Beberapa hari yang lalu muncul gerakan masif untuk anti facebook, karena perangkat ini dianggap sebagai hasil karya orang yahudi dan diyakini sebagian penghasilannya disetorkan ke Israel, yang notabene sedang disorot dunia karena menyerang Kapal Mavi (berisi relawan kemanusiaan). Gerakan itu mendorong agar orang-orang menutup akun FB dan pindah ke FB lain yang namanya berbeda dan jelas pembuatnya berbeda. Entah kalo isinya mirip atau kagak.... :) Fenomena di atas ini banyak yang meng-amini, tapi banyak pula yang tidak ikut-ikutan. Gerakan itu mirip dengan "gerakan anti produk amerika" manakala ada kebijakan negara USA yang dianggap kontroversi. Jika melongok ke gerakan Partai, saya menilai PKS merupakan partai yang mengandalkan gerakan eklusif dari dukungan golongan tertentu. Basis massanya pun mengakar sampai mahasiswa. Namun sangat kaget ketika ada agenda pertemuan PKS yang "lain dari biasanya". Satu, pertemuan dilaksanakan di hotel milik luar negeri. Sampai ada foto unik di dalam ruang buang air untuk pria ditambahkan ember-ember. Dua, PKS membuka diri untuk pengurus dan keanggotaan non muslim, padahal partai ini sebelumnya identik dengan partai islam; sekarang jadi partai Nasionalis-Religius. Yang saya tanggapi nomor dua saja, karena yang paling krusial. Saya jadi ingat gerakan partai PAN, dimana saat awal berdirinya sangat bergantung pada massa muhammadiyah dan ketokohan Amien Rais. Namun dengan gerakan PAN sebagai partai nasionalis religius, dimana beberapa tokoh teras PAN adalah non muslim, maka sebagian anggotanya merasa tidak nyaman dan tidak puas. Kemudian waktu itu munculah PKS, yang diyakini mampu menyedot sebagian besar massa PAN. Analisis perolehan pemilu cenderung hasil total partai-partai islam jumlahnya relatif sama, walaupun jumlah partainya berbeda. Mungkin inilah salah satu alasan PKS, agar bisa memenangkan pemilu, membuat terobosan baru dengan membuka diri untuk golongan lain. Tentu saja manuver ini akan berhadapan dengan Partai Demokrat, PDIP, dan Golkar yang sejak doeloe bernafas Nasionalis. Tulisan ini sekedar pendahuluan yang menarik untuk didiskusikan, karena boleh jadi kita termasuk massa fanatik salah satu partai di atas. Namun agar diskusinya fokus, hanya satu pertanyaan yang perlu dijawab, Apakah manuver PKS dari partai religius ke nasionalis-religius ini merupakan langkah maju ataukah malah blunder? Dilihat dari karakter dasar kaum fanatis yang tidak mau campur dengan kaum lain di luar golongannya, menurut saya, langkah ini malah menuju ke jalan blunder (baca: gerakan mundur). Silahkan bagaimana pendapat anda....... yuk diskusi........ catt : mohon koreksi jika ada kutipan fakta di atas yang kurang pas

