Pengalaman pribadiku juga nih, ada telepon masuk ke hape ngakunya dari salah 
operator seluler kemudian dia nyerocos ngomong kalo aku mendapatkan hadiah 
undian dan disuruh untuk hub nomer atasannya, dengan gaya "mbodo" aku minta 
ulang no yg dia sebutkan, eh ga tahunya malah dia marah2 dan mengumpat kata2 
semua isi kebun binatang dan langsung saja menutup telpon. Belajar dr sini saya 
ingin menekan kan untuk waspada terhadap telpon masuk yang nomernya tidak kita 
kenal, apalagi kemudian yang telpon bukanlah kawan atau kenalan kita, jd 
waspadalah,waspadalah..........

--- Pada Sel, 22/6/10, ASROFI <[email protected]> menulis:

Dari: ASROFI <[email protected]>
Judul: Re: [kendal-online] Waspadalah Bagi Anda yang Berbisnis Online
Kepada: [email protected]
Tanggal: Selasa, 22 Juni, 2010, 10:50 AM







 



  


    
      
      
      Mas farid dan rekan semua,
Wah berarti itu sudah niat mau macem-macem ya, kok sampai ada pemaksaan lewat 
telepon segala, walau saya juga tidak jelas proses penipuannya gimana, aku baca 
berulang2 tetep belum paham letak "manuver" percobaan penipuannya, ya karena 
memang ga tahu dunia penipuan atm.
Saya juga bisnis online http://domainhostin g.web.id, http://busanamuslim 
ah.web.id, dan lainnya. Kalau saya lebih memilih ngecek uang lewat Internet 
Banking. Selain itu lebih enak lagi kalau di bank mandiri kita bisa dapet sms 
otomatis kalau ada uang masuk, kalau BCA notifikasi sms itu juga bisa tapi 
mahal.
Saran saya dengan alasan apapun jangan mau diarahkan oleh customer nomor bank 
lain, semua nomor bank sebaiknya kita tampilkan di website kita. Ini juga akan 
mempengaruhi trust si calon pembeli. Contoh http://domainhostin g.web.id/ 
cara-pembayaran/, 

Dalam bisnis online yang sifatnya penjualan barang langsung (mengharuskan 
terima uang melalui rekening atau lainnya) juga akan lebih baik menyertakan 
sebanyak mungkin rekening bank yg berbeda, ini akan memudahkan customer untuk 
segera mengeluarkan koceknya. Memberikan jalan pembayaran lewat cash atau 
datang ke kantor juga akan menambah trust si calon customer.
Kalau kita cek rekening balum ada uang ya jangan terlalu risau, biarkan si 
customer berurusan dengan bank. Urusan kita menerima saja.Dan jangan mau 
mengirim barnag duluan sebelum pembayaran benar-benar kita terima.
Btw, Jangan bicara terlalu jujur sama orang pak, masa calon customer tanya isi 
rekening dijawab ada 50.000, bargaining posision seoanrg businese owner 
mendadak hilang tuh mas.. huhehehe. 

Mudah-mudahan tips di atas juga membantu urun rembug.


salam

ASROFI - Also Another Internet Marketer.

Address 1 : Jl. RA Kartini No.14 Kebumen Sukorejo Kendal Jawa Tengah
Address 2 : Jl. Attahiriyah No.33H Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta Selatan

Address 3 : Ds. Getas Blawong Rt.02 Rw.04 Pageruyung Kendal

Mobile  : +6281 311 661 479
Yahoo : asrofism
G-Talk : m...@asrofi. web.id
Email : m...@asrofi. web.id

Blog : www.asrofi.web. id
Office : www.sentraproperty. com



2010/6/23 FARID MUJIB <farid_richi@ yahoo.com>
















 



  


    
      
      
      Waspadalah Bagi Anda yang
Berbisnis Online

 

Kejadian ini menimpa aku dan
temanku (Elvan) yang sedang mencoba bisnis kepala udang kering secara on line. 
Suatu
malam, sekitar ba’da isya ada seorang yang mengaku bernama Marzuki dari Bandung
hendak memesan kepala udang senilai dua juta rupiah. 

 

Nah si Marzuki ini menelfon Elvan,
katanya mau transfer uangnya malam itu juga. Dia minta nomor rekening Elvan dan
“mensyaratkan” kalau bisa rekening Mandiri saja. Nah anehnya dia bertanya
jumlah uang yang ada di rekening itu. Kemudian Elvan menjawab kalau uang di 
rekening
tabungannya hanya tinggal lima puluh ribu rupiah. Mendengar jawaban Elvan, si
Marzuki kemudian mendadak bilang kalau ATM Mandiri sedang trouble. Karena Elvan
masih awam tentang per-ATM-an, maka dia tak menaruh curiga sama sekali.

 

Selanjutnya, si Marzuki menanyakan,
apakah ada rekening yang lain atau tidak? Dan tanpa pikir panjang, Elvan
menelpon aku dan  meminta nomor rekening
BNI-ku, untuk menerima transfer uang pembelian udang kering. Ku SMS-kan nomor
rekeningku ke Elvan. Selang lima menit, orang yang mengaku bernama Marzuki
menelfonku. Dengan logat seperti orang Ambon, dia memintaku untuk mengecek
apakah uang transfernya sudah masuk ataukah belum. 

 

Setelah kucek di ATM, ternyata uangnya
belum masuk. Kemudian si Marzuki menelfonku lagi, ku bilang padanya kalau
uangnya belum masuk.  Ia tutup telpon
sejenak dan katanya mau menghubungi operator BNI untuk klarifikasi pengiriman.
Dan beberapa saat kemudian ada telfon lagi. Aku kaget, karena setelah ku angkat
ada pihak lain yang berbicara, alias ada teleconference antara aku, Marzuki,
dan orang yang mengaku sebagai operator BNI. Si Marzuki menyuruhku untuk
berbicara pada si “operator” tersebut. Kemudian si operator memanduku untuk
memasukkan kartu ATM ke mesinnya dan mengecek saldo. Kucek saldonya, ternyata
belum ada penambahan. Akupun mulai curiga, pasti ada sesuatu yang tidak beres.
Langsung saja ku cancel, ku lihat ada beberapa orang yang ngatri diluar, maka 
akupun
keluar dari ATM. 

 

Si operator kemudian bertanya “Bagaimana
Pak, sudah terkirim?”. Ku jawab belum, dan aku bilang kalau aku terpakasa keluar
ATM karena gak enak, di belakangku banyak orang yang ngantri.  

 

Mendengar jawabanku, si operator
seakan-akan mendesak dan nada bicaranya kemudian meninggi: “Ayo Pak cepat, ini
uangnya akan segera saya konfirmasi”.

 

Kemudian aku sadar, dan mbatin “mana
ada operator yang bicaranya sambil marah-marah seperti itu?”. Biasanya mah
operator itu bicaranya sopan-sopan, layaknya operator TELKOMSEL yang sering
saya kerjai, hehe. Kututup telfonnya dan langsung saja aku cabut meninggalkan
ATM. Ku telfon lagi si Marzuki, dan pengen ku pisuhi. E… ternyata di seberang
sana terdengar: “Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, cobalah beberapa saat
lagi”. 

 

ALHAMDULILLAH, ternyata aku masih
dilindungi dari penipuan dan misuhi orang.

 

Bagi warga KOL, semoga pengalaman
saya ini bisa menjadi pelajaran. Paling tidak, jika kita pengen bisnis online
harus menguasai dunia per-ATM-an, agar terhindar dari segala modus penipuan.
Salam,
Farid Khusnul Mujib



========== 

NB: Sampai saat ini saya belum
tahu, apakah benar ada operator yang bertugas mengklarifikasi uang transfer
yang belum terkirim seperti contoh kasus di atas? Mohon bagi warga KOL yang
lebih tahu bisa memberi penjelasan, biar saya lebih mudeng dunia per-ATM-an,
karena saya lumayan “katrok” untuk masalah ini.  Terima kasih banyak sebelumnya.

 

 

. 

 








      

    
     

    
    






  










    
     

    
    


 



  





Kirim email ke