Setiap ruangan pasti punya karakter akustik yg berbeda2, nah lalu
diciptakannya EQ. Jadi tujuan EQ itu awalnya adalah baik supaya kalau
ada sound system di suatu tempat di mana reproduksi suara nya dari
20Hz - 20KHz tdk merata menjadi merata. Tapi pada akhirnya justru
disalah gunakan. 

Sekali lagi, sering2 lah mendengar suara drum asli seperti apa, begitu
telinga kita terlatih maka dgn referensi tsb dgn mudah kita bs menilai
suatu sound system tsb EQ nya berlebihan atau tdk.
Pemilihan alat musik drum itu karena punya alasan kuat dibanding
pemilihan alat musik lainnya.

Telinga manusia memang kurang peka di freq low dan high utk volume
suara kecil, itulah makanya di home audio ada tombol LOUDNESS tetapi
org awam justru sdh meng aktifkan LOUDNESS plus ditambah lagi EQ dgn
bentuk V tsb. Ini khan bukan karena efek Fletcher Munson Curve lagi..

Di ampli audio home yg bagus, set vol suara 1/4 lalu mainkan tombol
LOUDNESS maka akan terasa bedanya, set vol suara hampir 1/2 lalu
mainkan tombol LOUDNES lagi, maka pada setting vol seperti ini tombol
LOUDNESS sdh tdk berfungsi karena suara sdh bs dikatakan lebh dari
80db. Kalau desain ampli nya kurang baik, sampai setting vol seperti
itu, tombol LOUDNESS masih aktif.

Di dunia ortung, dijamin vol suara sdh diatas 80db jd penggunaan EQ
tdk diperlukan lagi cuma yah seperti yg saya katakan salah kaprah,
tetap saja ortung2 tsb memainkan EQ.



TIA,
P. Tjandra.
Jkt.



--- In [email protected], "g.a.mantiri"
<g_a_mant...@...> wrote:
>
> Kalo saya sih penggunaan equalizer itu sah-sah saja dan terbukti
bermanfaat.
> Sebagai tambahan, setting graphic equalizer yang bentuk "V" adalah
akibat fisiologi telinga manusia yang kepekaannya pada suara dibawah
85dB memang tidak flat.
> 
> Ini sering disebut sebagai "Fletcher Munson Curve", dimana agar
suara 100Hz (bass) dapat terdengar sama kuat oleh telinga manusia
dengan suara 2 kHz 30 dB, maka suara 100 Hz itu harus sebesar
kira-kira 60dB. Sehingga pada level suara kecil, kita biasanya butuh
bass boost atau equalizer di set nambah bass & treble. 
> Tetapi katanya respons telinga kita jadi hampir flat pada level 85 dB.
> 
> Karena ortung main diatas 80 dB maka mungkin memang tak perlu
equalizer.  Tetapi bila main kurang keras maka biasanya butuh
equalizer V.  Ini memang fisiologi telinga. he he he
> 

Kirim email ke