Intinya untuk urusan transfer menstransfer uang lewat ATM hati-hati, bukan 
hanya dalam bisnis online saja tp hampir semua bisnis transaksi jual beli di 
situ para penjahat/oknum memainkan penipuannya, harus waspada dan tenang untuk 
menghadapai transaksi transfer seperti itu, buat penjual ngak perlu proaktif 
dalam merespon masuknya uang ke rekening anda, banyak cara yang lebih aman 
untuk mengecek spt yang di jelaskan dibawah oleh Mas Asrofi atau anda setelah 
mengecek, masuk atau belum ngak perlu anda konfirmasi selama masih di depan 
ATM, pulang dan tunggu penjahat itu telpon kembali, dan buat calon pembeli juga 
jangan terlalu bernafsu karena anda nanti akan diarahkan seakan-akan anda 
diminta transfer/uang DP mendahului calon pembeli lain yang sedang dan akan 
membeli barang yang sama, sehingga anda kalau tidak hati2 akan cepat2 melakukan 
langkah tersebut sebelum orang lain mengambilnya, biasanya hal spt ini akan 
anda jumpai saat anda mau membeli mobil bekas
 karena iklannya sangat menarik dan murah pasti yang membacanya akan tergiur 
padahal ini jebakan.

Hati-hati dan waspadalah
Tetap gunakan kemajuan Teknologi yang ada semaksimal mungkin, jangan takut !!!

Salam
Budi Yuwono




________________________________
From: ASROFI <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wed, June 23, 2010 12:50:11 AM
Subject: Re: [kendal-online] Waspadalah Bagi Anda yang Berbisnis Online

  
Mas farid dan rekan semua,

        1. Wah berarti itu sudah niat mau macem-macem ya, kok sampai ada 
pemaksaan lewat telepon segala, walau saya juga tidak jelas proses penipuannya 
gimana, aku baca berulang2 tetep belum paham letak "manuver" percobaan 
penipuannya, ya karena memang ga tahu dunia penipuan atm.
        2. Saya juga bisnis online http://domainhostin g.web.id, 
http://busanamuslim ah.web.id, dan lainnya. Kalau saya lebih memilih ngecek 
uang lewat Internet Banking. Selain itu lebih enak lagi kalau di bank mandiri 
kita bisa dapet sms otomatis kalau ada uang masuk, kalau BCA notifikasi sms itu 
juga bisa tapi mahal.
        3. Saran saya dengan alasan apapun jangan mau diarahkan oleh customer 
nomor bank lain, semua nomor bank sebaiknya kita tampilkan di website kita. Ini 
juga akan mempengaruhi trust si calon pembeli. Contoh http://domainhostin 
g.web.id/ cara-pembayaran/, 

        4. Dalam bisnis online yang sifatnya penjualan barang langsung 
(mengharuskan terima uang melalui rekening atau lainnya) juga akan lebih baik 
menyertakan sebanyak mungkin rekening bank yg berbeda, ini akan memudahkan 
customer untuk segera mengeluarkan koceknya. Memberikan jalan pembayaran lewat 
cash atau datang ke kantor juga akan menambah trust si calon customer.
        5. Kalau kita cek rekening balum ada uang ya jangan terlalu risau, 
biarkan si customer berurusan dengan bank. Urusan kita menerima saja.
        6. Dan jangan mau mengirim barnag duluan sebelum pembayaran benar-benar 
kita terima.Btw, Jangan bicara terlalu jujur sama orang pak, masa calon 
customer tanya isi rekening dijawab ada 50.000, bargaining posision seoanrg 
businese owner mendadak hilang tuh mas.. huhehehe. 

Mudah-mudahan tips di atas juga membantu urun rembug.

salam

ASROFI - Also Another Internet Marketer.

Address 1 : Jl. RA Kartini No.14 Kebumen Sukorejo Kendal Jawa Tengah
Address 2 : Jl. Attahiriyah No.33H Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta Selatan
Address 3 : Ds. Getas Blawong Rt.02 Rw.04 Pageruyung Kendal

Mobile  : +6281 311 661 479
Yahoo : asrofism
G-Talk : m...@asrofi. web.id
Email : m...@asrofi. web.id
Blog : www.asrofi.web. id
Office : www.sentraproperty. com



2010/6/23 FARID MUJIB <farid_richi@ yahoo.com>

  
>Waspadalah Bagi Anda yang Berbisnis Online
> 
>Kejadian ini menimpa aku dan temanku (Elvan) yang sedang mencoba bisnis kepala 
>udang kering secara on line. Suatu malam, sekitar ba’da isya ada seorang yang 
>mengaku bernama Marzuki dari Bandung hendak memesan kepala udang senilai dua 
>juta rupiah. 
> 
>Nah si Marzuki ini menelfon Elvan, katanya mau transfer uangnya malam itu 
>juga. Dia minta nomor rekening Elvan dan “mensyaratkan” kalau bisa rekening 
>Mandiri saja. Nah anehnya dia bertanya jumlah uang yang ada di rekening itu. 
>Kemudian Elvan menjawab kalau uang di rekening tabungannya hanya tinggal lima 
>puluh ribu rupiah. Mendengar jawaban Elvan, si Marzuki kemudian mendadak 
>bilang kalau ATM Mandiri sedang trouble. Karena Elvan masih awam tentang 
>per-ATM-an, maka dia tak menaruh curiga sama sekali.
> 
>Selanjutnya, si Marzuki menanyakan, apakah ada rekening yang lain atau tidak? 
>Dan tanpa pikir panjang, Elvan menelpon aku dan  meminta nomor rekening 
>BNI-ku, untuk menerima transfer uang pembelian udang kering. Ku SMS-kan nomor 
>rekeningku ke Elvan. Selang lima menit, orang yang mengaku bernama Marzuki 
>menelfonku. Dengan logat seperti orang Ambon, dia memintaku untuk mengecek 
>apakah uang transfernya sudah masuk ataukah belum. 
> 
>Setelah kucek di ATM, ternyata uangnya belum masuk. Kemudian si Marzuki 
>menelfonku lagi, ku bilang padanya kalau uangnya belum masuk.  Ia tutup telpon 
>sejenak dan katanya mau menghubungi operator BNI untuk klarifikasi pengiriman. 
>Dan beberapa saat kemudian ada telfon lagi. Aku kaget, karena setelah ku 
>angkat ada pihak lain yang berbicara, alias ada teleconference antara aku, 
>Marzuki, dan orang yang mengaku sebagai operator BNI. Si Marzuki menyuruhku 
>untuk berbicara pada si “operator” tersebut. Kemudian si operator memanduku 
>untuk memasukkan kartu ATM ke mesinnya dan mengecek saldo. Kucek saldonya, 
>ternyata belum ada penambahan. Akupun mulai curiga, pasti ada sesuatu yang 
>tidak beres. Langsung saja ku cancel, ku lihat ada beberapa orang yang ngatri 
>diluar, maka akupun keluar dari ATM. 
> 
>Si operator kemudian bertanya “Bagaimana Pak, sudah terkirim?”. Ku jawab 
>belum, dan aku bilang kalau aku terpakasa keluar ATM karena gak enak, di 
>belakangku banyak orang yang ngantri.  
> 
>Mendengar jawabanku, si operator seakan-akan mendesak dan nada bicaranya 
>kemudian meninggi: “Ayo Pak cepat, ini uangnya akan segera saya konfirmasi”.
> 
>Kemudian aku sadar, dan mbatin “mana ada operator yang bicaranya sambil 
>marah-marah seperti itu?”. Biasanya mah operator itu bicaranya sopan-sopan, 
>layaknya operator TELKOMSEL yang sering saya kerjai, hehe. Kututup telfonnya 
>dan langsung saja aku cabut meninggalkan ATM. Ku telfon lagi si Marzuki, dan 
>pengen ku pisuhi. E… ternyata di seberang sana terdengar: “Nomor yang anda 
>tuju sedang tidak aktif, cobalah beberapa saat lagi”. 
> 
>ALHAMDULILLAH, ternyata aku masih dilindungi dari penipuan dan misuhi orang.
> 
>Bagi warga KOL, semoga pengalaman saya ini bisa menjadi pelajaran. Paling 
>tidak, jika kita pengen bisnis online harus menguasai dunia per-ATM-an, agar 
>terhindar dari segala modus penipuan.
>
>
>Salam,
>Farid Khusnul Mujib
>
>
>
>
>========== 
>NB: Sampai saat ini saya belum tahu, apakah benar ada operator yang bertugas 
>mengklarifikasi uang transfer yang belum terkirim seperti contoh kasus di 
>atas? Mohon bagi warga KOL yang lebih tahu bisa memberi penjelasan, biar saya 
>lebih mudeng dunia per-ATM-an, karena saya lumayan “katrok” untuk masalah ini. 
> Terima kasih banyak sebelumnya.
> 
> 
>. 
>  
>




      

Kirim email ke