Mantabz bro artikelnya....

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "THUNDER RIDER" <[email protected]>

Date: Thu, 27 Aug 2009 20:49:59 
To: KOSTER Group Mailing List<[email protected]>
Subject: [www.suzuki-thunder.net] Toleransi Umat Beragama di Indonesia



Berikut saya teruskan sebuah kutipan artikel yg cukup menyentuh ...

Semoga bernilai ...



----- Original Message -----
From: Nagabonar sianipar
To: exmenwa-ui
Sent: Wednesday, August 26, 2009 6:04 PM
Subject: [exmenwa-ui] Fw: [Batak_Gaul] Berbuka Puasa di Gereja Manahan Solo




Fyi...

Bukti Toleransi Umat Beragama di Indonesia.

Sianipar Toba




      Berbuka Puasa di Gereja Manahan, Solo
      Ini wujud kami dalam menghormati agama lain yang berpuasa dan baik 
menjalin persaudaraan.

      Selasa, 25 Agustus 2009, 14:16 WIB



                  Gereja Manahan Solo (GKJManahan. org)

      Gereja Kristen Jawa Manahan ini menamakan kegiatannya sebagai program 
nasi murah, dimana cukup hanya mengeluarkan kocek Rp 500
saja, masyarakat bisa berbuka puasa dengan porsi yang cukup.

      Panitia juga menyediakan tempat di gereja tersebut untuk masyarakat yang 
ingin berzikir, tadarusan. Bahkan sebuah pengajian
digelar dengan pembicara dari pemimpin salah satu pondok pesantren besar di 
Solo pun digelar.

      "Ini wujud kami dalam menghormati agama lain yang berpuasa dan ini baik 
untuk menjalin persaudaraan, " kata Retno Ratih
Suryaning H, pendeta gereja saat di wawancarai tvOne.

      Gereja tidak menggelar acara kebaktian, walaupun pada hari Sabtu. Bahkan 
hampir 500 orang, baik dewasa maupun anak-anak,
menyimak kajian dari sang ustad dengan penuh perhatian.

      Puluhan pemuda dan pemudi yang kebanyakan jemaat GKJ Manahan, ikut 
membantu mengantarkan minuman dan makanan kepada mereka
yang hadir.

      Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, kegiatan ini sudah 
dilakukan sejak tahun 1997 dilaksanakan oleh GKJ Manahan,
selama sebulan penuh.

      Bahkan, usai berbuka puasa, Pendeta pun menyediakan tempat untuk salat, 
lengkap dengan sajadahnya. Ini menunjukan toleransi
beragama yang tinggi dan tidak ada perbedaan antara pemeluk keyakinan.

      VIVAnews



Kirim email ke