Alhamdulillah....rasa nasionalisme masih tinggi :) Menurut saya, sebagai yang empunya budaya, kita juga harus fair dalam melestarikan budaya sendiri. Definisi melestarikan yang saya saksikan selama ini adalah hanya dalam tataran diinventarisir, dicatat dan kemudian dijadikan hafalan adik-adik siswa sekolah. Keluar di ujian dan ulangan.
Kalau saya jadi tukang lenong, kemudian datang utusan Kerajaan Malaysia menawarkan pentas di sana, dibayar mahal lalu diminta untuk tinggal dan ngajarin orang Malaysia ngelenong, tentu tanpa pikir panjang saya akan berkata iya. Kehidupan saya diperhatikan. Anak-anak saya disekolahkan dengan baik dan tanpa bayar kenapa juga saya harus menolak? Lambat laun saya akan diminta pindah kewarganegaraan atas 'jasa' saya 'melenongkan' Malaysia. Hweeiiii siapa yang tidak bangga menjadi 'duta budaya' bangsa. Dan seluruh Malaysia pun ngelenong. Kementrian Budayanya langsung mencantumkan lenong dalam brosur Visit Malaysia dan menyatakan bahwa itu budaya asli mereka. Soal asal-usul budaya lenong kok bisa asli Malaysia, ah...it's just five minutes paper works or maybe less. Kita kan serumpun. Ini pekerjaan sangat mudah. Gandrung Banyuwangi Legong Bali Cakalele Maluku Tabot Bengkulu .... Tinggal menunggu waktu untuk masuk dalam daftar 'budaya asli Malaysia' Dan kita cuma bisa marah-marah, misuh-misuh, mengumpat...what a looser. Sudah budayanya diambil, dosanya nambah. Tahukah kita sudah banyak bahasa daerah yang punah? Sadarkah kita para pekerja budaya dan anak-anaknya itu rata-rata ngga sekolah? Pedulikah kita ketika mereka sakit ditolak oleh rumah sakit sehingga harus dirawat seadanya di rumah dengan obat paling mujarab sedunia, air putih? Berapa banyak masakan khas kita yang sudah tidak tahu lagi gimana masaknya? Kalau kita merasa punya budaya, pake dong! Berapa dari kita ngundang lenong waktu ada hajatan? Berapa dari kita yang ngundang jaipongan waktu ada acara kantor? Berapa dari kita...ah bakal panjang daftarnya. Itulah, paling tidak menurut saya, definisi melestarikan. Atau mau menambahkan definisi melestarikan itu misuh-misuh ketika budaya kita diambil? Sent from my BoldBerry® wireless device from XL GPRS/EDGE/3G network -----Original Message----- From: Liston Siahaan <[email protected]> Date: Tue, 27 Jan 2009 12:16:25 To: <[email protected]>; <[email protected]> Subject: Re: [indobackpacker] Surat Cinta Kepada Kementrian Kebudayaan Malaysia Keterkejutan yang sama juga saya alami ketika melihat hal yang sama dengan mba Tari, akan tetapi saya mencoba untuk melihat dari sisi yang berbeda dengan mba' Tari terhadap situasi tersebut. Apa yang membuat Malaysia tiap tahun dapat menambah koleksi "jarahannya" ? Apakah karena mereka lebih kuat dari kita ? atau lebih pandai ?? tentu tidak....!!! jadi apa ???? Jawaban yang saya dapat setelah saya renungkan adalah "karena orang2 yang berwenang mengatasi hal tersebut BERMENTAL lebih RENDAH dari mental maling (mentalnya Malaysia), sehingga membiarkan itu semua terjadi.Kalau sejak "pencurian" budaya pertama kali terjadi, mereka MAU mengantisipasi untuk kedepan, tentu tidak akan banyak koleksi malaysia yang berasal dari leluhur kita. Percuma kita memaki maki malaysia kalu dari dalam sendiri kondisinya mendukung mereka untuk melakukan itu.....Dalam banyak hal, saya sering mendengar kata bahwa bangsa kita adalah bangsa pecundang, sehingga dapat diperlakukan dengan seenaknya saja oleh bangsa lain. Marilah kita introspeksi diri agar bisa memperoleh jalan untuk memajukan mentalitas bangsa ini yang sudah sangat parah....Instead of mengirimkan surat cinta kepada kementrian Malaysia, lebih baik dikirimkan kepada Kementrian Kebudayaan Indonesia... Siapa tahu th 2010 Malaysia tidak memperoleh kebudayaan baru karena kebudayaan di Indonesia sudah terproteksi dengan baik. Salam Liston ------------------------------------ Indonesian Backpacker Community visit our website at http://www.indobackpacker.com atau bisa juga di http://www.backpacker-indonesia.info/ Silakan membuka arsip milis http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/ untuk melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan. No SPAMMING or forwarding unrelated messages. Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari Jumat. Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip bagian yang perlu saja Milis Indobackpacker tidak bisa menerima ATTACHMENT, untuk menghindari virus dan menghemat bandwidth. Cara mengatur keanggotaan di milis ini : - Satu email perhari: [email protected] - No-email/web only: [email protected] - menerima email: [email protected] - berhenti dari milist kirim email kosong : [email protected] - Begabung kembali ke milist kirim email kosong : [email protected]! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
