Setuju ms ery.berita ini tdk mngandung unsur balance atau cover both side.jd 
shrsnya brita ini tdk layak redaksi.

samsul ulum wrote: 
>             hehehehe setuju boss samsul ulum 
> Tropical Forest Trust 
> wildlife specialist 
> kaliwungu city, kendal, central java 
> phone : 08128816933 or 085216274642 --- On Tue, 9/23/08, ery wijaya 
> <muh_ery_wijaya@ yahoo.co. uk> wrote: From: ery wijaya <muh_ery_wijaya@ 
> yahoo.co. uk> Subject: Re: [kendal-online] Wabup Terancam Mosi Tidak Percaya 
> To: kendal-online@ yahoogroups. com Date: Tuesday, September 23, 2008, 10:32 
> AM 
>             dr Widya Kandi Susantiitu kan istrinya Hendy Bundoro kan?!!terang 
> aja soalnya Hendy dah gak berkuasa ya biasalah...coba dulu mesti adem ayem 
> aja, masalah terminal bisa yang nganggur saja gak pernah muncul rame2 untuk 
> menginterpelasi Bupatinya tuh..padahal saya kira lebih penting mengusut 
> kehilangan uang kita untuk membangun "monumen" di depan Sari Rasa itu Btw, 
> saya baca pimpinan redaksi Rahmat Da’wah, beliau masih di partai gak ya mas 
> redaktur yang memposting di milis ini?atau jangan2 beliau sendiri neh yang 
> posting . Sukses deh untuk kendalku tercinta... Ery Wijaya http://erywijaya. 
> wordpress. com/  ----- Original Message ---- From: redaksibarometer 
> <redaksibarometer@ yahoo.co. id> To: kendal-online@ yahoogroups. com Sent: 
> Tuesday, 23 September, 2008 8:17:29 Subject: [kendal-online] Wabup Terancam 
> Mosi Tidak
>  Percaya 
>             KEGAGALAN kerja sama Pemkab dengan pemerintah provinsi (pemprov) 
> dan 
> pemerintah pusat dalam pembangunan terminal kayu terpadu (TKT) 
> disikapi serius oleh DPRD. Melalui Komisi A (bidang pemerintahan dan 
> hukum), lembaga legislatif sepakat menginterpelasi Pemkab, guna 
> mencari kejelasan mengapa rencana spektakuler bernilai ekonomi tinggi 
> itu sampai gagal, apa penyebabnya dan sebagainya. Kesepakatan diambil 
> dalam rapat Komisi yang dipimpin oleh ketuanya dr Widya Kandi Susanti 
> di gedung Dewan, Kamis (15/9). 
> " Kita sudah sepakat untuk mengajukan interpelasi. Memang ada wacana 
> untuk mengajukan hak angket saja, seperti diusulkan Pak Sa'du 
> (Sa'dullah dari PAN-red). Tapi akhirnya disepakati interpelasi, supaya 
> semua anggota Dewan mengetahui duduk persoalan yang sebenarnya. Kalau 
> angket kan anggota Dewan hanya mewakilkan ke beberapa orang saja, 
> sehingga bisa saja mereka main-main dengan eksekutif, " terang dr 
> Widya penuh semangat. 
> Tak biasanya, salah satu perempuan anggota Fraksi PDI-P itu memerlukan 
> menghubungi langsung para wartawan untuk meliput sidang. Yang menarik, 
> yang menjadi pokok bahasan dalam rapat tersebut adalah berita utama 
> Barometer edisi ke-5 periode 1-15 September 2008, yang kali pertama 
> mengungkap dan mengupas tuntas soal kegagalan tersebut. 
> " Koran Barometer digelar...dibahas di sidang, " lapor Ario Widiyanto 
> yang diundang mewakili tabloid ini. Bahkan salah seorang anggota 
> Komisi, entah bermaksud menyindir atau sungguh-sungguh ingin bertanya, 
> pada kesempatan tersebut menanyakan kepada jajaran pers, " Lho, sing 
> ngungkap kok mung Barometer, yang lain pada nulis apa? " 
> Wajar saja dia bertanya begitu. Sebab, bagaimana mungkin berita besar 
> bagi masyarakat Kendal itu bisa sampai tak terendus oleh makhluk 
> bernama wartawan yang konon bertelinga banyak. Atau, kalau toh mereka 
> mengetahui soal kegagalan tersebut, mengapa tidak menjadikannya isu 
> menarik untuk disajikan ke masyarakat. 
> Sa'du malah berpikiran lebih jauh lagi. Katanya, kegagalan TKT 
> mendorong Komisi A untuk meminta pertanggungjawaban dari eksekutif, 
> dalam hal ini Kabag Tata Pemerintahan dan Tim 9 (panitia pengadaan 
> tanah). Selanjutnya Komisi A juga akan menggelar hak angket bahkan 
> jika perlu interpelasi, yang bisa jadi berkembang menjadi mosi tidak 
> percaya. 
> Koleganya Satiyo dari Partai Golkar dengan lantang meneriakkan, 
> kegagalan TKT menunjukkan kinerja eksekutif tidak profesional. 
> Buktinya mengurus pengadaan tanah saja tidak mampu. Padahal TKT adalah 
> aset berharga untuk Pemkab, tapi jika pengelolaannya diambilalih 
> Provinsi tentu Pemkab tidak akan kebagian apa-apa. 
> Berbagai komentar wakil rakyat itu menunjukkan, kegagalan eksekutif 
> merealisasikan TKT itu bisa mengancam posisi Wabup. Setidaknya raport 
> merah akan diberikan DPRD, yang bisa berdampak pada penolakan Dewan 
> terhadap LKPj (laporan keterangan pertanggungjawaban) Markesi. Jika 
> itu terjadi, mosi tidak percaya pun tinggal soal waktu. 
> Baca selengkapnya di http://www.tabloidb arometer. com/ 
>      



      

Kirim email ke