Walaupun bukan pengamat partai tp menurut saya justru malah akan 
blunder=mundur, krn ini hanya pemikiran elit partainya akan kemenagan 
2014, emang yang nonmuslim ngak punya partai apa? kemenangan yang hakiki adalah 
gimana partai tersebut bisa mengambil hati dan bisa mempertahankan para kader 
dan simpatisannya memegang amanah dari para pemilihnya untuk tidak berbuat 
mengecewakan, insyaAllah para pemilih dan calon pemilih yang lain terus akan 
berdatangan untuk memilihnya.




________________________________
From: muhamad kundarto <[email protected]>
To: milist alumni <[email protected]>; kendal online 
<[email protected]>
Sent: Sat, June 19, 2010 7:05:03 AM
Subject: [kendal-online] PKS blunder?

  
Beberapa hari yang lalu muncul gerakan masif untuk anti facebook, karena 
perangkat ini dianggap sebagai hasil karya orang yahudi dan diyakini sebagian 
penghasilannya disetorkan ke Israel, yang notabene sedang disorot dunia karena 
menyerang Kapal Mavi (berisi relawan kemanusiaan) . Gerakan itu mendorong agar 
orang-orang menutup akun FB dan pindah ke FB lain yang namanya berbeda dan 
jelas pembuatnya berbeda. Entah kalo isinya mirip atau kagak.... :)

Fenomena di atas ini banyak yang meng-amini, tapi banyak pula yang tidak 
ikut-ikutan. Gerakan itu mirip dengan "gerakan anti produk amerika" manakala 
ada kebijakan negara USA yang dianggap kontroversi.

Jika melongok ke gerakan Partai, saya menilai PKS merupakan partai yang 
mengandalkan gerakan eklusif dari dukungan golongan tertentu. Basis massanya 
pun mengakar sampai mahasiswa. Namun sangat kaget ketika ada agenda pertemuan 
PKS yang "lain dari biasanya". Satu, pertemuan dilaksanakan di hotel milik luar 
negeri. Sampai ada foto unik di dalam ruang buang air untuk pria ditambahkan 
ember-ember. Dua, PKS membuka diri untuk pengurus dan keanggotaan non muslim, 
padahal partai ini sebelumnya identik dengan partai islam; sekarang jadi partai 
Nasionalis-Religius . Yang saya tanggapi nomor dua saja, karena yang paling 
krusial.

Saya jadi ingat gerakan partai PAN, dimana saat awal berdirinya sangat 
bergantung pada massa muhammadiyah dan ketokohan Amien Rais. Namun dengan 
gerakan PAN sebagai partai nasionalis religius, dimana beberapa tokoh teras PAN 
adalah non muslim, maka sebagian anggotanya merasa tidak nyaman dan tidak puas. 
Kemudian waktu itu munculah PKS, yang diyakini mampu menyedot sebagian besar 
massa PAN. Analisis perolehan pemilu cenderung hasil total partai-partai islam 
jumlahnya relatif sama, walaupun jumlah partainya berbeda. Mungkin inilah salah 
satu alasan PKS, agar bisa memenangkan pemilu, membuat terobosan baru dengan 
membuka diri untuk golongan lain. Tentu saja manuver ini akan berhadapan dengan 
Partai Demokrat, PDIP, dan Golkar yang sejak doeloe bernafas Nasionalis.

Tulisan ini sekedar pendahuluan yang menarik untuk didiskusikan, karena boleh 
jadi kita termasuk massa fanatik salah satu partai di atas. Namun agar 
diskusinya fokus, hanya satu pertanyaan yang perlu dijawab, Apakah manuver PKS 
dari partai religius ke nasionalis-religius ini merupakan langkah maju ataukah 
malah blunder?
Dilihat dari karakter dasar kaum fanatis yang tidak mau campur dengan kaum lain 
di luar golongannya, menurut saya, langkah ini malah menuju ke jalan blunder 
(baca: gerakan mundur).
Silahkan bagaimana pendapat anda....... yuk diskusi..... ...


catt :
mohon koreksi jika ada kutipan fakta di atas yang kurang pas  




      

Kirim email ke