ini bukan guyon tapi cerdas mas. mana ada istri laporin suaminya yg ada dia ikutan menikmati hasil korupsi :)
On 2010-06-08, antonsetyo nugroho <[email protected]> wrote: > Hanya bertanya saja Pak Kun... > Apakah ketika suami korupsi sedangkan istri tau dan membiarkan bukan sbg > tindakan korupsi juga? Harusnya kalo tau suaminya koruptor, istri yg pertama > lapor ke polisi...?????just guyon..hehehe > > --- On Mon, 6/7/10, muhamad kundarto <[email protected]> wrote: > > > From: muhamad kundarto <[email protected]> > Subject: [kendal-online] Istrinya Koruptor > To: [email protected] > Date: Monday, June 7, 2010, 11:23 PM > > > > > > > > > > > > Tanpa sadar, kita akan mudah menjustifikasi kehidupan ini. Jika ayahnya > maling, pasti anaknya maling. Jika ayahnya kyai, pasti anaknya alim. Jika > suami korupsi, pasti istrinya sama saja. Benarkah? > > Walau secara logika kita akan mudah setuju pada suatu fenomena, namun > dalamnya hati siapa tahu. Ada hal yang bisa kita nilai secara kasat mata. > Namun banyak hal yang penilaiannya harus melongok ke hati yang bersangkutan. > Siapa yang bisa? Hakim? Pengacara? Penyidik? atau itu sudah bukan wilayah > manusia lagi untuk men-justifikasi. > > Memang gak enak bila kita merangkak dari status yang buruk menurut penilaian > orang. Betapa tersiksanya jadi keturunan orang yang dicap sebagai tokoh > G30S/PKI pada jaman ordebaru lalu. Betapa terbatasinya ruang gerak, apabila > ternyata kita anak dari warga keturunan, dimana masyarakat pribumi sekitar > rumah tidak bisa menerima warga keturunan apa adanya. Betapa gak enak > apabila kita lahir dari orangtua yang punya raport merah di masyarakat. > Hukum sosial membuat kita kena imbasnya juga. > > Salahkah aku menjadi anaknya? > Salahkah aku ditempatkanNYA pada keluarga ini? > Salahkah ibu mengandung? kemudian menurun kesalahan itu pada anaknya? > > Walaupun penjahat itu sudah dipenjara akibat kesalahannya, tapi di > masyarakat akan sangat sulit menerima apabila mantan penjahat itu ingin > menjadi kyai. Pasti tim seleksi akan menggunakan segala cara untuk > menggagalkannya. > Begitu juga anak muda yang ingin melamar pasangannya, hukum sosial punya > dalil bibit-bebet- bobot yang harus dipenuhi secara mutlak. > > Sebagai manusia, kadang kita tidak sadar berani memainkan profesi sebagai > malaikat, atau bahkan profesi sebagai Pemilik Manusia. Manusia hanyalah > diberi hak menilai baik dan buruk sebatas perilaku yang sesuai dengan fakta. > Adapun urusan hati itu menyimpang atau tidak, sebatas belum ber-visual dalam > perilaku, masih belum menjadi kapling manusia. > > Ki Asmoro Jiwo > > > > > > > > >

