maaf, penasaran nih, pengen tanya, nama anda koq kayak nama orang rusia yah?
memang banyak orang indonesia yg namanya mirip2 orang arab, india atau eropa 
barat, tapi yg 
<perfect russian>, nama anda nih yang pertama saya kenal.
 
salam
susy (bukan orang belanda)



To: [EMAIL PROTECTED]: [EMAIL PROTECTED]: Sun, 30 Nov 2008 19:38:16 
-0800Subject: Re: [HISTORIA-INDONESIA] Peninggalan Tarumanagara





Oh iya, saya perkenalkan, nama saya Asep. Saya tinggal di Depok (pas perbatasan 
dengan Jakarta dan Bekasi). Saya senang dengan sejarah. Blog saya: 
http://ascheve.multiply.com/.
 
Salam,
Aschev Schuraschev



From: lissy feli <[EMAIL PROTECTED]>To: [EMAIL PROTECTED]: Sunday, November 30, 
2008 9:04:59 PMSubject: Re: [HISTORIA-INDONESIA] Peninggalan Tarumanagara





boleh kenal ga??--- On Wed, 11/26/08, Aschev Schuraschev <[EMAIL PROTECTED] 
com> wrote:
From: Aschev Schuraschev <[EMAIL PROTECTED] com>Subject: [HISTORIA-INDONESIA ] 
Peninggalan TarumanagaraTo: komunitashistoria@ yahoogroups. comDate: Wednesday, 
November 26, 2008, 8:55 AM






Bukti keberadaan Kerajaan Tarumanegara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas (http://id.wikipedia 
.org/wiki/ Bukti_keberadaan _Kerajaan_ Tarumanegara)

Bukti keberadaan Kerajaan Tarumanegara diketahui melalui sumber-sumber yang 
berasal dari dalam maupun luar negeri. Sumber dari dalam negeri berupa 7 buah 
prasasti batu yang ditemukan empat di Bogor, satu di Jakarta dan satu di Lebak 
Banten. Dari prasasti-prasasti ini diketahui bahwa Kerajaan Tarumanegara 
dibangun oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman tahun 358 M dan beliau memerintah 
sampai yahun 382 M. Makam Rajadirajaguru Jayasingawarman ada di sekitar sungai 
Gomatri (wilayah Bekasi). Kerajaan Tarumanegara ialah kelanjutan dari Kerajaan 
Salakanagara.




 

Prasasti yang ditemukan
Tarumanegara meninggalkan 7 (tujuh) prasasti:

Prasasti Ciaruteun

 

Salinan gambar prasasti Ciaruteun dari buku The Sunda Kingdom of West Java From 
Tarumanagara to Pakuan Pajajaran with the Royal Center of Bogor
 
Prasasti Ciaruteun atau prasasti Ciampea ditemukan ditepi sungai Ciarunteun, 
dekat muara sungai Cisadane Bogor prasasti tersebut menggunakan huruf Pallawa 
dan bahasa Sansekerta yang terdiri dari 4 baris disusun ke dalam bentuk Sloka 
dengan metrum Anustubh. Di samping itu terdapat lukisan semacam laba-laba serta 
sepasang telapak kaki Raja Purnawarman.
 
Gambar telapak kaki pada prasasti Ciarunteun mempunyai 2 arti yaitu:

Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan raja atas daerah tersebut (tempat 
ditemukannya prasasti tersebut). 
Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan dan eksistensi seseorang (biasanya 
penguasa) sekaligus penghormatan sebagai dewa. Hal ini berarti menegaskan 
kedudukan Purnawarman yang diibaratkan dewa Wisnu maka dianggap sebagai 
penguasa sekaligus pelindung rakyat 

Prasasti Jambu
Prasasti Jambu atau prasasti Pasir Koleangkak, ditemukan di bukit Koleangkak di 
perkebunan jambu, sekitar 30 km sebelah barat Bogor, prasasti ini juga 
menggunakan bahwa Sansekerta dan huruf Pallawa serta terdapat gambar telapak 
kaki yang isinya memuji pemerintahan raja Mulawarman.

Prasasti Kebonkopi
Prasasti Kebonkopi ditemukan di kampung Muara Hilir kecamatan Cibungbulang 
Bogor . Yang menarik dari prasasti ini adalah adanya lukisan tapak kaki gajah, 
yang disamakan dengan tapak kaki gajah Airawata, yaitu gajah tunggangan dewa 
Wisnu.

Prasasti Muara Cianten
Prasasti Muara Cianten, ditemukan di Bogor, tertulis dalam aksara ikal yang 
belum dapat dibaca. Di samping tulisan terdapat lukisan telapak kaki.

Prasasti Pasir awi
Prasasti Pasir Awi ditemukan di daerah Leuwiliang, juga tertulis dalam aksara 
ikal yang belum dapat dibaca.

Prasasti Cidanghiyang
Prasasti Cidanghiyang atau prasasti Lebak, ditemukan di kampung lebak di tepi 
sungai Cidanghiang, kecamatan Munjul kabupaten Pandeglang Banten. Prasasti ini 
baru ditemukan tahun 1947 dan berisi 2 baris kalimat berbentuk puisi dengan 
huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta. Isi prasasti tersebut mengagungkan 
keberanian raja Purnawarman.

Prasasti Tugu

 

Prasasti Tugu di Museum Nasional
 
Prasasti Tugu di temukan di daerah Tugu, kecamatan Cilincing Jakarta Utara. 
Prasasti ini dipahatkan pada sebuah batu bulat panjang melingkar dan isinya 
paling panjang dibanding dengan prasasti Tarumanegara yang lain, sehingga ada 
beberapa hal yang dapat diketahui dari prasasti tersebut
 
Hal-hal yang dapat diketahui dari prasasti Tugu adalah:

Prasasti Tugu menyebutkan nama dua buah sungai yang terkenal di Punjab yaitu 
sungai Chandrabaga dan Gomati. Dengan adanya keterangan dua buah sungai 
tersebut menimbulkan tafsiran dari para sarjana salah satunya menurut 
Poerbatjaraka. Sehingga secara Etimologi (ilmu yang mempelajari tentang 
istilah) sungai Chandrabaga diartikan sebagai kali Bekasi. 
Prasasti Tugu juga menyebutkan anasir penanggalan walaupun tidak lengkap dengan 
angka tahunnya yang disebutkan adalah bulan phalguna dan caitra yang diduga 
sama dengan bulan Pebruari dan April. 
Prasasti Tugu yang menyebutkan dilaksanakannya upacara selamatan oleh Brahmana 
disertai dengan seribu ekor sapi yang dihadiahkan raja. 

Sumber dari Luar Negeri
Sedangkan sumber-sumber dari luar negeri yang berasal dari berita Tiongkok 
antara lain:

Berita Fa-Hsien, tahun 414 M dalam bukunya yang berjudul Fa-Kao-Chi 
menceritakan bahwa di Ye-po-ti hanya sedikit dijumpai orang-orang yang beragama 
Buddha, yang banyak adalah orang-orang yang beragama Hindu dan sebagian masih 
animisme. 
Berita Dinasti Sui, menceritakan bahwa tahun 528 dan 535 telah datang utusan 
dari To- lo-mo yang terletak di sebelah selatan. 
Berita Dinasti Tang, juga menceritakan bahwa tahun 666 dan 669 telah datang 
utusaan dari To-lo-mo. 
Dari tiga berita di atas para ahli menyimpulkan bahwa istilah To-lo-mo secara 
fonetis penyesuaian kata-katanya sama dengan Tarumanegara.
 
Maka berdasarkan sumber-sumber yang telah dijelaskan sebelumnya maka dapat 
diketahui beberapa aspek kehidupan tentang kerajaan Tarumanegara.
 
Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berkembang antara tahun 400-600 M. 
Berdasarkan prasast-prasati tersebut diketahui raja yang memerintah pada waktu 
itu adalah Purnawarman. Wilayah kekuasaan Purnawarman menurut prasasti Tugu, 
meliputi hapir seluruh Jawa Barat yang membentang dari Banten, Jakarta, Bogor 
dan Cirebon.

Kepurbakalaan Masa Tarumanagara

 

Candi Jiwa di situs Percandian Batujaya




 
No.

 
Nama Situs

 
Artepak

 
Keterangan

1
Kampung Muara
Menhir (3)




Batu dakon (2)




Arca batu tidak berkepala




Struktur Batu kali




Kuburan (tua)


2
Ciampea
Arca gajah (batu)
Rusak berat

3
Gunung Cibodas
Arca
Terbuat dari batu kapur



3 arca duduk




arca raksasa




arca (?)
Fragmen



Arca dewa




Arca dwarapala




Arca brahma
Duduk diatas angsa(Wahana Hamsa)dilengkapi padmasana



Arca (berdiri)
Fragmen kaki dan lapik



(Kartikeya?)




Arca singa (perunggu)
Mus.Nas.no.771

4
Tanjung Barat
Arca siwa (duduk) perunggu
Mus.Nas.no.514a

5
Tanjungpriok
Arca Durga-Kali Batu granit
Mus.Nas. no.296a

6
Tidak diketahui
Arca Rajaresi
Mus.Nas.no.6363

7
Cilincing
sejumlah besar pecahan
settlement pattern

8
Buni
perhiasan emas dalam periuk
settlement pattern



Tempayan




Beliung




Logam perunggu




Logam besi




Gelang kaca




Manik-manik batu dan kaca




Tulang belulang manusia




Sejumlah besar gerabah bentuk wadah


9
Batujaya (Karawang)
Unur (hunyur) sruktur bata
Percandian



Segaran I




Segaran II




Segaran III




Segaran IV




Segaran V




Segaran VI




Talagajaya I




Talagajaya II




Talagajaya III




Talagajaya IV




Talagajaya V




Talagajaya VI




Talagajaya VII


10
Cibuaya
Arca Wisnu I




Arca Wisnu II




Arca Wisnu III




Lmah Duwur Wadon
Candi I



Lmah Duwur Lanang
Candi II



Pipisan batu


Terkait:

Kerajaan Tarumanagara 
Kerajaan Salakanagara 

Rujukan

Richadiana Kartakusuma (1991), Anekaragam Bahasa Prasastidi Jawa Barat Pada 
Abad Ke-5 Masehi sampai Ke-16 Masehi: Suatu Kajian Tentang Munculnya Bahasa 
Sunda. Tesis (yang diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar 
Magister dalam bidang Arkeologi). Fakultas Pasca Sarjana Universitas Indonesia. 
Dinas Purbakala R.I (1964) Laporan Tahunan 1954 Dinas Purbakala Republik 
Indonesia. Djakarta: Dinas Purbakala 
J.L.Moens (1940)"was Purnawarman van Taruma een Sanjaya?" TBG.81 
J. noorduyn and H.Th.Verstappen (1972), "Purnawarman' s River-works near Tugu" 
BKI 128:298-307 
R.M.Ng.Poerbatharak a (l952), Riwayat Indonesia I. Djakarta: Jajasan 
Pembangunan 
Soetjipto Wirjosuparto (1963), The Second Wisnu Image of Cibuaya, West Jawa, 
MISI. I/2: 170-87 
Teguh Asmar (1971), "Preliminary Report on Recent Excavation near the Kenon 
Kopi Inscription (Kampung Muara)" Manusia Indonesia V(4-6), l971:416-424; 
Teguh Asmar (l971) "The Megalithic Tradition" dalam Haryati Soebadio 
et.al.(editor) Dynamic of Indonesian History, Amsterdam. 1978:29-40 
W.P.Groeneveldt, Catalogus der Archaeologische Verzameling van het Bataviaasch 
Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, Batavia l887 
N.J.Krom "inventaris der Hindoe-Oudheden" ROD 1914-1915. 
Hasan Djafar "Pemukiman-Pemukima n Kuna di Daerah akarta dn Sekitarnya" makalah 
pada Dskusi Ilmiah Arkeologi VI, Jakarta 11-12 Februari 1988. IAAI Komda Jawa 
Barat. 
Van der Hoop Catalogus der Prehistorische Verzameling. 1941. 
R.P.Soejono "Indonesia (REgional REport)" Asian Perspectives VI, 1962: 23-24 
I Made Sutayasa (l970) "Gerabah Prasedjarah dari Djawa Barat Utara (kompleks 
Bun), makalah pada Seminar Sjarah Nasional II 
Jurusan Arrkeologi FSUI (l985/1986), Peninggalan Purbakala di Batujaya (naskah 
Laporan untuk Proyek Penelitian Purbakala, Jakarta) 

 
 





_________________________________________________________________
News, entertainment and everything you care about at Live.com. Get it now!
http://www.live.com/getstarted.aspx

Kirim email ke