So...just wait the mega reboot of our civilization. ivul
2009/12/20 L'evin <[email protected]> > > > SaD.. > I'm so sceptical too. It's economic / political loss or lost 'em all. saya > setuju bahwa mereka sebnarnya tau apa resiko nya, maka satu2nya kesimpulan > yg bisa diambil adalah they don't care what happen next, as long as they can > enjoy whatever they can enjoy now. > > Ironisnya.. mereka akan menggenapi film2 disaster yg makin gencar dibuat > oleh hollywood. > > Sampai sekarang negara kita masih jauh dari kepedulian ekonomi. di daerah > saya bisa dikatakan environmentally primitive, pernah suatu ketika musim > hujan got di depan rumah saya meluap, karena tersumbat guling! saya cuma > geleng2, kenapa ga buang kasur sekalian aja disitu? > > dan ditengah2 semua itu, ada beberapa orang yg cukup gila utk mencoba > menggulingkan pemerintahan. itu yg saya dengar akan terjadi di jakarta, > entah isu atau bukan. berita2 di TV berkutat seputar KPK. no environment > consciousness at all - maybe we're the only one talking about this. > > to misquote spock from his comment on kobayashimaru test: we need to > prepare and embrace death from now on, as remaining species of our last > home.. earth > > > --- In [email protected] <indo-startrek%40yahoogroups.com>, ER > <erianto.rach...@...> wrote: > > > > Thanks bung Ario atas masukannya. > > We do not survive without a fight. saya setuju. > > > > Mungkinkah perang dunia ketiga yang ada di film ST itu disebabkan oleh > issue > > climate change ini? > > Maaf, I am being sooo sceptical here. Let's have another war! > > human life need a reset! and the reset button is a massive global war. > > > > Saat ini saya sudah memutuskan untuk punya anak cuma satu. > > karena dengan punya anak lagi, saya merasa akan bertambah besar dosa saya > > yang tidak bisa memberikan tempat yang baik untuk dia hidup dan punya > anak > > juga. > > generasiku berhenti sampai di sini. > > > > > > ER > > > > > > > > 2009/12/20 Ario at Yahoo dot Com <progexpr...@...> > > > > > > > > > > > > Dearest Eri dan teman-teman, > > > > > > Memang menyedihkan, tapi ya begitulah adanya. Politik dan ekonomi > (baca: > > > kekuasaan dan uang) ternyata masih menguasai seluruh relung jiwa para > > > pemimpin dunia. Mereka pasti bukan nggak tahu apa yang Eri paparkan di > sini. > > > Mereka punya kok banyak orang pinter di sekeliling mereka. Cuma ya itu, > > > sifat serakah manusia ternyata memang masih menang. > > > > > > Saya melihatnya begini: mungkin memang Bumi akan hancur kurang dari 100 > > > tahun lagi. Apakah ini berarti dunia/universe kiamat? Saya tidak bisa > > > menyimpulkan begitu juga. Kan masih banyak planet lain yang kita juga > belum > > > tahu ada lifeform-nya apa enggak, intelligent or otherwise. Apakah umat > > > manusia akan punah? Kemungkinan besar begitu. Tapi masih ada kans > sekecil > > > apa pun bahwa akan ada survivor. Apakah para survivor ini, jika ada, > sanggup > > > bertahan untuk membentuk ras manusia baru? Wallahualam. Apakah dalam > 100 > > > tahun ke depan segelintir manusia akan sanggup membuat koloni di planet > > > lain? Entahlah. Melihat lompatan teknologi sekian dasawarsa terakhir > ini, > > > walaupun mungkin unlikely, tapi bukan mustahil juga. > > > > > > Intinya, kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Bumi > boleh > > > hancur, tapi umat manusia bisa survive, bisa juga enggak. Kalau ada > yang > > > survive, mungkin bisa membuat siklus kehidupan baru ras manusia. Kalau > nggak > > > ada yang survive, ya mungkin memang cuma sampai segitu usia ras > manusia. > > > Mungkin memang harus sudah begitu jalannya. > > > > > > Tapi, yang diajarkan Allah, Tuhan yang saya percaya adalah Satu, bagi > agama > > > mana pun, walaupun dengan sebutan yang berbeda-beda, dan juga diajarkan > oleh > > > semangat Eyang Gene melalui Star Trek yang kita cintai, adalah WE DO > NOT > > > SURRENDER WITHOUT A FIGHT. NEVER! > > > > > > Mungkin kita hanya orang kecil yang tidak diundang summit dan membuat > > > keputusan/kebijakan yang akan diikuti oleh orang senegara. Kebijakan > kita > > > paling hanya diikuti oleh sekeluarga/sekantor/atau paling jauh se-RT? > Tapi > > > apakah itu berarti kebijakan (atau bahkan tindakan individu) yang kita > ambil > > > itu menjadi tidak ada pengaruhnya dalam upaya menyelamatkan Bumi? Siapa > > > bilang? Saya tidak berani menyimpulkan seperti itu. > > > > > > Contoh: kantor saya punya kapasitas listrik dari PLN 105 KVA, dengan > kuota > > > sekian ratus KWH per bulan. Kalau melebihi kuota, baru bayarnya > dihitung per > > > KWH. Selama belum mencapai kuota maka bayarnya flat sekian juta per > bulan. > > > Kenyataannya dari bulan ke bulan pemakaian kantor masih jauh di bawah > kuota. > > > Artinya semua karyawan di kantor saya bebas pakai listrik sesuka hati. > Kalo > > > ada yang punya kompor listrik AOWA juga boleh aja dipake. Bayarnya sama > kok. > > > Tapi kenyataannya ya nggak begitu juga. Tetap aja saya memberi > penekanan dan > > > pengawasan melekat (maksudnya teguran di sana-sini kalau ada yang > nakal) > > > bagi penggunaan listrik dan lainnya. Di mana tidak diperlukan, > komputer, > > > lampu dan AC harus dimatikan. Dan alhamdulillah ini dipatuhi dengan > baik. > > > > > > Oke, itu satu orang di satu kantor. Lalu bagaimana kalau dua? Bagaimana > > > kalau tiga? Bagaimana kalau empat? Dan seterusnya dan seterusnya. > > > > > > Apakah saya merasa penghematan yang saya lakukan punya pengaruh > signifikan > > > dalam perang menyelamatkan Bumi? Sama sekali enggak. Tapi kenapa tetap > saya > > > lakukan? Sederhana aja, ya yang tadi itu, we do not surrender without a > > > fight. Kalau ternyata pada akhirnya kita kalah dan mati juga, ya nggak > > > pa-pa, emang udah begitu jalannya kali. Tapi mungkin aja, tanpa saya > > > ketahui, ada kans sekecil apa pun, bahwa saya nggak melakukan ini > sendirian. > > > Dan pada akhirnya, mungkin jumlah itu akan semakin banyak dan semakin > banyak > > > hingga cukup signifikan untuk menyelamatkan Bumi sebelum terlambat. Who > > > knows? > > > > > > It's Kobayashi Maru all over again, guys! Let's kick those bloody > Romulans' > > > collective asses to Kingdom Come! > > > > > > Ario > > > > > > ________________________________ > > > From: ER [Energy Revolution] <erianto.rach...@...<erianto.rachman% > 40gmail.com> > > > > > > > > To: [email protected] > > > <indo-startrek%40yahoogroups.com><indo-startrek% > 40yahoogroups.com> > > > Sent: Sun, December 20, 2009 10:22:14 AM > > > Subject: [Indo-StarTrek] CLIMATE SUMMIT: Another Human set Back! > > > > > > [OOT] > > > > > > Hi Guys, > > > > > > Saya hanya ingin membagi rasa sedikit di sini, mengenai hasil dari > Climate > > > Summit yang diadakan di Copenhagen, Denmark yang baru-baru saja > > > berlangsung. > > > > > > Saya sangat sedih dan kecewa, juga kesal dengan Negara-negara yang > tidak > > > berani menaruh komitmennya dengan langkah-langkah jelas dan pasti dalam > > > ikut > > > serta mengurangi emisi CO2 di negaranya masing2. > > > > > > Amerika, China, dan Brazil adalah tiga Negara raksasa penghasil CO2 > > > terbesar > > > di bumi ini, lebih dari 50% gas CO2 perusah bumi ini adalah dari > mereka. > > > > > > Alasan "ekonomi" dan "Politik" dalam negeri yang menjadi penyebab > > > keengganan > > > mereka dalam pengurangan emisi CO2 ini. > > > > > > Sebagai pencinta Star Trek dan mengetahui nilai-nilai kemanusiaan yang > > > disampaikan oleh satu-satunya kisah terbaik di bumi ini, Tahukah > kalian, > > > bahwa kurang dari 100 tahun dari sekarang, suhu bumi akan naik 3 > derajat > > > Celcius. > > > > > > Jika jawaban kalian, "ok, lalu kenapa? 3 drjt Celcius tidak akan > terlalu > > > panas buat kita kok." > > > > > > Ini artinya kalian belum tau apa-apa. > > > > > > Yang akan terjadi jika suhu bumi naik 3 derajat adalah: > > > > > > * Es kutub akan hilang. Permukaan laut naik 30-40%, dan negara2 > > > seperti SAMOA, FIJI, MALDIVES, juga kota2 besar seperti JAKARTA, New > York, > > > dll, akan hilang dari muka pelanet ini. > > > * Tidak akan ada lagi ikan di laut! Saya ulangi: TIDAK AKAN ADA LAGI > > > IKAN DI LAUT. > > > * Kualitas tanah akan berkurang sehingga banyak variety species > > > tanaman tidak bisa hidup. Terutama tanaman PANGAN. > > > * Drought (kekeringan) dan padang pasir - padang pasir baru akan > > > bermuculan di Negara yang selama ini diduga tidak mungkin berubah > menjadi > > > padang pasir. > > > * Hewan ternak akan ikut punah karena kekurangan sumber makanannya. > > > * Kadar garam tinggi di permukaan laut yang semakin luas sehingga > > > Iklim berubah drastis, badai angin dan magnet terjadi di mana2. > > > * Manusia akan mengalami kelaparan. > > > * Apa lagi? Masih kurang? > > > > > > Anak-anak kita adalah generasi manusia terakhir di planet bumi ini. > > > > > > Apa perlu saya ulangi? Anak-anak kita adalah generasi manusia terakhir > di > > > planet bumi ini. > > > > > > Einstein pernah berkata, "jika lebah punah, maka manusia pun punah" > > > > > > Hilangnya satu species hewan seperti lebah saja sudah bisa mempengaruhi > > > manusia. Apalagi jika banyak hewan punah? > > > > > > Silahkan baca buku "SUSTAINING LIFE" (2008) karya penulis pemenang > Nobel, > > > Eric Chivian and Aaron Bernstein . yang memaparkan bagaimana sebenarnya > > > manusia sangat berrgantung pada diversity dari hewan dan tumbuhan, > bahwa > > > manusia SANGAT bergantung pada alam ini lebih dari yang kita bayangkan > > > selama ini. > > > > > > Dan alam ini hanya akan selalu ada (sustained) bila tidak mengalami > > > perubahan drastis. > > > > > > Betapa sombongnya mereka yang menolak atau menunda aksi penurunan CO2 > ini. > > > > > > Obama berkata bahwa ia akan berusaha untuk menjaga agar kenaikan suhu > bumi > > > tidak lebih dari 2 derajat C. Ini adalah kebijakan yang sangat keliru. > > > > > > Suhu bumi ini tidak bolah naik satu C derajat pun. > > > > > > Apakah Politik dan Ekonmi bisa menyelamatkan kita? > > > > > > Apakah mereka berpikir bahwa UANG bisa membeli ikan yang sudah punah? > > > > > > Politik apa yang harus dipertimbangkan lagi? > > > > > > Betapa kecil dan sempit cara mereka memandang. Mulut saya samapi > ternganga, > > > terpana, dan sangat terkejut betapa kata-kata tidak pantas itu bisa > > > diucapkan oleh mereka? > > > > > > Sombong! Sangat sombong! > > > > > > Lalu bagaiman dengan kita dan anda yang ada di Indonesia? > > > > > > Indonesia juga adalah bagian dari Negara penghasil gas CO2. Apa yang > sudah > > > kita lakukan? Apakah ada satu kebijakan yang dibuat pemerintah yang > > > bertujuan mengurangi emisi CO2 ini? > > > > > > Apakah Negara ini jauh lebih buruk dari 3 negara raksasa itu? > > > > > > ENERGY REVOLUTION harus mendapat tempat di dalam undang-undang dasar > Negara > > > kita. > > > > > > Australia sudah akan memulai mengganti ketergantungannya terhadap COAL > di > > > tahun2 mendatang. > > > > > > Australia akan merubah padang pasir nya menjadi ladang energi matahari > dan > > > wind power. Yang juga akan digunakan menyuling air laut sebagai air > bersih. > > > > > > Bagaimana dengan Indonesia? > > > > > > Harap diingat bahwa AIR BUKAN Renewable Energy! Buku pelajaran di > sekolah > > > harus dirubah. Air bukan sumber alam yang tanpa batas. > > > > > > Say NO to Fossil Fuel! > > > > > > (Fossil Fuel = Gas, Oil, Coal) > > > > > > We Need Energy Revolution NOW! > > > > > > We owe this planet from our children > > > > > > Selamatkan hidup anak kita! Selamatkan planet ini! > > > > > > Salam, > > > > > > ER > > > > > > [Energy Revolution] > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ ============[[email protected]]=========== [Indo-StarTrek] Indonesian Star Trek Community http://groups.yahoo.com/group/indo-startrek "...to boldly go where no Indonesian has gone before." ------------------------------------------------------ Website: http://www.indo-startrek.org Forum: http://www.indo-startrek.org/forum Friendster: http://www.friendster.com/isc2006 Facebook: http://www.facebook.com/group.php?gid=37387153891 =/\= ================================================= =/\=Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/indo-startrek/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/indo-startrek/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
