----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------
Precedence: bulk
MARIO V CARRASCALAO: "TAK AKAN ADA PERANG, MUNGKIN PERANG BATU!" (2/4)
(P): Mungkin Pak Alatas khawatir Anda akan mengritik dia?
(MVC): Mungkin saja. Sebab saya itu, terus terang saja tidak akan memohon
kepada beliau. Sebagai menteri saya hormati dia tapi kalau pendapatnya salah
tentu saya tidak akan diam. Saya itu, orang yang, kalau Ya, saya bilang ya,
kalau tidak pasti tidak.
(P): Menurut Dewi Fortuna, Indonesia tidak akan seperti Portugal. Mereka
akan bertanggung jawab. Menurut Anda, tanggung jawab macam apa yang dimakdud?
(MVC): Sebenarnya Portugal itu tidak lari begitu saja. Mereka dipaksa keluar
karena keadaan waktu itu, seperti datangnya kapal perang Indonesia.
Keluarnya pun ke Atauro yang masih merupakan bagian dari Timor Timur.
Setelah pasukan Indonesia masuk pada 7 Desember 1975, dan menembaki mereka,
maka Portugal keluar dari pulau Atauro. Itupun Portugal masih berkomunikasi
dengan Dili. Sehingga kalau dikatakan lari dari Timor Timur maka saya kira
kurang betul. Mereka lari dari Dili ke Atauro, walaupun ke Ambeno pun kan
masih Timor Timur. Saat keluar dari Atauro maka saat itu lah Portugal
meninggalkan Timor Timur.
(P): Menurut pemerintah Indonesia, kalaupun diadakan Referendum, Indonesia
akan ikut bertanggungjawab. Konkretnya bagaimana?
(MVC): Justru itu. Indonesia tidak menghendaki terjadi di Timor Timur
setelah 5 tahun sesuatu keadaan yang gawat. Maka Indonesia bertanggungjawab
untuk tidak terjadi apa-apa. Setelah itu, tergantung orang Timor Timur.
(P): Tanggungjawab apa yang sekarang harus dilakukan Pemerintah Indonesia
terhadap masalah Timor Timur?
(MVC): Langkah pertama yang perlu dilakukan Indonesia adalah menarik kembali
senjata-senjata yang di bagi kepada warga sipil tanpa kriteria apapun. Yang
berhak memegang senjata hanya ABRI. Kemudian ciptakan kodisi dan jaminan
agar mereka yang di Hutan itu sudah bisa turun dan masuk ke
organisasi-organisasi yang akan meneruskan peran ABRI di Timor Timur.
Selanjutnya melakukan penyesuaian pemerintahan. Selanjutnya melakukan
seleksi terhadap sumber daya manusia yang ada untuk berbagai spesifikasi
pekerjaan. Jangan seperti pemerintah Indonesia, seorang ahli ekonomi, malah
bekerja di bidang kesehatan. Maka penyesuaian ini dimaksudkan agar The right
man in the right struktur organisasi, yang memang mengarah pada suatu
pemerintahan negara merdeka. Selain itu kita harus meninggalkan kebiasaan
yang tidak benar, seperti, terjadi sekarang di Timor Timur, orang memperkaya
diri, kolusi, nepotisme dan sistem keluarga, itu semua harus dilupakan. Kita
juga perlu mempersiapkan dasar-dasar perekonomian kita, perluasan lapangan
kerja dengan potensi yang kita miliki. Kita juga harus berusaha menjaling
solidaritas dengan bangsa lain di dunia untuk bisa membantu kita pada tahap
awal, agar kita bisa mandiri dalam waktu yang tidak terlalu lama.
(P): Termasuk kemungkinan terjadinya perang saudara yang dikuatirkan banyak
orang?
(MVC): Itu Juga menjadi tanggungjawab Indonesia. Kalau Indonesia mau terjadi
perang saudara, itu pasti terjadi. Tapi kalau Indonesia merasa
berkepentingan dan bertanggungjawab serta memiliki rasa sayang terhadap
rakyat Timor Timur, maka senjata-senjata yang sudah dibagi itu ditarik
kembali. Sehingga menjadi tanggungjawab Indonesia, bersama Portugal dan PBB
untuk mengantar Timor Timur ke kemerdekaannya tanpa menciptakan hal-hal
yang bisa menimbulkan kekacauan di Timor Timur. Tapi inilah sesuatu yang
tidak berada dalam tangan kita, karena tidak melibatkan kita (orang Timor
Timur) sehingga akan saya tuntut terus itu. Sejak menjadi anggota DPA, saya
tuntut terus agar orang Timor Timur dilibatkan dalam pembicaraan masalah
Timor Timur. Tapi Portugal tidak mau, karena Portugal merasa sebagai
Penguasa Administrasi atas Timor Timur, dan merasa mewakili suara orang
Timor Timur. Tapi bisa kita lihat bahwa sikap Portugal itu lebih condong ke
sikap orang Timor Timur yang menginginkan kemerdekaan.
(P): Apa Anda yakin bahwa Sidang Umum MPR mendatang, Indonesia akan mencabut
Tap MPR tentang integrasi Timor Timur?
(MVC): Saya kira Indonesia bisa main-main dengan rakyat dan
kelompok-kelompok di Timor Timur, tapi mereka tidak bisa main dengan PBB dan
super power-super power di dunia. Indonesia itu dianggap negara penting di
dunia. Maka, negara-negara besar itu tidak akan membiarkan Indonesia
melakukan manipulasi-manipulasi yang merusak nasib rakyatnya sendiri. Itu
semua tergantung sepenuhnya pada Indonesia. Kalau terbukti Indonesia main
-main, maka PBB akan datang ke Timor Timur.
(P): Apa tanggapan Anda terhadap kelompok yang mengatasnamakan orang Timor
Timur dan meminta kepada Presiden Habibie agar Timor Timur tidak dilepas?
(MVC): Memang itu hanya alternatif ke dua, kalau alternatif pertama ditolak.
Sebenarnya kita semua sudah bisa meramalkan jawaban Pak Habibie. Sebab
kalau Indonesia memberi alternatif kedua, berarti ingin menghilangkan
alternatif pertama. Jadi saya rasa orang kalau diberi alternatif kedua yang
lebih baik, tentu akan melepas alternatif pertama. Maka, utusan-utusan
seperti itu kalau mau bicara dengan Pak Habibie, itu sekedar untuk
memperoleh penjelasan. Jadi bukan berarti dengan datangnya satu orang atau
satu kelompok yang belum tentu mewakili rakyat Timor Timur, dan meminta
pemerintah untuk merubah kebijaksanaannya. Saya sudah bilang bahwa hingga
saat ini, saya tidak mendapat mandat untuk berbicara atas nama rakyat Timor
Timur. Saya hanya bicara apa yang menurut saya terbaik bagi rakyat Timor
Timur. Jadi mereka itu datang bicara atas nama siapa? Kalau sudah ada suatu
referendum di Timor Timur, untuk memilih wakil-wakilnya, maka orang-orang
ini lah yang berhak diutus untuk berbicara atas nama rakyat Timor Timur.
Jadi kalau dikatakan mereka mewakili orang Timor Timur, yang benar saja dong!
(P): Kalau Uskup Belo?
(MVC): Bisa saja. Tapi mewakili umat katolik dan itu bukan politik. Aspek
politiknya lebih condong kekelompok tertentu dan sesuai dengan garis
kebijaksaan gereja, maka tidak bisa menentukan nasib suatu rakyat.
(P): Jadi kelompok ini tidak bisa mengganggap dirinya mewakili rakyat yang
pro-otonomi?
(MVC): Jadi perlu ditanya itu. Siapa yang memberikan mandat kepada mereka.
Janganlah kita itu mencoba membodohi mereka yang di Jakarta ini. Kalau
mereka itu menjadi pimpinan tentu bukan orang-orang yang dipilih dari
pinggir jalan.
(P): Bukan kah adanya kelompok ini menunjukan ketidakseriusan pemerintah
Indonesia?
(MVC): Hal ini akan kelihatan. Perlu diselidiki siapa yang membayar tiket
untuk orang-orang itu. Hal ini akan kelihatan bahwa bukan pemerintah
Indonesia yang membuat manuver tersebut. Tapi justru kita yang menelanjangi
diri kita kepada dunia luar. Jangan kira bahwa dunia ini tidak tahu kalau
ini hasil rekayasa. Siapa yang punya duit di Timor Timur untuk mengirim 100
orang ke jakarta? Tidak ada itu. Jadi seperti tadi saya katakan, semula
saya kira ini sebuah manuver politik, Tapi hal seperti ini, sekali sudah d
lemparkan, Indonesia tidak bisa menarik lagi. Hal ini akan seperti bola
salju yang akan terus membesar. Maka Indonesia sebagai negara besar, belum
mengeluarkan sesuatu kebijaksanaan tanpa tanggungjawab. Secara politis bisa
saja orang berdebat tentang segala konsekuensinya. Saya rasa tidak akan ada
pengaruhnya dengan adanya kelompok-kelompok yang datang ke Jakarta ini.
Malah mereka akan memperkeruh kehendak pemerintah. Pemerintah tentu akan
bertanya bagaimana dengan kelompok pro-kemerdekaan yang tidak bisa datang
ke jakarta karena tidak ada uang? Tentu pemerintah akan turun ke Timor Timur
untuk bertanya juga kepada mereka. Jadi saya kira itu hanya kepentingannya
orang tertentu saja, dan ini bertentangan dengan kehendak pemerintah
Indonesia. (BERSAMBUNG)
----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 10 Mar 1999 jam 18:41:59 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++