Biar unik aja, mbak. he he he.

Nama saya juga ada pola pengulangan. Kalau Kris Kristofferson yang menyanyikan 
lagu "Loving her was easier than anything I'll ever do again" menggunakan pola 
"X XYZ" maka saya menggunakan pola "aZ XYZ". ha ha ha

Salam,
Aschev Schuraschev 

 



________________________________
From: susy ong <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, December 1, 2008 11:42:54 AM
Subject: RE: [HISTORIA-INDONESIA] Peninggalan Tarumanagara


maaf, penasaran nih, pengen tanya, nama anda koq kayak nama orang rusia yah?
memang banyak orang indonesia yg namanya mirip2 orang arab, india atau eropa 
barat, tapi yg 
<perfect russian>, nama anda nih yang pertama saya kenal.
 
salam
susy (bukan orang belanda)



________________________________

To: komunitashistoria@ yahoogroups. com
From: aschev_schuraschev@ yahoo.com
Date: Sun, 30 Nov 2008 19:38:16 -0800
Subject: Re: [HISTORIA-INDONESIA ] Peninggalan Tarumanagara



Oh iya, saya perkenalkan, nama saya Asep. Saya tinggal di Depok (pas perbatasan 
dengan Jakarta dan Bekasi). Saya senang dengan sejarah. Blog saya: 
http://ascheve. multiply. com/.

Salam,
Aschev Schuraschev




________________________________
From: lissy feli <[EMAIL PROTECTED] com>
To: komunitashistoria@ yahoogroups. com
Sent: Sunday, November 30, 2008 9:04:59 PM
Subject: Re: [HISTORIA-INDONESIA ] Peninggalan Tarumanagara



boleh kenal ga??

--- On Wed, 11/26/08, Aschev Schuraschev <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:

From: Aschev Schuraschev <[EMAIL PROTECTED] com>
Subject: [HISTORIA-INDONESIA ] Peninggalan Tarumanagara
To: komunitashistoria@ yahoogroups. com
Date: Wednesday, November 26, 2008, 8:55 AM




Bukti keberadaan Kerajaan Tarumanegara
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas (http://id.wikipedia 
.org/wiki/ Bukti_keberadaan _Kerajaan_ Tarumanegara)Bukti keberadaan Kerajaan 
Tarumanegara diketahui melalui sumber-sumber yang berasal dari dalam maupun 
luar negeri. Sumber dari dalam negeri berupa 7 buah prasasti batu yang 
ditemukan empat di Bogor, satu di Jakarta dan satu di Lebak Banten. Dari 
prasasti-prasasti ini diketahui bahwa Kerajaan Tarumanegara dibangun oleh 
Rajadirajaguru Jayasingawarman tahun 358 M dan beliau memerintah sampai yahun 
382 M. Makam Rajadirajaguru Jayasingawarman ada di sekitar sungai Gomatri 
(wilayah Bekasi). Kerajaan Tarumanegara ialah kelanjutan dari Kerajaan 
Salakanagara.

 

Prasasti yang ditemukanTarumanegara meninggalkan 7 (tujuh) prasasti:


Prasasti Ciaruteun
 
Salinan gambar prasasti Ciaruteun dari buku The Sunda Kingdom of West Java 
>From Tarumanagara to Pakuan Pajajaran with the Royal Center of Bogor 
Prasasti Ciaruteun atau prasasti Ciampea ditemukan ditepi sungai Ciarunteun, 
dekat muara sungai Cisadane Bogor prasasti tersebut menggunakan huruf Pallawa 
dan bahasa Sansekerta yang terdiri dari 4 baris disusun ke dalam bentuk Sloka 
dengan metrum Anustubh. Di samping itu terdapat lukisan semacam laba-laba serta 
sepasang telapak kaki Raja Purnawarman.
 
Gambar telapak kaki pada prasasti Ciarunteun mempunyai 2 arti yaitu:

        1. Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan raja atas daerah tersebut 
(tempat ditemukannya prasasti tersebut). 
        2. Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan dan eksistensi seseorang 
(biasanya penguasa) sekaligus penghormatan sebagai dewa. Hal ini berarti 
menegaskan kedudukan Purnawarman yang diibaratkan dewa Wisnu maka dianggap 
sebagai penguasa sekaligus pelindung rakyat 

Prasasti JambuPrasasti Jambu atau prasasti Pasir Koleangkak, ditemukan di bukit 
Koleangkak di perkebunan jambu, sekitar 30 km sebelah barat Bogor, prasasti ini 
juga menggunakan bahwa Sansekerta dan huruf Pallawa serta terdapat gambar 
telapak kaki yang isinya memuji pemerintahan raja Mulawarman.


Prasasti KebonkopiPrasasti Kebonkopi ditemukan di kampung Muara Hilir kecamatan 
Cibungbulang Bogor . Yang menarik dari prasasti ini adalah adanya lukisan tapak 
kaki gajah, yang disamakan dengan tapak kaki gajah Airawata, yaitu gajah 
tunggangan dewa Wisnu.


Prasasti Muara CiantenPrasasti Muara Cianten, ditemukan di Bogor, tertulis 
dalam aksara ikal yang belum dapat dibaca. Di samping tulisan terdapat lukisan 
telapak kaki.


Prasasti Pasir awiPrasasti Pasir Awi ditemukan di daerah Leuwiliang, juga 
tertulis dalam aksara ikal yang belum dapat dibaca.


Prasasti CidanghiyangPrasasti Cidanghiyang atau prasasti Lebak, ditemukan di 
kampung lebak di tepi sungai Cidanghiang, kecamatan Munjul kabupaten Pandeglang 
Banten. Prasasti ini baru ditemukan tahun 1947 dan berisi 2 baris kalimat 
berbentuk puisi dengan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta. Isi prasasti 
tersebut mengagungkan keberanian raja Purnawarman.


Prasasti Tugu
 
Prasasti Tugu di Museum Nasional 
Prasasti Tugu di temukan di daerah Tugu, kecamatan Cilincing Jakarta Utara. 
Prasasti ini dipahatkan pada sebuah batu bulat panjang melingkar dan isinya 
paling panjang dibanding dengan prasasti Tarumanegara yang lain, sehingga ada 
beberapa hal yang dapat diketahui dari prasasti tersebut
 
Hal-hal yang dapat diketahui dari prasasti Tugu adalah:

        1. Prasasti Tugu menyebutkan nama dua buah sungai yang terkenal di 
Punjab yaitu sungai Chandrabaga dan Gomati. Dengan adanya keterangan dua buah 
sungai tersebut menimbulkan tafsiran dari para sarjana salah satunya menurut 
Poerbatjaraka. Sehingga secara Etimologi (ilmu yang mempelajari tentang 
istilah) sungai Chandrabaga diartikan sebagai kali Bekasi. 
        2. Prasasti Tugu juga menyebutkan anasir penanggalan walaupun tidak 
lengkap dengan angka tahunnya yang disebutkan adalah bulan phalguna dan caitra 
yang diduga sama dengan bulan Pebruari dan April. 
        3. Prasasti Tugu yang menyebutkan dilaksanakannya upacara selamatan 
oleh Brahmana disertai dengan seribu ekor sapi yang dihadiahkan raja. 

Sumber dari Luar NegeriSedangkan sumber-sumber dari luar negeri yang berasal 
dari berita Tiongkok antara lain:

        1. Berita Fa-Hsien, tahun 414 M dalam bukunya yang berjudul Fa-Kao-Chi 
menceritakan bahwa di Ye-po-ti hanya sedikit dijumpai orang-orang yang beragama 
Buddha, yang banyak adalah orang-orang yang beragama Hindu dan sebagian masih 
animisme. 
        2. Berita Dinasti Sui, menceritakan bahwa tahun 528 dan 535 telah 
datang utusan dari To- lo-mo yang terletak di sebelah selatan. 
        3. Berita Dinasti Tang, juga menceritakan bahwa tahun 666 dan 669 telah 
datang utusaan dari To-lo-mo. Dari tiga berita di atas para ahli menyimpulkan 
bahwa istilah To-lo-mo secara fonetis penyesuaian kata-katanya sama dengan 
Tarumanegara.
 
Maka berdasarkan sumber-sumber yang telah dijelaskan sebelumnya maka dapat 
diketahui beberapa aspek kehidupan tentang kerajaan Tarumanegara.
 
Kerajaan Tarumanegara diperkirakan berkembang antara tahun 400-600 M. 
Berdasarkan prasast-prasati tersebut diketahui raja yang memerintah pada waktu 
itu adalah Purnawarman. Wilayah kekuasaan Purnawarman menurut prasasti Tugu, 
meliputi hapir seluruh Jawa Barat yang membentang dari Banten, Jakarta, Bogor 
dan Cirebon.


Kepurbakalaan Masa Tarumanagara
 
Candi Jiwa di situs Percandian Batujaya
 
No.

 
Nama Situs

 
Artepak

 
Keterangan

1 Kampung Muara Menhir (3) 
 

 
 Batu dakon (2) 
 

 
 Arca batu tidak berkepala 
 

 
 Struktur Batu kali 
 

 
 Kuburan (tua) 
 
2 Ciampea Arca gajah (batu) Rusak berat 
3 Gunung Cibodas Arca Terbuat dari batu kapur 

 
 3 arca duduk 
 

 
 arca raksasa 
 

 
 arca (?) Fragmen 

 
 Arca dewa 
 

 
 Arca dwarapala 
 

 
 Arca brahma Duduk diatas angsa
(Wahana Hamsa)
dilengkapi padmasana 

 
 Arca (berdiri) Fragmen kaki dan lapik 

 
 (Kartikeya?) 
 

 
 Arca singa (perunggu) Mus.Nas.no.771 
4 Tanjung Barat Arca siwa (duduk) perunggu Mus.Nas.no.514a 
5 Tanjungpriok Arca Durga-Kali Batu granit Mus.Nas. no.296a 
6 Tidak diketahui Arca Rajaresi Mus.Nas.no.6363 
7 Cilincing sejumlah besar pecahan settlement pattern 
8 Buni perhiasan emas dalam periuk settlement pattern 

 
 Tempayan 
 

 
 Beliung 
 

 
 Logam perunggu 
 

 
 Logam besi 
 

 
 Gelang kaca 
 

 
 Manik-manik batu dan kaca 
 

 
 Tulang belulang manusia 
 

 
 Sejumlah besar gerabah bentuk wadah 
 
9 Batujaya (Karawang) Unur (hunyur) sruktur bata Percandian 

 
 Segaran I 
 

 
 Segaran II 
 

 
 Segaran III 
 

 
 Segaran IV 
 

 
 Segaran V 
 

 
 Segaran VI 
 

 
 Talagajaya I 
 

 
 Talagajaya II 
 

 
 Talagajaya III 
 

 
 Talagajaya IV 
 

 
 Talagajaya V 
 

 
 Talagajaya VI 
 

 
 Talagajaya VII 
 
10 Cibuaya Arca Wisnu I 
 

 
 Arca Wisnu II 
 

 
 Arca Wisnu III 
 

 
 Lmah Duwur Wadon Candi I 

 
 Lmah Duwur Lanang Candi II 

 
 Pipisan batu 
 

Terkait:
        * Kerajaan Tarumanagara 
        * Kerajaan Salakanagara 

Rujukan
        1. Richadiana Kartakusuma (1991), Anekaragam Bahasa Prasastidi Jawa 
Barat Pada Abad Ke-5 Masehi sampai Ke-16 Masehi: Suatu Kajian Tentang Munculnya 
Bahasa Sunda. Tesis (yang diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh 
gelar Magister dalam bidang Arkeologi). Fakultas Pasca Sarjana Universitas 
Indonesia. 
        2. Dinas Purbakala R.I (1964) Laporan Tahunan 1954 Dinas Purbakala 
Republik Indonesia. Djakarta: Dinas Purbakala 
        3. J.L.Moens (1940)"was Purnawarman van Taruma een Sanjaya?" TBG.81 
        4. J. noorduyn and H.Th.Verstappen (1972), "Purnawarman' s River-works 
near Tugu" BKI 128:298-307 
        5. R.M.Ng.Poerbatharak a (l952), Riwayat Indonesia I. Djakarta: Jajasan 
Pembangunan 
        6. Soetjipto Wirjosuparto (1963), The Second Wisnu Image of Cibuaya, 
West Jawa, MISI. I/2: 170-87 
        7. Teguh Asmar (1971), "Preliminary Report on Recent Excavation near 
the Kenon Kopi Inscription (Kampung Muara)" Manusia Indonesia V(4-6), 
l971:416-424; 
        8. Teguh Asmar (l971) "The Megalithic Tradition" dalam Haryati Soebadio 
et.al.(editor) Dynamic of Indonesian History, Amsterdam. 1978:29-40 
        9. W.P.Groeneveldt, Catalogus der Archaeologische Verzameling van het 
Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, Batavia l887 
        10. N.J.Krom "inventaris der Hindoe-Oudheden" ROD 1914-1915. 
        11. Hasan Djafar "Pemukiman-Pemukima n Kuna di Daerah akarta dn 
Sekitarnya" makalah pada Dskusi Ilmiah Arkeologi VI, Jakarta 11-12 Februari 
1988. IAAI Komda Jawa Barat. 
        12. Van der Hoop Catalogus der Prehistorische Verzameling. 1941. 
        13. R.P.Soejono "Indonesia (REgional REport)" Asian Perspectives VI, 
1962: 23-24 
        14. I Made Sutayasa (l970) "Gerabah Prasedjarah dari Djawa Barat Utara 
(kompleks Bun), makalah pada Seminar Sjarah Nasional II 
        15. Jurusan Arrkeologi FSUI (l985/1986), Peninggalan Purbakala di 
Batujaya (naskah Laporan untuk Proyek Penelitian Purbakala, Jakarta) 
 
 



________________________________
Get news, entertainment and everything you care about at Live.com. Check it 
out!  


      

Kirim email ke