saya tunggu mas

ASROFI

Address 1 : Jl. RA Kartini No.14 Kebumen Sukorejo Kendal Jawa Tengah
Address 2 : Jl. Attahiriyah No.33H Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta
Selatan
Address 3 : Ds. Getas Blawong Rt.02 Rw.04 Pageruyung Kendal

Mobile  : +6281 311 661 479
Yahoo : asrofism
G-Talk : [email protected]
Email : [email protected]
Blog : www.asrofi.web.id
Office : www.sentraproperty.com


2009/5/30 Arlies Bayu <[email protected]>

>
>
> Ada seh kisah sukses dari warga kendal..
> Tapi saya belum sempat menuliskannya..
> kisahnya berawal dari 1 unit truk kuno yang berkembang menjadi puluhan
> tronton dan kontainer..
>
> Arlies Bayu Swastika
> 085640091151 / 081320480100
> [email protected]
> [email protected]
> bayyex.multiply.com
> terminalbahurekso.multiply.com
>
>
> ------------------------------
> *From:* FARID MUJIB <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Saturday, May 30, 2009 1:46:34 PM
>
> *Subject:* Re: [kendal-online] KISAH SUKSES PENJUAL ES LILIN DARI mBREBES
>
>  Kisah yang sungguh inspiratip.. .
> Ayo, siapa warga Kendal yang menyusul kesuksesan Pak Muhadi??? :D
>
> --- On *Sat, 5/30/09, endang nuraini <end4n...@yahoo. co.id>* wrote:
>
>
> From: endang nuraini <end4n...@yahoo. co.id>
> Subject: Re: [kendal-online] KISAH SUKSES PENJUAL ES LILIN DARI mBREBES
> To: kendal-online@ yahoogroups. com
> Date: Saturday, May 30, 2009, 1:32 PM
>
>  Pak Muhad memang luar biasa, saya pernah silaturahmi ke rumahnya di
> Cimohong Bulakamba, kebetulan tidak jauh dari SMK Negeri 1 Bulakamba tempat
> suami dinas waktu itu.
> Awal tahun 2000-an saya masih melihat produksi kapalnya dengan label Dian
> Jaya, tuh? kok dibilang 1997 dah gulung tikar, ya?
> Dedy yang dipakai sebagai label usaha otobus dan mall adalah nama anak
> pertama beliau. Sedang Dian yang dipakai untuk Pabrik Kapal adalah nama anak
> ke dua. gitu, kalau ga salah.
>
> Bravo Pak Muhadi
>
>
>
> --- Pada *Jum, 29/5/09, TIGOR OSEANIKA <mechabytes2@ yahoo.com>* menulis:
>
>
> Dari: TIGOR OSEANIKA <mechabytes2@ yahoo.com>
> Topik: Re: [kendal-online] KISAH SUKSES PENJUAL ES LILIN DARI mBREBES
> Kepada: kendal-online@ yahoogroups. com
> Tanggal: Jumat, 29 Mei, 2009, 9:14 PM
>
>    Hmm salut ma pak Muhadi dah pernah d masukin TV critany, jatuh bangun
> tanpa mengenal menyerah
> Klo lewat kota Tegal pasti sering liat logo "Dedi Jaya"
>
> --- Pada *Jum, 29/5/09, ASROFI <m...@asrofi. web.id>* menulis:
>
>
> Dari: ASROFI <m...@asrofi. web.id>
> Topik: Re: [kendal-online] KISAH SUKSES PENJUAL ES LILIN DARI mBREBES
> Kepada: kendal-online@ yahoogroups. com
> Tanggal: Jumat, 29 Mei, 2009, 1:25 AM
>
>  Makasih ceritanya mas
> Sungguh menginspirasi saya
>
> Ditunggu kisah sukses berikutnya
>
> warmth
>
> ASROFI
>
> Address 1 : Jl. RA Kartini No.14 Kebumen Sukorejo Kendal Jawa Tengah
> Address 2 : Jl. Attahiriyah No.33H Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta
> Selatan
> Address 3 : Ds. Getas Blawong Rt.02 Rw.04 Pageruyung Kendal
>
> Mobile  : +6281 311 661 479
> Yahoo : asrofism
> G-Talk : m...@asrofi. web.id
> Email : m...@asrofi. web.id
> Blog : www.asrofi.web. id <http://www.asrofi.web.id/>
> Office : www.sentraproperty. com <http://www.sentraproperty.com/>
>
>
> 2009/5/29 Arlies Bayu <bay_...@yahoo. com>
>
>>
>>
>>  Dulu Kondektur Sekarang Juragan
>> Kisah sukses Muhadi menjadi pengusaha bus PO Dedy Jaya
>>
>> Lewat kerja keras dan keuletan, Muhadi sukses menjadi pengusaha bus Dedy
>> Jaya. Ia merintis usahanya dari berdagang es lilin serta menjadi kondektur
>> bus. Kini bisnisnya sudah menggurita, mulai dari hotel, pabrik cat, mal,
>> hingga toko bangunan.
>>
>> Soal nasib urusan belakang. Itulah pegangan hidup Muhadi Setiabudi,
>> konglomerat asal Brebes, Jawa Tengah. Kerja kerasnya selama sekitar 19 tahun
>> kini membuahkan hasil. Grup usaha PT Dedy Jaya Lambang Perkasa yang berdiri
>> sekitar 15 tahun silam, kini menjelma menjadi kerajaan bisnis dengan 2.500
>> karyawan. Lini usahanya juga sungguh beragam luas, mulai dari mengelola
>> ratusan armada di bawah bendera perusahaan otobus (PO) Dedy Jaya, hotel,
>> pabrik cat, toko bahan bangunan, toko emas, hingga bisnis mal di Tegal.
>> "Nasib itu urutan kesekian. Siapa pun yang bekerja keras pasti bisa
>> berhasil," ucap lelaki kelahiran Brebes, Maret 1961 ini mantap.
>>
>> Muhadi tentu tidak asal omong. Boleh dibilang pria yang hanya menamatkan
>> pendidikan madrasah tsanawiyah (setingkat SMP) dari sebuah pesantren di
>> Cirebon ini, benar-benar sudah membuktikannya. Maklum, kerajaan bisnisnya
>> itu ia rintis dengan susah payah dan bukan terima menjadi dari warisan.
>> "Saya benar-benar mulai dari nol besar," tandas bapak tiga anak ini.
>>
>> Merintis sukses dari berdagang bambu
>>
>> Simak saja kisahnya. Muhadi muda sempat melakoni pekerjaan kasar seperti
>> berdagang es lilin di kampung, menjadi kondektur bus, serta berjualan minyak
>> tanah. Pekerjaan itu ia jalani hingga 1979 atawa sekitar lima tahun sejak
>> menamatkan pendidikan menengah. Di saat senggang, ia juga ikut membantu
>> ayahnya bertani di sawah.
>>
>> Jalan terang agaknya mulai terbentang setelah Muhadi menikahi Atik Sri
>> Subekti pada 1981. "Waktu itu umur saya baru 19 tahun, tapi saya nekat
>> menikah," tuturnya mengenang. Nasibnya berubah bukan karena dia menikahi
>> anak konglomerat. Sebaliknya, mungkin karena kian terdesak harus membiayai
>> keluarga barunya, dia tak bisa lagi menyandarkan penghasilan dari kerja
>> serabutan itu.
>>
>> Maka, Muhadi mulai menerjuni usaha dagang bambu dengan modal awal sekitar
>> Rp 50.000. Modal ini ia kumpulkan dari upah membantu orang tuanya di sawah.
>> "Usaha ini masih saya pertahankan sampai sekarang karena ia adalah cikal
>> bakal semua usaha yang tidak bisa saya lupakan," tutur Muhadi.
>>
>> Guratan sukses Muhadi tampaknya memang sudah terukir di bambu. Sebab,
>> jerih payahnya berjualan bambu tersebut menuai hasil lumayan. Apalagi
>> beberapa pesanan dalam jumlah besar juga mulai berdatangan. Misalnya, dia
>> sempat mendapat order dari sebuah kontraktor bangunan untuk menyuplai ribuan
>> batang. Untungnya meningkat, dari sekitar Rp 70.000 sebulan menjadi Rp
>> 470.000 saban bulan.
>>
>> Selain mendapat order, ada berkahnya juga Muhadi bergaul dengan para
>> kontraktor itu. Ia jadi mulai mafhum tentang seluk-beluk usaha bahan
>> bangunan. Dua tahun setelah berdagang bambu, Muhadi lantas mendirikan toko
>> bahan bangunan dengan modal yang ia kumpulkan dari untung berdagang bambu.
>> "Kekurangannya saya pinjam dari bank," ucapnya terus terang.
>>
>> Rupanya pilihan Muhadi melebarkan sayap ke bisnis bahan bangunan sungguh
>> tepat. Karena usaha barunya itu benar-benar menjadi tambang emas yang tiada
>> henti mengalirkan untung. Bahkan, tujuh tahun setelah berkutat di material,
>> keuntungannya dari berjualan bahan bangunan sudah bisa menjadi modal untuk
>> membeli beberapa bus besar. Muhadi seperti terobsesi berusaha di jasa sarana
>> angkutan. Boleh jadi selain meraup untung dari jasa ini, dia ingin mengenang
>> masa sulitnya menjadi kondektur.
>>
>> Kini, jumlah armada busnya yang berbendera PO Dedy Jaya sudah mencapai
>> ratusan unit. Penumpang asal Pantura, Tegal, Pekalongan, dan Purwokerto yang
>> hendak ke Jakarta tentu sudah tak asing lagi dengan bus ini. Maklum, Dedy
>> Jaya melayani trayek Jakarta-Purwokerto, Jakarta-Tegal, dan
>> Jakarta-Pemalang- Pekalongan. Ia mencomot nama untuk bus serta grup usahanya
>> dari nama anak pertamanya, Dedion Supriyono. Selain menggeluti bus, Muhadi
>> juga mulai merambah ke toko emas dan bisnis perkayuan.
>>
>> Masih muda sudah kaya raya
>>
>> Konglomerasi bisnis Muhadi tak berhenti sampai di situ saja. Ia pun mulai
>> melirik bisnis pusat perbelanjaan lantaran melihat peluang yang masih
>> terbuka lebar di Tegal. Selain itu, "Saya ingin menjadi pelopor pengembang
>> pribumi, daripada peluang itu diambil developer dari luar," ucapnya.
>>
>> Alhasil, berdirilah Mal Dedy Jaya pada 1998, yang kini menjadi pusat
>> perbelanjaan termegah di kota warteg itu. Tak puas mendirikan mal, Muhadi
>> lantas menerjuni pula bisnis perhotelan. Dua tahun berselang setelah
>> membangun mal itu, ia juga membangun dua hotel berbintang sekaligus. Satu di
>> Tegal dan satunya lagi di Brebes.
>>
>> Sepak terjang Muhadi boleh dibilang mencengangkan karena ia membangun
>> kerajaan bisnis itu saat usianya baru menginjak 31 tahun. Tak heran jika ia
>> mendapat banyak penghargaan berkat keuletannya tersebut. Ini bisa dilihat
>> dari tiga buah lemari besar yang penuh berisi berbagai penghargaan. Yang
>> paling membanggakan Muhadi, dia pernah terpilih menerima penghargaan
>> upakarti dari presiden. "Saya bangga, karena saya ini cuma orang desa,"
>> tuturnya merendah.
>>
>> Muhadi tak memungkiri bahwa perkembangan bisnisnya ini tak lepas dari
>> peran bank yang mengucurinya kredit. Tentu saja tak serta-merta bank mau
>> mengucurkan pinjaman ketika usahanya belum sebesar sekarang. Kendati
>> sekarang utangnya masih lumayan besar, dia mengaku tak risau ataupun malu.
>> "Saya baru malu kalau tak bisa membayar," tegasnya.
>>
>> Begitulah, kerja kerasnya kini sudah membuahkan hasil. Toh, ia tak lantas
>> puas dengan hasil yang sudah ia peroleh. Muhadi juga tak lantas
>> bermewah-mewah dengan hasilnya selama ini. Kantornya pun sederhana. Hanya
>> sebuah ruang seluas 24 m2 di salah satu sudut rumahnya di Jalan Raya
>> Cimohong, Bulakamba, sekitar tujuh kilometer dari pusat kota Brebes. Toh,
>> dari kota kecil inilah Muhadi mengendalikan bisnisnya yang sudah menggurita.
>>
>> +++++
>>
>> Menggulung Layar Hiburan dan Kapal Ikan
>>
>> Sudah lumrah setiap ada senang pasti ada susah. Kalau tidak untung ya
>> rugi. Demikian pula dengan bisnis yang dijalani Muhadi. Tidak semua usahanya
>> berjalan mulus dan menjadi tambang duit yang berlimpah. Salah satu usahanya
>> yang terpuruk adalah bioskop Dedy Jaya di Tegal. Semula bioskopnya sempat
>> menjadi maskot dan sasaran hiburan warga Tegal. Namun, usaha itu menjadi
>> berantakan akibat membanjirnya video compact disc (VCD) bajakan yang murah
>> meriah. Bioskopnya menjadi sepi pengunjung dan pemasukannya makin seret
>> hingga berbuntut rugi. Tak heran Muhadi lantas melego bisnis tontonannya
>> itu.
>>
>> Selain bioskop, bisnis kapal ikannya pun terpaksa gulung tikar. Itu
>> terjadi akibat sengitnya persaingan di Tegal serta belitan krisis moneter
>> pada 1997 hingga 1998. Padahal, kala itu usaha Muhadi baru mulai berbiak dan
>> membutuhkan dana besar untuk mengembangkannya. Sayang, ketika itu tak ada
>> bank yang berani mengucurkan kredit. Muhadi mengaku hampir menyerah saat itu
>> lantaran imbasnya begitu dahsyat menerpa usahanya. "Berat sekali waktu itu.
>> Ternyata lebih mudah merintis ketimbang mempertahankan usaha yang sudah
>> ada," kenang Muhadi.
>>
>> Arlies Bayu Swastika
>> 085640091151 / 081320480100
>> bay_...@yahoo. com
>> xbo...@gmail. com
>> bayyex.multiply. com <http://bayyex.multiply.com/>
>> terminalbahurekso. multiply. com <http://terminalbahurekso.multiply.com/>
>>
>>
>>
>
> ------------------------------
> Dapatkan nama yang Anda sukai!
> <http://sg.rd.yahoo.com/id/mail/domainchoice/mail/signature/*http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/>
> Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail. com.
>
>
> Yahoo! Upcoming: Singapore Arts Festival 2009 15 Mei - 14 Juni 2009.
> ------------------------------
> Lihat! <http://upcoming.yahoo.com/event/2166746/%20>
>
>
>
>  
>

Kirim email ke