----------------------------------------------------------
Unsubscribe?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "signoff indonews"
need more help?, send your mail to: [EMAIL PROTECTED]
with body mail: "info refcard"
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk


MARIO V CARRASCALAO: "TAK AKAN ADA PERANG, MUNGKIN PERANG BATU!" (3/4)

(P): Sebagai orang yang sudah lama berurusan dengan percaturan politik di
pusat, bisa Anda uraikan prosedur keluarnya keputusan  pemerintah tersebut?

(MVC): Sebenarnya ini sudah dipelajari dengan baik oleh pemerintah. Sudah
disadari bahwa dengan keluarnya keputusan ini akan memunculkan kelompok pro
dan kontra. Pernyataan ini keluar setelah adanya tim kecil di Deplu yang
membahas hal ini. Kemudian dibawa dan  dibahas di sidang kabinet. Dan
sebagai mandataris MPR, Presiden mengambil kebijaksanaan  untuk memutuskan
hal ini, sebelum dikembalikan ke MPR untuk diputuskan. Saya rasa prosesnya
seperti itu.

(P): Terhadap keputusan pemerintah Indonesia, yang mana menjadi pilihan
anda? Andaikan Anda memilih opsi ke dua, menurut Anda lebih baik merdeka
sekarang atau nanti?

(MVC): Kalau memang Indonesia merasa bahwa pelepasan Tmor Timur ini  adalah
jalan keluar untuk memperjuangkan kepentingan  bangsa Indonesia yang lebih
besar, wajarlah itu secepat mungkin  dilaksanakan. Bagi kita orang Timor
Timur, tidak perlu saling berebut untuk jadi presiden, perdana menteri,
menteri dan lainnya. Mari lah kita bekerja bersama untuk memperoleh yang
terbaik bagi Timor Timur. Sebab kalau terlalu lama, orang akan mulai
mempunyai ambisi-ambisi, hingga bisa terjadi kekacauan  di Timor Timur. Saya
rasa prosesnya memerlukan 2 atau 3 tahun untuk mempersiapkan segala sesuatunya.

(P): Maksud Anda, sekarang Timor Timur belum siap?

(MVC): Menurut saya, saat ini belum siap. Tidak ada di Timor Timur satu
kelompok pun siap. Baik itu CNRT, maupun kelompok lain belum siap untuk
menjalankan pemerintahan yang merdeka saat ini. Harus ditentukan kembali,
walaupn saat ini CNRT dikatakan mewakili orang Timor Timur. Kalau kita
bicara tentang nasib satu daerah, maka kita berbicara seluruh masyarakatnya,
bukan  satu kelompok. Bukan hanya UDT atau Fretilin. Kalau seperti ini,
berarti kita mempersiapkan bom waktu.

(P): Menurut Anda, apa yang perlu dilakukan sekarang?

(MVC): Mulai sekarang, semua pihak harus duduk bersama dan menentukan apa
yang akan dilakukan sekarang. Kita harus melihat bagaimana bentuk
pemerintahnya. Karena perlu disesuaikan dari pemerintahan propinsi menjadi
pemerintahan suatu negara merdeka.   Perlu dipikirkan pula agar di Timor
Timur diberlakukan suatu Land Reform. Bagaimana caranya memanfaatkan kembali
perkebunan yang ada dengan memberikan kepada setiap keluarga kira-kira 2
hektar untuk dikerjakan. Orang-orang yang  memiliki kebun besar, termasuk
keluarga saya harus berpikir begitu. Kita juga harus memikirkan orang-orang
yang  akan menduduki posisi-posisi tertentu, sehingga tidak ada warna yang
lebih dominan,  dan masyarakat bisa merasakan bahwa kita akan mempunyai masa
depan yang baik. Semua orang harus mendapatkan apa yang sesuai dengan
keahlihannya. Hingga tidak akan  ada anak emas dan anak tiri.

(P): Terhadap struktur CNRT saat ini, perlu perubahan?

(MVC): Ya, perubahan harus ada. Itulah mengapa diperlukan 2 atau 3 tahun
untuk menyesuaikan dengan keadaan yang baru. Misalnya,  kalau sekarang kita
makan roti dengan mentega, ya.. korbankan menteganya  tinggal rotinya saja.
Tapi kalau rotinya mulai mahal, kita ganti dengan ubi. Dengan demikian baru
kita bangun suatu negara dengan benderanya sendiri, yang merupakan suatu
simbol dari kemiskinan dan ketidakadilan. Kalau tidak siap, maka seperti
kelompok yang ada sekarang, datang ke Pak Habibie dan memohon supaya
dikasihani dan jangan dilepaskan dari Indonesia. Hal ini akan membuat
Indonesia melihat kita sebagai parasit. Indonesia tidak akan percaya bahwa
kita lebih Indonesia daripada orang Irian, orang Maluku dan orang Aceh.
Sehingga janganlah kita itu berpura-pura. Indonesia tidak akan percaya hal
seperti itu.

(P): Banyak orang yang merasa CNRT sangat lamban dalam menanggapi
perkembangan yang ada. Menurut Anda ?

(MVC): CNRT itu suatu dewan yang terbentuk  bukan sebagai akibat dari  suatu
revolusi. Memang  CNRT mendapat legitimasi dari rakyat atau
kelompok-kelompok yang pro-kemerdekaan, Tapi bukan dari seluruh rakyat.
Kalau sudah mendapat legitimasi dari seluruh rakyat, maka CNRT harus tampil
ke depan. Tapi CNRT keluarkan satu statemen, Apodeti keluarkan statemen
lain, kemudian ada kelompok yang tidak setuju dengan CNRT. Maka yang penting
sekarang adalah kita menyatukan diri dalam suatu wadah yang mewakili
semuanya. Kecuali melalui suatu pemilu dan CNRT memperoleh suara mayoritas,
maka CNRT bisa dikatakan mewakili semua kelompok masyarakat Timor Timur.
Kalau tidak perlu dibentuk koalisi untuk mewakili suara rakyat, hal ini
sangat demokratis. Maka menurut saya CNRT belum punya kekuatan untuk
mewakili rakyat Timor Timur. Walau saat ini ditolerir Indonesia  untuk
memiliki  kantor di Dili. saya rasa hal ini yang membuat CNRT belum berani
tampil ke depan. Tapi dengan tampilnya wakil Xanana dalam seminar-seminar,
ini merupakan indikasi kalau Indonesia  ingin memberikan peluang kepada
CNRT. Tapi tetap belum merupakan wakil seluruh orangTimor Timur.

(P): Dalam struktur CNRT, Anda menempati posisi sebagai Perdana Menteri.
Anda setuju dengan hal ini?

(MVC): Dalam hal ini, saya sendiri belum di  konsultasi oleh CNRT. Saya
katakan, kalau itu berdiri secara sah, maka saya  tidak berkeberatan. Karena
menurut saya, ini adalah bagian dari suatu proses. Tapi saya itu orang yang
tidak  bisa mendua. Artinya, kalau saya setuju di CNRT maka tentu tidak akan
bekerja di Pemerintahan Indonesia lagi. Sehingga menurut saya, mari kita
lihat proses ini arahnya kemana? Kalau arahnya ke kemerdekaan maka mari kita
membangun. Kalau tidak, selama  saya masih dibayar oleh Republik Indonesia,
saya tidak bisa  melakukan kegiatan, yang di satu pihak bekerja untuk
pemerintah Indonesia, dan di pihak lain melawan pemerintah Indonesia.  Hal
ini akan sulit  kalau, kelak jadi pemimpin di Timor Timur, rakyat tidak akan
percaya itu. Sehingga menurut saya, struktur itu nantinya perlu ada
perubahan, dan yang paling penting, saya akan duduk di salah satu posisi itu
kalau dipilih oleh rakyat Timor Timur. Dan saya  akan membantu sepenuhnya,
siapa saja,  yang menduduki posisi tersebut, demi rakyat  Timor Timur.

(P): Selama 2 periode menjadi gubernur di Timor Timur, mungkin bisa
dijelaskan  mengapa selama 23 tahun Pemerintah Indonesia sulit mengambil
hati orang Timor Timur.

(MVC): Begini,  pola-pola  pembangunan  yang  dilaksanakan di Timor Timur
itu, tidak diciptakan berdasarkan persepsi yang benar tentang kebutuhan
rakyat Timor Timur. Maka, walaupun  uang yang dicurahkan untuk pembangunan
itu berjumlah besar, tapi tidak memberikan jawaban yang tepat atas tuntutan
rakyat Timor Timur. Satu gambaran kecil bisa kita lihat begini: kalau jaman
Portugis hanya ada 12 km jalan aspal, sekarang ada lebih dari 1.000 km. Tapi
kalau rakyatnya bilang, ini kan bukan jalan untuk kami, tapi untuk
bapak-bapak besar. Ini berarti pembangunan itu tidak menyentuh. Saat
menjabat sebagai gubernur, saya tetapkan beberapa prioritas pembangunan
yaitu,  bidang kesehatan ,pertanian, pendidikan, pemantapan aparatur
pemerintah, dan perhubungan yang merupakan dasar pembangunan. Tapi itu semua
kita usahakan diatas kertas. Prioritas-prioritas tersebut saling berkaitan.
Misalnya, manusia yang tidak sehat maka produktivitasnya rendah, sebaliknya
kalau sehat maka akan meningkatkan produktivitas. Hasil produktivitas
tersebut membutuhkan sarana transportasi untuk meningkatkan perekonomian
daerah tersebut. (BERSAMBUNG)


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 10 Mar 1999 jam 21:32:43 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke