Setuju juragan..

Gak usah jauh-jauh berbicara tentang budaya dan penghargaan dan pencurian.

Menghargai bahasa Indonesia saja, orang Indonesia tidak bisa. Padahal bahasa 
Indonesia
itu warisan paling tinggi dalam kebudayaan Indonesia. Indonesia sudah memiliki 
bahasa
persatuan sejak 1928. Amerika Serikat saja baru mengakui bahasa Inggris sebagai 
bahasa
persatuan tahun 2007. Malaysia mana ada. Singapura boro-boro. Thailand, boleh 
lah.

Coba perhatikan kalimat2 di surat2 di milis ini, jarang yang bisa (atau mau) 
menggunakan bahasa Indonesia
secara konsisten dan sesuai aturan baku. Selalu saja dicampur dengan kosa kata 
bahasa Inggris 
padahal  padanan kata dalam bahasa Indonesianya sudah ada. Entah malas mencari 
atau malas berpikir.

Jadi tidak perlu menghujat orang lain. Anggap saja, masih untung ada bangsa 
lain yang mau 
melestarikan budaya kita.

salam,
muara rs


  ----- Original Message ----- 
  From: Hendrik Rupang 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, January 28, 2009 7:24 AM
  Subject: RE: [indobackpacker] Surat Cinta Kepada Kementrian Kebudayaan 
Malaysia


  Setuju boss...

  Saya setuju sekali pendapat Bung Benny. 
  Kebanyakan kita cuman pinter ngomel tanpa bertindak.
  Pada awalnya saya geram juga melihat beberapa kebudayaan kita
  "dimanfaatkat" oleh Malaysia.
  Setelah ke sana, ternyata bukan hanya kebudayaan kita saja yang di
  "manfaatkan" oleh mereka, beberapa kebudayaan Negara lain juga ternyata
  di"manfaatkan" oleh mereka. Seperti Thailand, India, dll

  Saya langsung berfikir, apakah mereka benar-benar mencuri kebudayaan?
  Bagaimana jika itu adalah hasil karya para Pekerja Seni Indonesia atau
  Negara lainnya yang di karyakan dengan lebih baik oleh pemerintah di sana?
  Secara pemerintah kita tidak terlalu respek dengan para pekerja seni.

  Apakah para pekerja seni Indonesia di sana bisa dianggap sebagai orang yang
  Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to 
Traditional 
  Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe 
  . 
   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke