Diteruskan....

Salam, 

Tari

YM ID : [email protected]
http://kuntarini.multiply.com
http://profiles.friendster.com/kuntarini


--- On Sun, 8/23/09, Tito <[email protected]> wrote:

> From: Tito <[email protected]>
> Subject: RE: [indobackpacker] Malaysia Klaim Tari Pendet: Sikap Kita?
> To: "Ms tari rahardjo" <[email protected]>
> Date: Sunday, August 23, 2009, 9:47 PM
> 
> Dear Backpackers,
> 
> sudah saatnya kita 'walk the talk'....
> Masalah kejengkelan (ketidak respekan) saya terhadap bangsa
> yang satu ini sudah ada ketika th 2003 sy akhirnya mampir di
> MY untuk yg pertama kalinya. (dan belum lagi ke sana sampai
> sekarang, kcuali transit di KLIA).
> 
> sebagai backpacker yg disana pun saya nginap di hotel
> backpack - waktu itu di Atapsana dan kemudian sempat ketemu
> dengan salah satu pendiri Redpalm KL.
> 
> saat itu masih jarang ada orang indonesia kelayapan di
> dormitory hotel, bhkan dg orang malaysia sendiri sy dibilang
> orang Indonesia aneh, karena klasifikasi orang Indonesia di
> sana, adalah TKI dan Orang Shopping (semoga skarang posisi
> kita d luar negeri sudah ngga ky gitu). berita koran disana
> salah satu yg sering bikin geram, TKI ilegal, Rampok dan hal
> negatif, mereka ngga lihat kalau PJTKI dan tuan2 mereka
> lebih suka bayar murah buat yg Ilegal, termasuk pembantu di
> Hotel Backpacker -  atapsana tempat sy menginap.
> 
> oh iya, saya dlm ber traveling sampai sekarang selalu
> menghindari Air Asia,...maaf kalau banyak yg ngga setuju.
> tapi alhamdulilah belum pernah tergoda dengan tawaran
> korporasi negara tetangga kita yang curang.
> iMHO. Itu bentuk perlawanan saya, selaku
> traveler,...seharusnya di Negara Kita ada maskapai murang
> sebagai Island Hopper untuk lebih menyatukan kita, ngga
> cuman memaksa bali untuk jadi Supermaket Pariwisata.
> 
> 
> rgds.
> 
> Tito
> Sent from my Nokia Phone - Indosat 3G
> -----Original Message-----
> From: Ms tari rahardjo
> Sent:  23:08:2009 14:09:47
> Subject:  Re: [indobackpacker] Malaysia Klaim Tari
> Pendet: Sikap Kita?
> 
> Teman, 
> 
> Saya malah takjub kalo ada bangsa Indonesia, apalagi
> traveler, yang tidak marah melihat hasil budayanya dicuri
> dan diaku sebagai milik Malaysia. Saya mulai menghargai
> Indonesia sejak saya bisa traveling, ketika saya selalu
> mencari tarian tradisional di tiap negara yang saya
> kunjungi. Ternyata tidak semua negara punya tarian dan
> kebudayaan tradisional, sebut saja negara-negara di Amerika
> Utara, Singapore, Hongkong, Malaysia (notabene tarian
> Sumatera & Dayak), Phillipine (yang sangat western),
> etc....etc...... Maka saya pun jadi sadar tidak semua negara
> sanggup punya budaya yang adiluhung seperti Indonesia, 
> bisa dibayangkan rasanya uct/attitude, meng-klaim bahwa Tari
> Pendet sebagai hasil budaya tanah melayu (secara historis,
> Bali tidak pernah berhasil dikolonisasi Jawa, apalagi
> menjadi tanah melayu??)
> 
> Lalu apa yang sudah dilakukan generasi muda? Sudah banyak
> sekali! Saat ini di SMA-SMA ekskul tarian daerah sudah hype,
> sama hype nya dgn cheer leaders, mahasiswa2 dan rombongan
> kesenian pagelaran di negara2 asing, Mbak Indah & Mas
> Iwan menyebarkan stiker gratis :"Travel Warning : Indonesia,
> Dangerously Beautiful", dan saya terharu membaca bagaimana
> puluhan siswa SMA bertekad pagelaran memperkenalkan angklung
> sebagai heritage Indonesia berkeliling negara2 Eropa dengan
> modal tiket one way saja, tidak tahu bagaimana bisa pulang
> nanti, etc......etc......Sudah banyak sekali! Dan harus
> ditambah peran serta dari teman-teman semua......
> 
> Hasil akhir dari semua ini adalah positioning di benak
> masyarakat international. Saat ini yg terjadi adalah perang
> positioning dlm marketing pariwisata. JIka kita semua
> sering2 posting "underground" mengenai kekayaan budaya
> Indoensia di web2 traveler spt wikitravel, tripadvisor,
> dlsb, maka di benak dunia bahwa Tari Pendet akan tetap milik
> Bali dan Wayang tetap milik Jawa (Indonesia). 
> 
> Dari blog Multiply saya, saya sering mendapatkan
> pertanyaan2 dari orang asing yang kebetulan mampir, salah
> satunya kontributor majalah Eropa dan seorang mahasiswa S3
> Antropologi berkebangsaan Australia yang menanyakan tentang
> Tabuik. Karena lokasinya yang berdekatan, bukan tidak
> mungkin Tabuik akan diklaim sebagai milik Malaysia (walaupun
> rasanya tidak mungkin, krn utk itu Malaysia harus create
> upacara Tabuik yg biayanya besar. Lebih murah menyuruh orang
> menari Bali, bukan?) Tapi jika nanti Tabuik dicuri Malaysia,
> setidaknya saya bisa berharap warga Eropa dan Australia yg
> pernah baca tentang Tabuik akan tertawa keras, respon yang
> sama ketika saya melihat di TV bahwa Malaysia mengklaim Tari
> Pendet dari tanah Melayu 
> 
> Karena pernah menulis tentang budaya Sumatra Barat, dan
> budaya Negeri Sembilan (Malaysia) berasal dari Sumatra
> Barat, saya tidak heran jika suatu saat nanti saya diklaim
> oleh Malaysia sebagai penulis asal Malaysia. Untuk itu, saya
> sudah siap2 untuk konferensi pers : Akte kelahiran, kartu
> keluarga, KTP dan paspor keluaran Jakarta Selatan,
> INDONESIA. 
>  
> Salam, 
> 
> 
> Tari
> 
> YM ID : [email protected]
> http://kuntarini.multiply.com
> http://profiles.friendster.com/kuntarini
> 
> 
> --- On Sat, 8/22/09, Samuel Nasada <[email protected]>
> wrote:
> 
> > From: Samuel Nasada <[email protected]>
> > Subject: Re: [indobackpacker] Malaysia Klaim Tari
> Pendet: Sikap Kita?
> > To: [email protected]
> > Date: Saturday, August 22, 2009, 4:38 PM
> > Kebetulan saya sedang jalan2 di
> > Malaysia. Saya terkejut melihat Kuala Lumpur begitu
> majunya
> > dibanding Jakarta. Di sana ada monorel, light rail
> train,
> > jalanan rapi dan bersih, dari KL ke Penang 4 jam
> perjalanan
> > semuanya di jalan tol. Waktu saya ke museum Penang,
> semua
> > benda yg dipamerkan ada penjelasan yg rapi dalam
> bahasa
> > Melayu dan Inggris. Beberapa barang Indonesia juga
> > dipamerkan, antara lain batik pekalongan yang
> dipadukan
> > dengan baju kebaya mereka. 
> >  
> > Waktu saya ke museum kota tua di Jakarta, banyak lampu
> yang
> > mati, informasi ttg suatu benda sejarah kadang tidak
> lengkap
> > atau tidak ada sama sekali, tulisan dilarang foto ada
> di
> > mana2 tapi orang2 kita sibuk berfoto dan memegang2
> barang2
> > antik yg dipamerkan. 
> >  
> > Bagi para turis, jelas Malaysia lebih nyaman. Pergi
> ke
> > mana2 menggunakan bis antarkota yang di dalamnya
> hampir
> > seperti kursi pesawat terbang kelas bisnis, sangat
> nyaman.
> > Terminal utama di KL pun tertata rapi dengan petunjuk2
> yg
> > jelas untuk setiap bis.
> >  
> > Indonesia masih harus belajar banyak. Benar sekali
> bahwa
> > budaya kita jauh lebih kaya daripada mereka, tapi
> > penanganannya buruk sekali, baik dari pemerintah
> maupun para
> > warga pemilik budaya itu sendiri. Kita lebih mudah
> terbakar
> > emosi, atau rasa nasionalisme yg berapi-api, tapi
> > pengejawantahannya tidak ada. Mungkin kah generasi
> kita bisa
> > memulai sesuatu untuk menjadi lebih baik?
> > 
> > --- On Fri, 8/21/09, Jimmy J.S <[email protected]>
> > wrote:
> > 
> > 
> > From: Jimmy J.S <[email protected]>
> > Subject: [indobackpacker] Malaysia Klaim Tari Pendet:
> Sikap
> > Kita?
> > To: [email protected]
> > Date: Friday, August 21, 2009, 12:14 AM
> > 
> > 
> >   
> > 
> > 
> > 
> > Begitu mendengar kabar bahwa malaysia meng-klaim tari
> > pendet dari mereka langsung saja membuat masyarakat
> > Indonesia membikin suasana rame twitter & fb.
> Cacian,
> > makian & sumpah serapah dilontarkan didunia maya
> ini.
> > Bahkan saya pribadipun sempat melontarkan " dasar
> malingasia
> > " ( dikit emosi ).
> > 
> > Tapi akhirnya saya sadari terkadang bangsa kita
> begitu
> > mendengar kabar bahwa kebudayaan kita dicaplok
> malaysia
> > langsung emosi, marah tapi setelah itu tidak ada
> tindakan
> > untuk mempertahankan atau melestarikan budaya bangsa
> ini.
> > Kita tidak pernah tahu sampe kapan budaya bangsa
> Indonesia
> > bisa bertahan ditengah modernisasi dunia saat ini,
> saya
> > sempat berpikir kenapa malaysai begitu "bernafsu"
> ingin
> > merebut beberapa warisan asli budaya bangsa kita ?
> apakah
> > mereka tidak punya budaya asli malaysia seperti kain,
> > tarian, makanan ?? saya ga tau jawabannya.
> > 
> > Tapi yang PASTI saya ketahui adalah malaysia
> benar-benar
> > tahu bahwa kebudayaan Indonesia mulai dari tarian,
> kain
> > tradisional, rumah adat, makanan tradisional akan
> mempunya
> > nilai yang luar biasa mahal jika dikelola dengan
> baik,
> > malaysia tahu benar bahwa ketika sebuah tarian bisa
> menjadi
> > identitas unik sebuah bangsa maka akan menarik
> pariwisata,
> > malaysia tahu benar bahwa kain batik bisa menjadi
> peluang
> > bisnis yg bagus. Setelah tari reog, kain batik, tari
> pendet,
> > angklung apalagi yang akan diklaim ??? jawabannya
> TIDAK
> > TAHU. 
> > 
> > Buat teman2 yg berada diluar sana yg suka traveling
> > kepenjuru dunia banyak hal yg bisa kita sampaikan
> kepada
> > dunia bahwa INDONESIA bangsa yg mempunyai warisan
> budaya
> > yang luar biasa. STOP mencaci, memaki & bersumpah
> > serapah kepada tetangga kita. Mari kita tunjukkan
> kepada
> > dunia bahwa kita bangsa yg berbudi luhur, tunjukkan
> dengan
> > cara yang lebih elegan yang akhirnya dunia akan tahu
> seperti
> > apa INDONESIA yg sesungguhnya.
> > 
> > JAYALAH INDONESIAKU. ......... ......... .........
> > ......... ........
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> >       
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> > 
> > 
> > 
> > ------------------------------------
> > 
> > Indonesian Backpacker Community
> > visit our website at http://www.indobackpacker.com atau bisa juga di 
> > http://www.backpacker-indonesia.info/
> > 
> > 
> > Silakan membuka arsip milis 
> > http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/   untuk
> > melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan.
> > 
> > No SPAMMING or forwarding unrelated messages.
> > Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari
> JUMAT. 
> > 
> > Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang
> tidak
> > perlu dan kutip bagian yang perlu saja. 
> > 
> > Milis Indobackpacker menerima ATTACHMENT baik gambar
> > ataupun photo, tetapi mohon indahkan tentang hak cipta
> dan
> > ukuran file. 
> > 
> > Cara mengatur keanggotaan di milis ini :
> > 
> > Mengirim email ke grup : [email protected]
> > (moderasi penuh)
> > Mengirim email kepada para Moderator/Owner: 
> > [email protected]
> > Satu email perhari: [email protected]
> > No-email/web only: [email protected]
> > Berhenti dari milist kirim email kosong : 
> > [email protected]
> > Bergabung kembali ke milist kirim email kosong : 
> > [email protected]
> > 
> > Yahoo! Groups Links
> > 
> > 
> >     mailto:[email protected]
> > 
> > 
> >
> 
> 
> 
>       
> 
> 


      

Kirim email ke