salam Bikers,
membaca artikel seperti ini lebih menyejukkan...
--- Pada Jum, 28/8/09, [email protected] <[email protected]> 
menulis:

Dari: [email protected] <[email protected]>
Judul: Re: [www.suzuki-thunder.net] Toleransi Umat Beragama di Indonesia
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 28 Agustus, 2009, 2:54 AM












 
 




    
                  
      Mantabz bro artikelnya.. ..
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSATFrom:  "THUNDER RIDER" 
Date: Thu, 27 Aug 2009 20:49:59 +0700
To: KOSTER Group Mailing List<koster_bogor@ yahoogroups. com>
Subject: [www.suzuki- thunder.net] Toleransi Umat Beragama di Indonesia
                           
Berikut saya teruskan sebuah  kutipan artikel yg cukup menyentuh ... 

Semoga bernilai ... 


----- Original Message ----- From: Nagabonar  sianipar To: exmenwa-ui
Sent:  Wednesday, August 26, 2009 6:04 PMSubject: [exmenwa-ui] Fw: [Batak_Gaul] 
Berbuka Puasa di Gereja  Manahan Solo
Fyi...

Bukti Toleransi Umat Beragama di Indonesia.

Sianipar  Toba 


         Berbuka Puasa di Gereja Manahan,        Solo        Ini wujud kami 
dalam menghormati agama lain yang        berpuasa dan baik menjalin 
persaudaraan.       
Selasa, 25 Agustus 2009, 14:16 WIB       
                     Gereja                    Manahan Solo (GKJManahan. org)   
              Gereja Kristen Jawa Manahan ini menamakan kegiatannya sebagai 
program        nasi murah, dimana cukup hanya mengeluarkan kocek Rp 500 saja, 
masyarakat        bisa berbuka puasa dengan porsi yang cukup.

Panitia juga        menyediakan tempat di gereja tersebut untuk masyarakat yang 
ingin        berzikir, tadarusan. Bahkan sebuah pengajian digelar dengan 
pembicara dari        pemimpin salah satu pondok pesantren besar di Solo pun    
    digelar.

"Ini wujud kami dalam menghormati agama lain yang berpuasa        dan ini baik 
untuk menjalin persaudaraan, " kata Retno Ratih Suryaning H,        pendeta 
gereja saat di wawancarai tvOne. 

Gereja tidak menggelar        acara kebaktian, walaupun pada hari Sabtu. Bahkan 
hampir 500 orang, baik        dewasa maupun anak-anak, menyimak kajian dari 
sang ustad dengan penuh        perhatian. 

Puluhan pemuda dan pemudi yang kebanyakan jemaat GKJ        Manahan, ikut 
membantu mengantarkan minuman dan makanan kepada mereka yang        hadir. 

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, kegiatan ini        sudah 
dilakukan sejak tahun 1997 dilaksanakan oleh GKJ Manahan, selama        sebulan 
penuh. 

Bahkan, usai berbuka puasa, Pendeta pun menyediakan        tempat untuk salat, 
lengkap dengan sajadahnya. Ini menunjukan toleransi        beragama yang tinggi 
dan tidak ada perbedaan antara pemeluk        keyakinan.VIVAnews                
                            
 

      

    
    
        
         
        
        




        




        
        


        
        
        




      Warnai pesan status dengan Emoticon. Sekarang bisa dengan Yahoo! 
Messenger baru http://id.messenger.yahoo.com

Kirim email ke