mungkin jika strobo digunakan akan memboroskan aki dan akan menyusahkan rombongan, dan mungkin juga knalpot akan membuat bising rombongan sehingga orang lain akan merasa terganggu, tapi terlepas semua itu klo niat kita tulus kenapa harus di lepas..... lagipula semua yang ada di motor bro iwan kan sudah menjadi selera bro iwan dan tidak menganggu / mempengaruhi niat tulus bro iwan... so... Heru Koster 069
"Mas Iwan" <[email protected]> Sent by: [email protected] 02/16/2009 02:49 PM Please respond to [email protected] To <[email protected]> cc Subject Re: [www.suzuki-thunder.net] Curhat ----- Original Message ----- From: mohammad syaefulloh To: [email protected] Sent: Monday, February 16, 2009 2:06 PM Subject: Re: [www.suzuki-thunder.net] Curhat Boleh urun embuk saran....? Coba ditanyakan dulu bbrp hal ini utk saling urun rembuk : 1. Apa tujuan touring ? Jika baksos berarti pake kendaraan spt apapun yg utama adlh berperan serta utk bakti sosial tsb..spt waktu tenaga dan finansial. > Tujuan touring adalah baksos ke suatu desa terpencil daerah banten sekaligus pelantikan angkatan pertama biker kantor. 2. Jika ada persyaratan kendaraan, tanyakan berdasarkan apa ? Apakah undang2 lalu lintas dan/atau panduan standar safety riding. 3. Kenapa dan apakah iya bbrp part/asesoris mtr bro tidak lulus/melanggar persyaratan, berdasarkan apa ? (kembali ke no 2). - Jika surat2 bro lengkap : lolos donk - Jika kondisi mesin prima : lolos donk - Jika spion berfungsi dgn baik : lolos dong (apapun merk dan typenya) - Jika Jika klakson bersuara besar dianggap pelanggaran, dasarnya apa ? tp utk toleransi gak susah kan pake yg standar dulu. - Jika LED Strobo dan hazard dianggap pelanggaran, dasarnya apa ? tp utk toleransi cukup beri kepastian bahwa kedua fasilitas itu tdk akan digunakan (gak perlu dicopot kan..) - Jika stang trail dianggap pelanggaran, dasarnya apa ? Sampaikan bahwa stang trail pd thunder punya banyak manfaat,bro jabarkan aja kepadanya... - Jika knalpot racing dianggap pelanggaran, dasarnya apa? Jika tetap dipaksakan, minta rekan anda yg menanggung seluruh biaya penggantian knalpot menjadi standart dan penggantian pemasangan kembali knalpot racing saat kembali dr touring. - Sampaikan bahwa biaya yg timbul akan jauh lebih bermanfaat utk acara utama yaitu BAKTI SOSIAL !! > 2 & 3 Kurang lebih mereka sudah menjelaskan harus sesuai dengan UU lantas dan prosedur safety riding, namun ga bisa menjelaskan pasal2 mana, sepertinya menyadur dari safety ridingnya versi bebek (sama ato ga tiap jenis motor??). Faktor lainnya, kemungkinan karena acaranya di desa terpencil diharapkan kedatangan para biker tidak membuat gaduh jalanan maka dari itu lampu2 yg mencolok (hazard, strobo etc) dan suara2 menggelegar ditiadakan (raungan sirene, klakson suara gede, knalpot racing etc). Gw memaklumi keadaan ini, gw dan mereka baru pertama kali touring bareng dengan motor2 yang berbeda dan komunitas yang berbeda, perlu ada sedikit pelarasan dan pemahaman yang standar, versi gw yang gw dapet di koster dan versi mereka. Selebihnya silahkan improvisasi bro....orang mau beribadah kok dipersulit....ck..ck..ck... > Tadi gw juga udah koordinasi sm panitianya, untuk stang boleh tetap dipasang asal tdk mengganggu kenyamanan saat berkendara. Hazard krn sudah built in dengan sein, boleh ada tak perlu dibongkar tapi jangan diaktifkan. Strobo dan knalpot harus di ganti/copot. capek deh. Oke bro eep, makasih atas masukannya yg berharga. From: Mas Iwan <[email protected]> To: [email protected] Sent: Sunday, February 15, 2009 9:44:11 PM Subject: [www.suzuki-thunder.net] Curhat Salam koster brogader sekalian, Gimana yang ikutan famgat malam minggu kemaren? pastinya seru dan asyik yah... maaf ane cuma sekedar mampir dan gak bisa sampe pagi dikarenakan ada acara urgent pada paginya dan musti fit malamnya. Begini bro sekalian, Sekedar sharing atau curhat atau apalah namanya, diantara 70-an motor gedung kantor tempat ane bekerja, mungkin bisa dihitung yang ikut club atau komunitas biker, sekitar ada 4 biker yg ikut komunitas, 1 anggota NSC (new shogun club), 1 anggota YJOC (Yamaha Jupiter Owner Club), 1 anggota pasif Detic (Depok Tiger Club) dan ane sendiri, KOSTER. salah satu biker bebek tersebut mempelopori berdirinya komunitas biker di kantor dan berencana mo mengadakan touring dan baksos di suatu daerah di daerah banten, 1 maret nanti. Menjelang touring ini, diadakan inspeksi dan persyaratan kendaraan bermotor. Kemudian setiap kendaraan yang terdaftar untuk touring perdana ini di cek satu-satu, mulai dari kelengkapan, kondisi kendaraan dan surat2. Tiba giliran motor ane, ternyata gak lulus inspeksi padahal secara fisik kendaraan dan mesin, sudah sangatlah oke. Beberapa perlengkapan tidak memenuhi standar seperti knalpot racing yoshimura, kaca spion yg berfungsi sebagai lampu sein,strobo LED,hazard, stang trail dan terakhir klakson tet tot (yang ane pasang model stebel). Ane disarankan mengganti itu semua dengan standar pabrikan. Agak kesal juga, standar motor touring spt thunder kok disamakan dengan motor bebek kayak jupiter dan shogun yang memang gak pantas dijadikan motor touring. Okelah klo strobo bisa dicopot dan klakson bs di switch ke standar punya yg masih nempel di body, tapi klo spion dengan lampu, knalpot, stang trail dan hazard di copot, ane menolak keras. Lebih baik gak perlu ikut touring dan bantuin baksos daripada ane harus mempreteli thunder ane. Mempreteli part itu berarti merusak keindahan dan fungsionalitas thunder sebagai motor touring hingga 40%. So... brogader sekalian, ada saran dan masukan untuk ane? ane sebenarnya ingin touring perdana ini yg diadakan kantor tapi syaratnya motor harus standar banget atau klo gak diganti dengan motor tipe lain yg masih standar lom diapa2in. Bingung.... Thanks, Iwan K-310
