he...he...
semoga tidak terjadi pada saya ya.... ;-D --hajir-- ===================== Sedang mengembangan : "Distro Linux KeluargaPEDIA". Referensi berbentuk Ensiklopedi Keluarga dan Rumah Tangga. Untuk para Orang Tua, agar Semakin Pintar,Cerdas dan Bijaksana. ===================== --- On Wed, 6/23/10, ery wijaya <[email protected]> wrote: From: ery wijaya <[email protected]> Subject: Re: [kendal-online] Waspadalah Bagi Anda yang Berbisnis Online To: [email protected] Date: Wednesday, June 23, 2010, 10:51 AM Oalah, saya baru tau klo ternyata mas Farid ini genit juga suka nggodain mbak2nya operator TELKOMSEL hahaha Salam, Ery Wijaya http://erywijaya. wordpress. com/ http://energyplanni ng.wordpress. com From: "aldar_combo@ hotmail.com" <aldar_combo@ hotmail.com> To: kendal-online@ yahoogroups. com Sent: Wed, 23 June, 2010 10:35:23 Subject: Re: [kendal-online] Waspadalah Bagi Anda yang Berbisnis Online Jangan dikerjain dong operator TELKOMSEL. Kasian kan pak...Powered by Telkomsel BlackBerry®From: FARID MUJIB <farid_richi@ yahoo.com> Sender: kendal-online@ yahoogroups. com Date: Tue, 22 Jun 2010 10:13:54 -0700 (PDT)To: <kendal-online@ yahoogroups. com>ReplyTo: kendal-online@ yahoogroups. com Subject: [kendal-online] Waspadalah Bagi Anda yang Berbisnis Online Waspadalah Bagi Anda yang Berbisnis Online Kejadian ini menimpa aku dan temanku (Elvan) yang sedang mencoba bisnis kepala udang kering secara on line. Suatu malam, sekitar ba’da isya ada seorang yang mengaku bernama Marzuki dari Bandung hendak memesan kepala udang senilai dua juta rupiah. Nah si Marzuki ini menelfon Elvan, katanya mau transfer uangnya malam itu juga. Dia minta nomor rekening Elvan dan “mensyaratkan” kalau bisa rekening Mandiri saja. Nah anehnya dia bertanya jumlah uang yang ada di rekening itu. Kemudian Elvan menjawab kalau uang di rekening tabungannya hanya tinggal lima puluh ribu rupiah. Mendengar jawaban Elvan, si Marzuki kemudian mendadak bilang kalau ATM Mandiri sedang trouble. Karena Elvan masih awam tentang per-ATM-an, maka dia tak menaruh curiga sama sekali. Selanjutnya, si Marzuki menanyakan, apakah ada rekening yang lain atau tidak? Dan tanpa pikir panjang, Elvan menelpon aku dan meminta nomor rekening BNI-ku, untuk menerima transfer uang pembelian udang kering. Ku SMS-kan nomor rekeningku ke Elvan. Selang lima menit, orang yang mengaku bernama Marzuki menelfonku. Dengan logat seperti orang Ambon, dia memintaku untuk mengecek apakah uang transfernya sudah masuk ataukah belum. Setelah kucek di ATM, ternyata uangnya belum masuk. Kemudian si Marzuki menelfonku lagi, ku bilang padanya kalau uangnya belum masuk. Ia tutup telpon sejenak dan katanya mau menghubungi operator BNI untuk klarifikasi pengiriman. Dan beberapa saat kemudian ada telfon lagi. Aku kaget, karena setelah ku angkat ada pihak lain yang berbicara, alias ada teleconference antara aku, Marzuki, dan orang yang mengaku sebagai operator BNI. Si Marzuki menyuruhku untuk berbicara pada si “operator” tersebut. Kemudian si operator memanduku untuk memasukkan kartu ATM ke mesinnya dan mengecek saldo. Kucek saldonya, ternyata belum ada penambahan. Akupun mulai curiga, pasti ada sesuatu yang tidak beres. Langsung saja ku cancel, ku lihat ada beberapa orang yang ngatri diluar, maka akupun keluar dari ATM. Si operator kemudian bertanya “Bagaimana Pak, sudah terkirim?”. Ku jawab belum, dan aku bilang kalau aku terpakasa keluar ATM karena gak enak, di belakangku banyak orang yang ngantri. Mendengar jawabanku, si operator seakan-akan mendesak dan nada bicaranya kemudian meninggi: “Ayo Pak cepat, ini uangnya akan segera saya konfirmasi”. Kemudian aku sadar, dan mbatin “mana ada operator yang bicaranya sambil marah-marah seperti itu?”. Biasanya mah operator itu bicaranya sopan-sopan, layaknya operator TELKOMSEL yang sering saya kerjai, hehe. Kututup telfonnya dan langsung saja aku cabut meninggalkan ATM. Ku telfon lagi si Marzuki, dan pengen ku pisuhi. E… ternyata di seberang sana terdengar: “Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, cobalah beberapa saat lagi”. ALHAMDULILLAH, ternyata aku masih dilindungi dari penipuan dan misuhi orang. Bagi warga KOL, semoga pengalaman saya ini bisa menjadi pelajaran. Paling tidak, jika kita pengen bisnis online harus menguasai dunia per-ATM-an, agar terhindar dari segala modus penipuan. Salam,Farid Khusnul Mujib ========== NB: Sampai saat ini saya belum tahu, apakah benar ada operator yang bertugas mengklarifikasi uang transfer yang belum terkirim seperti contoh kasus di atas? Mohon bagi warga KOL yang lebih tahu bisa memberi penjelasan, biar saya lebih mudeng dunia per-ATM-an, karena saya lumayan “katrok” untuk masalah ini. Terima kasih banyak sebelumnya. .

