dear all,

Bukan maksud manas-manasin situasi,tp sya setuju banget sama opini sdra 
rahman,singapore sangat memandang rendah bangsa indo apalagi umat 
muslimnya,padahal kita kesana mau heppy happy,buang duit,dll....

Ada pengalam sya waktu masuk ke s'pore via darat dari KL pas pergi sama 
istri sya thn baru 2009 kmrn,pas di imigrasi,sya digledah abis-abisan, ditanya 
ini itu,are u a fanatic lah,bla..bla..bla..sampe trakhir (entah 
disengaja/tidak) kartu keberangkatan sya dr indo ga dimasukkin ke pasport 
sya,alhasil pas masuk indo lagi,diminta kartu itu,sya tdk punya,jadi sya 
diintrogasi lagi di cengkareng,capek kan....secara keseluruhan dr perjalanan 
sya & istri ke KL & S'pore,sya dan istri lebih milih KL,makanan lebih 
murah&enak2 di KL,blanja jg lebih murah di KL,dan org2nya lebih bersahabat di 
KL.

Buat yg di banned masukk s'pore jgn bersedih,masih ada kuala lumpur yg bs 
jadi batu loncatan buat kliling dunia,last thing i wanna say is " all 
singaporean out there,who the hell are u guys...."

Untuk moderator,maaf kalo agak kasar,tp itu yg bener gw rasain sama negara 
itu,skali lagi maaf....

Salam,
Ito

Teuku Rahman wrote: 
>       Lita, singapore memang brengsek. Saya lebih setuju itu. Mengapa? 
> Saya adalah org yg selalu mengalami masalah setiap masuk S'pore. Di imigrasi 
> saya tidak pernah mulus bisa masuk tanpa pemeriksaan berkali-kali. Alasan 
> mereka adalah karena nama saya mirip dengan nama seorang kriminal. Aneh kan? 
> Jadi setiap melewati petugas imigrasi saya digiring masuk ke ruangan khusus 
> untuk diinterogasi lebih dari 1 jam. Semua bawaan saya digeledah dan 
> diperiksa. Beruntung saya selalu membawa dokumen pribadi dan kedinasan 
> lengkap, karena saya seorang pegawai negeri sipil. Mungkin anda berpikir 
> kenapa saya tidak mempergunakan paspor dinas RI? Tentu saja karena beberapa 
> kali saya mengunjungi S'pore adalah untuk tujuan pribadi. 
> Namun bukankah seyogyanya perlakuan imigrasi mereka harus lebih sopan 
> mengingat tujuan saya ke S'pore adalah untuk 'menghamburkan' uang yang pasti 
> dan lebih pasti akan meningkatkan devisa negara itu? Mungkin mereka berpikir 
> saya adalah penjahat atau teroris, mengingat nama saya berbau Islam. Terus 
> terang saya sangat tidak nyaman diperlakukan demikian, karenanya saya jadi 
> kapok dan malas untuk mengunjungi S'pore, kecuali bila terpaksa sekali.  
> Menurut saya S'pore tidak terlalu istimewa untuk dikunjungi, jadi nggak usah 
> sedih dan berkecil hati apabila anda dilarang masuk S'pore, karena masih 
> banyak tempat dan negara lain yang lebih pantas dan jauh lebih indah untuk 
> dikunjungi. 
> Berselancar lebih cepat dan lebih cerdas dengan Firefox 3 
>  http://downloads. yahoo.com/ id/firefox/ 
> [Non-text portions of this message have been removed] 
>      



      

Kirim email ke