Kalo kajian ilmiah dan penulisan ilmiah saya ga ikut2, maaf saya gak ernah kuliah.
ASROFI Address 1 : Jl. RA Kartini No.14 Kebumen Sukorejo Kendal Jawa Tengah Address 2 : Jl. Attahiriyah No.33H Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta Selatan Address 3 : Ds. Getas Blawong Rt.02 Rw.04 Pageruyung Kendal Mobile : +6281 311 661 479 Yahoo : asrofism G-Talk : [email protected] Email : [email protected] Blog : www.asrofi.web.id Office : www.sentraproperty.com 2010/6/7 Estina Nuranita <[email protected]> > > > > > @* bapak antonsetyo nugroho* > > hehhehe... guyonane pinter pak... > > ------------------------------ > ------------------------------ > > > > > --- Pada *Sel, 8/6/10, <[email protected]>* menulis: > > > Dari: antonsetyo nugroho <[email protected]> > Judul: Re: [kendal-online] Istrinya Koruptor > Kepada: [email protected] > Tanggal: Selasa, 8 Juni, 2010, 11:24 AM > > > > > Hanya bertanya saja Pak Kun... > Apakah ketika suami korupsi sedangkan istri tau dan membiarkan bukan sbg > tindakan korupsi juga? Harusnya kalo tau suaminya koruptor, istri yg pertama > lapor ke polisi...??? ??just guyon..hehehe > > --- On *Mon, 6/7/10, muhamad kundarto <mask...@yahoo. com>* wrote: > > > From: muhamad kundarto <mask...@yahoo. com> > Subject: [kendal-online] Istrinya Koruptor > To: kendal-online@ yahoogroups. com > Date: Monday, June 7, 2010, 11:23 PM > > > Tanpa sadar, kita akan mudah menjustifikasi kehidupan ini. Jika ayahnya > maling, pasti anaknya maling. Jika ayahnya kyai, pasti anaknya alim. Jika > suami korupsi, pasti istrinya sama saja. Benarkah? > > Walau secara logika kita akan mudah setuju pada suatu fenomena, namun > dalamnya hati siapa tahu. Ada hal yang bisa kita nilai secara kasat mata. > Namun banyak hal yang penilaiannya harus melongok ke hati yang bersangkutan. > Siapa yang bisa? Hakim? Pengacara? Penyidik? atau itu sudah bukan wilayah > manusia lagi untuk men-justifikasi. > > Memang gak enak bila kita merangkak dari status yang buruk menurut > penilaian orang. Betapa tersiksanya jadi keturunan orang yang dicap sebagai > tokoh G30S/PKI pada jaman ordebaru lalu. Betapa terbatasinya ruang gerak, > apabila ternyata kita anak dari warga keturunan, dimana masyarakat pribumi > sekitar rumah tidak bisa menerima warga keturunan apa adanya. Betapa gak > enak apabila kita lahir dari orangtua yang punya raport merah di masyarakat. > Hukum sosial membuat kita kena imbasnya juga. > > Salahkah aku menjadi anaknya? > Salahkah aku ditempatkanNYA pada keluarga ini? > Salahkah ibu mengandung? kemudian menurun kesalahan itu pada anaknya? > > Walaupun penjahat itu sudah dipenjara akibat kesalahannya, tapi di > masyarakat akan sangat sulit menerima apabila mantan penjahat itu ingin > menjadi kyai. Pasti tim seleksi akan menggunakan segala cara untuk > menggagalkannya. > Begitu juga anak muda yang ingin melamar pasangannya, hukum sosial punya > dalil bibit-bebet- bobot yang harus dipenuhi secara mutlak. > > Sebagai manusia, kadang kita tidak sadar berani memainkan profesi sebagai > malaikat, atau bahkan profesi sebagai Pemilik Manusia. Manusia hanyalah > diberi hak menilai baik dan buruk sebatas perilaku yang sesuai dengan fakta. > Adapun urusan hati itu menyimpang atau tidak, sebatas belum ber-visual dalam > perilaku, masih belum menjadi kapling manusia. > > Ki Asmoro Jiwo > > > > >

