Halo..
Mau nimbrung nih...Memang nih jadi dokter umum saat ini makin sulit...Memang bener kita harus selalu menambah pengetahuan, tapi biayanya lumayan tenan mahalnya. Untuk bisa bekerja di RS biasanya disyaratkan sertifikasi ATLS yang biayanya 3 jutaan (?) belum seminar-seminar atau konggres lain yang bayarnya juga mahal. Mas Fabian memang bener yang menentukan kemajuan diri kita yha kita sendiri tapi kalo mahal-mahal begitu gimana dong ? Kan duitnya juga gak banyak banget.....![]()
salam
Lita
kemalaz yapas <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
kemalaz yapas <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Hallo mas Fabian!Tapi maaf ya mas saya bukan mas tapi "mbak".Mungkin benar pendapat anda kalau membayar kita akan lebih serius mengikuti seminar , dan dapat ilmu dari seminar , tapi kalau terlalu mahal bukannkh kita jadi gak jadi mengikuti seminar ? Jadinya malah gak dapat ilmu sama sekali. Kita semua tahu bahwa dokter umum yang pintar akan sangat memnabtu para dokter spesialis karena kalau mereka merujuk pasien , mereka telah mempersiapkannya dengan benar. Bukankah seharusnya para spesialis membantu para dokter umum agar jadi pintar dengan membagi pengetahuan mereka supaya dokter umum bisa banayk membantu (saling bekerja sama?) Coba anda lihat seminar sehari bedah syaraf yang akan datang , yang banyak ditujukan untuk dokter umum , biayanya 250.000 rp.salamkemala
Fabian <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Dear Mas Kemala,Sekedar pendapat.....Dokter umum merupakan dokter yang seharusnya serba tahu walaupun tidak mendalami hanya di satu bidang. Spesialis atau dokter ahli adalah konsultan yang di Indonesia adalah dokter umum yang mengambil keahlian khusus dan mendapatkan pengakuan dari institusi pendidikan lanjutan. Seharusnya dokter konsultan hanya dimintakan pendapat dan rencana penatalaksanaan penderita untuk selanjutnya mengembalikan penderita ke dalam pengawasan dokter umum.Kemajuan pengetahuan selain didapat dari sekolah formal dapat melalui seminar maupun pelatihan. Namun pada saat seminar seringkali juga peserta hanya datang dan mendengarkan tanpa melakukan interaksi. Umumnya karena tidak memiliki bahan catatan, hasil penelitian untuk di argumentasikan, pengalaman dilapangan untuk di share, maupun keberanian untuk mengacungkan tangan dan bicara dihadapan sejawat yang kita tidak tahu apakah memiliki level pengetahuan yang seimbang. Apakah ini menjadi efektif walaupun sudah keluar uang untuk bisa hadir? Lain cerita bila seminar atau pelatihan itu gratis, kan gak ada beban untuk mengetahui dan membawa pulang hasil seminar atau diskusi untuk bahan follow up. Lebih asik berburu cendera mata dari pabrikan obat sponsor.....Saat ini pendidikan untuk dokter mengarah kepada pendidikan andragogi (bisa juga campuran) dimana bahan yang akan dipelajari dipertukarkan kepada sejawat sehingga informasi menjadi berkembang tanpa kita menjadi malu untuk bicara. Lembaga pendidikan dan pelatihan tertentu dapat memfasilitasi kebutuhan ini dan jumlah peserta juga tidak banyak (supaya bener-bener efektif). Nampaknya dimasa mendatang, kemampuan seseorang akan dihargai atau akan memiliki nilai berdasarkan kompetensinya dan bukan atas dasar sertifikatnya semata-mata. Sertifikat atau ijazah belum tentu dapat menunjukkan kompetensi seseorang. Maka ada baiknya menabung dan pandai-pandai memilih pelatihan dan atau kursus yang mendapatkan kompetensi dibandingkan sertifikat kepesertaan semata. Kompetensi ini akan menjadi memiliki harga yang sesuai dengan uang yang kita keluarkan. Namun pada saat menjalaninya tentu saja harus proaktif karena yang menentukan kemajuan diri kita adalah kita sendiri. Bukan begitu.......?Salam,Fabian-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]On Behalf Of wansuzusino syaripudin
Sent: Thursday, July 28, 2005 6:46 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [indofirstaid.com]: minta info PKB IPD (Sekedar Keluhan )salamMenanggapi keluhan anda, kita tahu sekarang ini segala sesuatu di jadikan bizniz agar menghasilkan uang atau paling tidak yang mensponsori tidak di rugikan, mungkin juga ini merupakan bagian dari bizniz itu, kebanyakan seminar atau pendidikan mereka mengatasnamakan mutu, kalo mahal dapat di asumsikan seminar ato pendidikan itu bagus.....Saya setuju dengan anda jika pelaksanaan seminar diadakan dengan gratis atau paling tidak biaya yang terjangkau serta kualifikasinya teruji di tingkat internasional.wassalamwansu
kemalaz yapas <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Saya seorang dokter umum yang juga pegawai negeri.
Beberapa hari terakhir ini ada beberapa informasi mengenai seminar atau pendidikan kedokteran berkelanjutan atau apalah namanya. Tentu kita gembira dan menyambut baik hal itu tapi masaalahnya adalah: Mengapa biayanya terlalu mahal? Padahal disponsori oleh banyak industri farmasi. Alangkah baiknya kalau seminar itu didakan ditempat yang lebih sederhana tapi dengan biaya lebih murah atau kalau bisa gratis seperti banyak seminar dan simposium2 sebelumnya.
Saya tidak tahu apakah ini cuma keluhan saya saja atau rekan2 lain juga banyak yang merasakan itu .
Saya ingin mengeluh tapi nggak tahu harus ditujukan pada siapa. Semoga akan ada yang menanggapi keluhan saya ini.
salam
kemala
dewi kartika sari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
saya dapat informasi akan ada pendidikan kedokteran berkelanjutan di fk-unair surabaya bulan depan, barangkali TS ada yang punya info lebih lanjut?atau punya no telp SMF-IPD RS dr.sutomo
Sekedar pemberitahuan saja pada tanggal 5-7 agustus 2005 diadakan PIT X Kegawatdaruratan dalam bidang ilmu penyakit dalam di Hotel sahid jakarta, bagi TS yang berminat bisa mendaftar langsung ke sekre IPD RSCM atau telp ke (021)31930956, biayanya dr umum Rp 600.000 spesialis 700.000Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
This message (including any attachments) is only for the use of the person(s) for whom it is intended. It may contain Mattel confidential, proprietary and/or trade secret information. If you are not the intended recipient, you should not copy, distribute or use this information for any purpose, and you should delete this message and inform the sender immediately.__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
25 Juni 2005: 2 Tahun IndoFirstAid.com
=======================================
Donatur IndoFirstAid melalui
Bank BNI cab UGM Yogya 0038436942 A/n. Yudhistira O.
Kirimkan pesan melalui [email protected]
SPONSORED LINKS
| First aid | Rumah sakit | Cpr and first aid |
| First aid burn | First aid cpr training | First aid kit supply |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "indofirstaid" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

