Maling ya maling. Jangan malah menyalahkan ke dalam karena percuma.

Kalo emang konsisten tidak suka pada tindakan Malaysia, ya boikot dengan tidak 
berlibur ke malaysia.
(saya sih tidak mungkin karena ada beberapa lomba lari yang akan saya ikuti di 
sana)

Tapi karakter arjuna sendiri berasal dari Hindu. Apakah masyarakat hindu, 
terutama
di India memproteskan digunakannya arjuna di Indonesia? Wayang kulit juga 
asimilasi 
berbagai budaya dengan budaya lokal.

Tapi Malaysia jauh lebih maju dari Indonesia. Menara Petronas, perusahaan 
minyak Petronas, F1 sepang, 
untuk menyebut beberapa. Coba dimanakah markas federasi sepakbola asia (AFF)? 
Ya di malaysia bukan
Jakarta.

Malaysia dan Singapura memang tidak memiliki kebudayaan lokal sehingga miskin 
atraksi. Yang mereka 
lakukan akhirnya mengambil dari Indonesia. Ada yang tahu Singapura mematenkan 
salah satu tarian dari sulawesi?
Bahkan ada diantara orang sulawesinya sendiri mungkin tidak tahu bahwa tarian 
itu ada.

Salam,
muara rs


  ----- Original Message ----- 
  From: Liston Siahaan 
  To: [email protected] ; [email protected] 
  Sent: Wednesday, January 28, 2009 3:16 AM
  Subject: Re: [indobackpacker] Surat Cinta Kepada Kementrian Kebudayaan 
Malaysia


  Keterkejutan yang sama juga saya alami ketika melihat hal yang sama dengan 
mba Tari, akan tetapi saya mencoba untuk melihat dari sisi yang berbeda dengan 
mba' Tari terhadap situasi tersebut. Apa yang membuat Malaysia tiap tahun dapat 
menambah koleksi "jarahannya" ? Apakah karena mereka lebih kuat dari kita ? 
atau lebih pandai ?? tentu tidak....!!!

  jadi apa ???? Jawaban yang saya dapat setelah saya renungkan adalah "karena 
orang2 yang berwenang mengatasi hal tersebut BERMENTAL lebih RENDAH dari mental 
maling (mentalnya Malaysia), sehingga membiarkan itu semua terjadi.Kalau sejak 
"pencurian" budaya pertama kali terjadi, mereka MAU mengantisipasi untuk 
kedepan, tentu tidak akan banyak koleksi malaysia yang berasal dari leluhur 
kita.

  Percuma kita memaki maki malaysia kalu dari dalam sendiri kondisinya 
mendukung mereka untuk melakukan itu.....Dalam banyak hal, saya sering 
mendengar kata bahwa bangsa kita adalah bangsa pecundang, sehingga dapat 
diperlakukan dengan seenaknya saja oleh bangsa lain. Marilah kita introspeksi 
diri agar bisa memperoleh jalan untuk memajukan mentalitas bangsa ini yang 
sudah sangat parah....Instead of mengirimkan surat cinta kepada kementrian 
Malaysia, lebih baik dikirimkan kepada Kementrian Kebudayaan Indonesia... 

  Siapa tahu th 2010 Malaysia tidak memperoleh kebudayaan baru karena 
kebudayaan di Indonesia sudah terproteksi dengan baik.

  Salam
  Liston

  Change settings via the Web (Yahoo! ID required) 
  Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to 
Traditional 
  Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe 
  . 
   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke