Wah maturnuwun sanget mas ery.

Dadi eling saiki wujude si 'mimi'.. :)


On 8/28/09, ery wijaya <[email protected]> wrote:
> Mas Nur, monggo ditengok liputan di Kaliwungu kota santri on Facebook
> (http://www.facebook.com/pages/Kaliwungu-Kota-Santri/74487768532?ref=ts) ada
> foto2 ndok mimie dan ujud miminya juga hehe
>
>  Salam,
>
>
> Ery Wijaya
> http://erywijaya.wordpress.com/
> http://energyplanning.wordpress.com
>
>
>
>
>
>
>
> ________________________________
> From: Muhammad Nur <[email protected]>
> To: [email protected]
> Sent: Friday, 28 August, 2009 16:58:06
> Subject: [kendal-online] Dugderan kaliwungu & ndog mimi.
>
> Kang ulum dan sedulur kaliwungu sedoyo,
>
> yen dugderan menyambut poso ning mesjid al-muttaqin kaliwungu jih ono
> sing dodolan 'ndog mimi' ra yo?
>
> Janjane sing dimaksud 'mimi' iku binatang opo yo? :)
>
> Pengen bgt mudik tp nembe ketambahan momongan dadi nunggu lbrn haji wae
> mudike..
> Kangen sawalan :)
>
> suwun-
> sinur
>
> On 8/28/09, samsul ulum <[email protected]> wrote:
>>
>>
>> samsul ulum
>>
>> The Forest Trust
>>
>> wildlife&HCVF specialist
>>
>> kaliwungu city, kendal, central java
>>
>> www.tft-forests.org
>>
>> --- On Thu, 8/27/09, Andiko Huma <[email protected]> wrote:
>>
>> From: Andiko Huma <[email protected]>
>> Subject: [fkkm] Hak Atas Karbon di Indonesia
>> To: "Milis Adat" <[email protected]>, "Adat"
>> <[email protected]>,
>> "Rimbawan Interaktif" <[email protected]>, "FKKM"
>> <[email protected]>
>> Date: Thursday, August 27, 2009, 4:03 AM
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>> Hak
>> Atas Karbon di Indonesia
>> (
>> Penggalan
>> dari tulisan-tulisan lain.)
>> Andiko
>> Hukum
>> perdata Indonesia menyatakan bahwa menurut undang-undang, barang adalah
>> tiap
>> benda dan tiap hak yang dapat menjadi obyek dari hak milik (KUHPerd. 503,
>> 519,
>> 833, 955, 1131.) selanjutnya ada barang yang bertubuh, dan ada yang tidak
>> bertubuh (KUHPerd. 547, 559, 612.). Sehubungan dengan karbon, pertanyaan
>> pertama
>> yang muncul adalah apakah karbon adalah barang? Konsekuensinya, tentunya
>> karbon
>> sebagai benda dapat dilekati oleh hak milik diatasnya.
>> Ridell
>> (1987) memaknai bahwa “tenure system is a
>> bundle of rights”, sistem tenurial sebagai sekumpulan atau serangkaian
>> hak-hak. Maksudnya tentu sekumpulan atau serangkaian hak untuk
>> memanfaatkan
>> tanah dan sumber daya alam lainnya yang terdapat dalam suatu masyarakat
>> yang
>> secara bersamaan juga memunculkan sejumlah batasan-batasan tertentu dalam
>> proses
>> pemanfaatan itu.    Ridell lebih jauh mengemukakan
>> bahwa  dengan pengertian sebundel
>> atau serangkaian, maka masing-masing hak dapat dipisahkan dari ikatannya
>> lalu
>> diletakan tidak lagi dalam ikatan asalnya atau diletakan dalam konteks
>> yang
>> berbeda. Ikatannya itu sendiri menunjukan adanya suatu sistem (Ridell,
>> 1987)
>> .
>> Aturan
>> kehutanan di Indonesia juga mengikuti logika bundle of right. Hak karbon
>> berada pada
>> tingkat selanjutnya setelah hak pemanfaatan kawasan, izin pemanfaatan
>> hasil
>> hutan kayu hutan alam atau hutan tanaman beserta dengan izin pemanfaatan
>> jasa
>> lingkungan. Aturan kehutanan, khususnya yang mengatur tentang karbon
>> memberikan
>> hak pemilikan kepada pemegang izin penyerapan dan penyimpanan karbon (RAP
>> dan/atau PAN karbon) atau kepada actor yang mengembangkan proyek
>> penyerapan
>> dan
>> penyimpanan karbon (RAP dan/atau PAN karbon) (Permenhut No. 36 tahun
>> 2009).
>> Pada
>> posisi lain, masyarakat secara de facto memiliki seperangkat hak dan
>> pengaturan
>> hak diatas kawasan tersebut yang juga merupakan sekumpulan hak-hak
>> tertentu
>> yang
>> tunduk pada hukum-hukum lokal atau adat mereka. Penguasaan mereka atas
>> hutan
>> dan
>> kayu-kayu tersebut mengantarkan pada kesimpulan bahwa semua hak atas jasa
>> lingkungan yang diproduksi oleh kawasan tersebut tentunya melekat pada
>> mereka.
>> Meskipun karbon sebagai sebuah barang, atau komoditas dagang baru belum
>> dikenal
>> secara luas ditengah mereka..
>> Pada
>> posisi demikian, hak karbon yang berasal dari hak berian Negara melalui
>> hukum
>> positif yang ada dan hak karbon yang timbul dari hak bawaan yang melekat
>> pada
>> masyarakat adat berkontestasi dalam wilayah proyek yang ada. Kontestasi
>> berpotensi untuk melahirkan konflik-konflik hukum maupun konflik sosial
>> baru
>> dilapangan.
>> Permenhut
>> No. 36 Tahun 2009 meretas jalan tengah yang diaharapkan dapat
>> menyelesaikan
>> masalah tersebut yaitu dengan membuat perhitungan/ perimbangan pembagian
>> hasil
>> dari Nilai Jual Jasa Lingkungan (NJ2L) RAP-KARBON dan/atau PAN-KARBON yang
>> merupakan pendapatan dari penjualan kredit karbon yang telah disertifikasi
>> dan
>> dibayar berdasarkan ERPA (Emission
>> Reduction Purchase Agrement). Namun sayangnya, jalan tengah ini tidak
>> didasarkan pada logika pembagi dan jaminan perlindungan hak karbon
>> masyarakat
>> adat jauh sejak proyek REDD ini dipersiapkan.
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>
>
> ------------------------------------
>
> _____ http://www.KendalOnline.Net _____
> Komunitas Masyarakat Kendal Di Internet
>
> <!--Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>


------------------------------------

_____ http://www.KendalOnline.Net _____
Komunitas Masyarakat Kendal Di Internet

<!--Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kendal-online/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kendal-online/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke