tampaknya mas asrofi paham bener nih soal online marketers. tapi nice tipslah dari mas asrofi. cuman yang bikin geli "Jangan bicara terlalu jujur sama orang pak". suruh bohong ya mas???. (cuman guyon) mungkin maksudnya tak perlu untuk mengatakan selengkap-lengkapnya ampe nominal yang ada dalam tabungan. ane juga ngikuti saran mas asrofi pake internet banking. saran biar lebih aman lagi klo lewat online menggunakan jasa Rekber : linknya disini saya beberapa kali menggunakan jasa itu dan benar2 aman sementara ini. moga bisa membantu.
--- On Wed, 6/23/10, ASROFI <[email protected]> wrote: From: ASROFI <[email protected]> Subject: Re: [kendal-online] Waspadalah Bagi Anda yang Berbisnis Online To: [email protected] Date: Wednesday, June 23, 2010, 12:50 AM Mas farid dan rekan semua, Wah berarti itu sudah niat mau macem-macem ya, kok sampai ada pemaksaan lewat telepon segala, walau saya juga tidak jelas proses penipuannya gimana, aku baca berulang2 tetep belum paham letak "manuver" percobaan penipuannya, ya karena memang ga tahu dunia penipuan atm. Saya juga bisnis online http://domainhostin g.web.id, http://busanamuslim ah.web.id, dan lainnya. Kalau saya lebih memilih ngecek uang lewat Internet Banking. Selain itu lebih enak lagi kalau di bank mandiri kita bisa dapet sms otomatis kalau ada uang masuk, kalau BCA notifikasi sms itu juga bisa tapi mahal. Saran saya dengan alasan apapun jangan mau diarahkan oleh customer nomor bank lain, semua nomor bank sebaiknya kita tampilkan di website kita. Ini juga akan mempengaruhi trust si calon pembeli. Contoh http://domainhostin g.web.id/ cara-pembayaran/, Dalam bisnis online yang sifatnya penjualan barang langsung (mengharuskan terima uang melalui rekening atau lainnya) juga akan lebih baik menyertakan sebanyak mungkin rekening bank yg berbeda, ini akan memudahkan customer untuk segera mengeluarkan koceknya. Memberikan jalan pembayaran lewat cash atau datang ke kantor juga akan menambah trust si calon customer. Kalau kita cek rekening balum ada uang ya jangan terlalu risau, biarkan si customer berurusan dengan bank. Urusan kita menerima saja.Dan jangan mau mengirim barnag duluan sebelum pembayaran benar-benar kita terima. Btw, Jangan bicara terlalu jujur sama orang pak, masa calon customer tanya isi rekening dijawab ada 50.000, bargaining posision seoanrg businese owner mendadak hilang tuh mas.. huhehehe. Mudah-mudahan tips di atas juga membantu urun rembug. salam ASROFI - Also Another Internet Marketer. Address 1 : Jl. RA Kartini No.14 Kebumen Sukorejo Kendal Jawa Tengah Address 2 : Jl. Attahiriyah No.33H Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta Selatan Address 3 : Ds. Getas Blawong Rt.02 Rw.04 Pageruyung Kendal Mobile : +6281 311 661 479 Yahoo : asrofism G-Talk : m...@asrofi. web.id Email : m...@asrofi. web.id Blog : www.asrofi.web. id Office : www.sentraproperty. com 2010/6/23 FARID MUJIB <farid_richi@ yahoo.com> Waspadalah Bagi Anda yang Berbisnis Online Kejadian ini menimpa aku dan temanku (Elvan) yang sedang mencoba bisnis kepala udang kering secara on line. Suatu malam, sekitar ba’da isya ada seorang yang mengaku bernama Marzuki dari Bandung hendak memesan kepala udang senilai dua juta rupiah. Nah si Marzuki ini menelfon Elvan, katanya mau transfer uangnya malam itu juga. Dia minta nomor rekening Elvan dan “mensyaratkan” kalau bisa rekening Mandiri saja. Nah anehnya dia bertanya jumlah uang yang ada di rekening itu. Kemudian Elvan menjawab kalau uang di rekening tabungannya hanya tinggal lima puluh ribu rupiah. Mendengar jawaban Elvan, si Marzuki kemudian mendadak bilang kalau ATM Mandiri sedang trouble. Karena Elvan masih awam tentang per-ATM-an, maka dia tak menaruh curiga sama sekali. Selanjutnya, si Marzuki menanyakan, apakah ada rekening yang lain atau tidak? Dan tanpa pikir panjang, Elvan menelpon aku dan meminta nomor rekening BNI-ku, untuk menerima transfer uang pembelian udang kering. Ku SMS-kan nomor rekeningku ke Elvan. Selang lima menit, orang yang mengaku bernama Marzuki menelfonku. Dengan logat seperti orang Ambon, dia memintaku untuk mengecek apakah uang transfernya sudah masuk ataukah belum. Setelah kucek di ATM, ternyata uangnya belum masuk. Kemudian si Marzuki menelfonku lagi, ku bilang padanya kalau uangnya belum masuk. Ia tutup telpon sejenak dan katanya mau menghubungi operator BNI untuk klarifikasi pengiriman. Dan beberapa saat kemudian ada telfon lagi. Aku kaget, karena setelah ku angkat ada pihak lain yang berbicara, alias ada teleconference antara aku, Marzuki, dan orang yang mengaku sebagai operator BNI. Si Marzuki menyuruhku untuk berbicara pada si “operator” tersebut. Kemudian si operator memanduku untuk memasukkan kartu ATM ke mesinnya dan mengecek saldo. Kucek saldonya, ternyata belum ada penambahan. Akupun mulai curiga, pasti ada sesuatu yang tidak beres. Langsung saja ku cancel, ku lihat ada beberapa orang yang ngatri diluar, maka akupun keluar dari ATM. Si operator kemudian bertanya “Bagaimana Pak, sudah terkirim?”. Ku jawab belum, dan aku bilang kalau aku terpakasa keluar ATM karena gak enak, di belakangku banyak orang yang ngantri. Mendengar jawabanku, si operator seakan-akan mendesak dan nada bicaranya kemudian meninggi: “Ayo Pak cepat, ini uangnya akan segera saya konfirmasi”. Kemudian aku sadar, dan mbatin “mana ada operator yang bicaranya sambil marah-marah seperti itu?”. Biasanya mah operator itu bicaranya sopan-sopan, layaknya operator TELKOMSEL yang sering saya kerjai, hehe. Kututup telfonnya dan langsung saja aku cabut meninggalkan ATM. Ku telfon lagi si Marzuki, dan pengen ku pisuhi. E… ternyata di seberang sana terdengar: “Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, cobalah beberapa saat lagi”. ALHAMDULILLAH, ternyata aku masih dilindungi dari penipuan dan misuhi orang. Bagi warga KOL, semoga pengalaman saya ini bisa menjadi pelajaran. Paling tidak, jika kita pengen bisnis online harus menguasai dunia per-ATM-an, agar terhindar dari segala modus penipuan. Salam, Farid Khusnul Mujib ========== NB: Sampai saat ini saya belum tahu, apakah benar ada operator yang bertugas mengklarifikasi uang transfer yang belum terkirim seperti contoh kasus di atas? Mohon bagi warga KOL yang lebih tahu bisa memberi penjelasan, biar saya lebih mudeng dunia per-ATM-an, karena saya lumayan “katrok” untuk masalah ini. Terima kasih banyak sebelumnya. __,_._,__

