
"Ya, kita memang akhirnya berhasil lolos dari serbuan hujan meteor Xaxava,"
Berty Sinaran yang bertugas di bagian komunikasi Bravo 8 menimpali.
Bravo 8, pesawat angkasa luar terbaru Kebangsaan Indoplanet, baru saja berhasil
menghindari serbuan hujan ratusan dan bahkan mungkin ribuan meteorit yang
merupakan pecahan meteor Xaxava, dalam perjalanan pulang dari misi penelitian
ke Planet Exograz. Bravo 8 baru saja melewati lingkar luar Planet Exograz dan
memasuki jagad raya 1312, ketika tiba-tiba ratusan meteorit berterbangan ke
arah Bravo 8.
Berty Sinaran yang pertama kali mendeteksi kedatangan hujan meteor itu, segera
memberitahu Komandan Dirk Hendrik. Sinaran dan petugas data Bravo 8, Dlothreb
Naluanis, benar-benar kebingungan. Bagaimana mungkin ratusan meteorit yang
berada di garis perjalanan Bravo 8, baru terdeteksi menjelang Bravo memasuki
jagad raya 1312?
Naluanis segera mengecek peralatan Radtop Bravo 8, radar top hasil karya para
ilmuwan dan teknolog Planet Exograz. Seharusnya Radtop bisa mendeteksi
keberadaan hujan meteor itu, kalau memang mereka ada di garis perjalanan Bravo
8, sebelum pesawat angkasa luar mengikuti alur garis perjalanan pulang dari
Planet Exograz.
"Aneh, ini memang benar-benar aneh," Naluanis masih tetap kebingungan seusai
Bravo 8 berhasil lolos dari serbuan ratusan meteorit Xaxava.
Keheranan itulah yang membuat Naluanis segera menemui Profesor Markie Dandra,
salah satu gurubesar Universitas Nasional Kebangsaan Indoplanet, sesaat setelah
Bravo 8 mendarat mulus di Landasan Interkoneksi di negaranya. Profesor Dandra
juga merupakan pembimbing Naluanis, ketika dia menyelesaikan program data Bravo
8, sebelum pesawat luar angkasa itu diluncurkan pada tanggal 8 bulan 8 tahun 88
AGC (After Great Change).
Penamaan tahun AGC itu diusulkan pertama kali oleh Profesor Dandra kepada
sidang Dewan Utama Kebangsaan Indoplanet, setahun setelah terjadinya perubahan
besar-besaran di tata surya. Pada tahun 2121 yang dikenal dalam tahun manusia
sebelumnya, terjadilah perubahan besar-besaran atau great change itu. Sejak
lebih dari 60 tahun sebelumnya atau pada sekitar tahun 2060, manusia menemukan
Planet Bumian yang terletak hanya sepuluh tahun cahaya dari Planet Bumi.
Sejak saat itu, manusia melakukan eksplorasi terhadap Planet Bumian yang
kondisinya mirip sekali dengan Planet Bumi dan bisa ditinggali manusia tanpa
memerlukan bantuan peralatan oksigen khusus. Bahkan dibandingkan dengan Planet
Bumi yang semakin kering dan panas, cuaca di Planet Bumian terbilang sejuk dan
memiliki air berlimpah serta sinar matahari yang cukup hangat, namun tak terik
menyakitkan.
Eksplorasi yang dilakukan manusia akhirnya berhasil menjadikan Planet Bumian
sebagai tempat tinggal bagi manusia. Maka, ketika Planet Bumi semakin panas,
terjadilah pemberontakan para pencinta lingkungan yang berhasil menguasai
pesawat-pesawat luar angkasa.
Para pencinta lingkungan memutuskan perubahan besar-besaran dengan pindah ke
Planet Bumian. Namun yang boleh pindah dan ikut mereka, hanyalah mereka yang
memang mencintai lingkungan. Para perusak lingkungan, para koruptor yang
mengakibatkan Planet Bumi semakin rusak, dan tokoh-tokoh perusak lainnya, tidak
diajak. Mereka dibiarkan tinggal di Planet Bumi yang semakin panas. Hal itu
terjadi pada tahun 2121, dan itulah dianggap sebagai awal tahun yang disebut
AGC.
Sedangkan negara yang bernama Kebangsaan Indoplanet itu diawali sepuluh tahun
setelah para pencinta lingkungan itu pindah ke Planet Bumian. Sepuluh tahun
pertama di Planet Bumian, mereka masih sibuk menata ulang planet tersebut agar
semakin layak dihuni manusia.
Jadi bila dihitung-hitung sejak saat itu, maka sekarang adalah tahun 100 AGC
dan 90 tahun berdirinya Kebangsaan Indoplanet. Dalam rangka untuk memperingati
tahun 100 AGC dan 90 tahun Kebangsaan Indoplanet, maka dua tahun sebelumnya
pada tanggal 8 bulan 8 tahun 88 AGC, diluncurkanlah pesawat Bravo 8.
Tujuannya untuk melakukan misi penelitian ke Planet Exograz. Planet itu
ditemukan sekitar 10 tahun lalu, dan setelah diteliti ternyata dapat dijadikan
tempat tinggal yang baru bagi mahluk hidup. Dewan Utama Kebangsaan Indoplanet
yang dipimpin oleh Ketua Rary Philastamp memutuskan untuk menjadikan Planet
Exograz sebagai tempat untuk pembudidayaan tumbuhan dan peternakan hewan,
sekaligus tempat pelestarian flora dan fauna. Tujuannya agar seluruh rakyat
Kebangsaan Indoplanet dapat mempunyai bahan makanan yang cukup dan sekaligus
dapat tetap melihat, mengamati, dan mempelajari semua flora dan fauna yang
pernah ada.
Misi penelitian yang dipimpin Komandan Dirk Hendrik bertujuan untuk mendata
ulang segala hal yang berhubungan dengan tujuan penggunaan Planet Exograz itu.
Hal itu telah berhasil dikerjakan dengan sukses oleh semua awak Bravo 8.
Sayangnya, seperti telah diceritakan, Bravo 8 hampir saja tamat riwayatnya
karena hujan meteor Xaxava, ketika pesawat tersebut dalam perjalanan kembali
dari Planet Exograz ke Landasan Interkoneksi Kebangsaan Indoplanet.
Untung saja, keahlian Komandan Bravo 8 itu, berhasil membuat pesawat tersebut
mendarat mulus di Landasan Interkoneksi Kebangsaan Indoplanet. Persoalannya,
kegagalan pesawat itu mendeteksi keberadaan hujan meteor di garis perjalanan
Bravo 8, tentu saja tidak boleh terulang lagi. Kenapa hal itu bisa terjadi?
Apakah ada kerusakan pada peralatan di pesawat Bravo 8 atau pun di gedung
pengawas pesawat luar angkasa Kebangsaan Indoplanet yang seharusnya bisa
membantu mengirim informasi kepada para awak pesawat Bravo 8? Kalau benar
rusak, apakah memang rusak karena ketidaksengajaan atau justru karena sabotase?
Catatan: Ini adalah cerita fiksi dan bila ada kebetulan serta kesamaan pada
nama-nama dan jalan cerita, itu hanyalah kebetulan saja.
New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
[Non-text portions of this message have been removed]