Blunder atau tidak ukurannya apa ya mas? Mungkin salah satu ukurannya adalah kelak hasil pemilu. Walaupun tentu sulit juga memastikannya karena naik turunnya suara bukan semata2 urusan ideologi.
Pemilu kemarin saya milih PKS. Dan buat saya strategi PKS utk menerima anggota nonmuslim itu tdk berpengaruh apa2 thd preferensi saya, krn saya milih PKS bukan krn eksklusivitasnya. Kalau sikap seperti ini mayoritas di kalangan pemilih PKS, saya kira besar kmungkinan tdk blunder. Btw, memangnya masih ada ya pemilih fanatik ;) sepengamatan saya, islam2 garis keras (inikah maksudnya fanatik?)itu pada golput. Wass Bw Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! -----Original Message----- From: PakPur <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 19 Jun 2010 08:05:42 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [kendal-online] PKS blunder? Mas Kun, dan milisser KOL Ysh Mohon maaf, numpang nimbrung ... Pertama-tama saya perlu sampaikan dulu bahwa saya bukan penggemar partai mana pun :) Kedua, saya agak tidak yakin diskusi akan berkembang dengan baik, alasannya : ini adalah masalah politis, alias kepentingan (pribadi, golongan). Apapun yang sedang dilakukan PKS atau partai lain, bertujuan satu yakni mengumpulkan suara terbanyak sebagai syarat legitimasinya. Bukankah dulu PKS merupakan PK yang kena semprit aturan kuota, hingga perlu berganti nama. Jadi, sepertinya ini hanya pertimbangan kepentingan yang paling sesuai (untuk saat ini menghadapi 2014). Yang mungkin menarik untuk disimak adalah mengapa umat Islam tak lagi dianggap menarik ? Bukankah sampai sekarang secara jumlah, umat Islam masih yang terbesar ? Kalau sisi jumlah tak lagi menarik bagi "para pengumpul suara" (baca : partai), maka kira-kira apa yang menarik ? Apakah kalau menjadi nasional-religius menjadi lebih populis ? Ataukah karena, kalau ada sebagian nasional-nya menjadi agak tidak apa-apa jika "terpaksa" korupsi ? Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan. Salam "diskusi sehat" PakPur

