Ok all, masalah SARA adalah hal yang sensitif. Seyogyanya seorang muslim menasihati / mendakwahi orang di luar keyakinannya (mazhab / agama ) maka dengan cara lembut, penuh kasih sayang, penuh hikmah dan toleransi.
Sebaliknya, orang yang berada diluar keyakinannya tsb (beda mazhab / beda agama) menerima dengan lapang dada, dan kembali mengingatkan orang yg mungkin salah menurutnya dengan cara yang baik pula. Tak perlu saling serang, emosi dan diluar kontrol. Jika tak ada titik temu, ada timbul perselisihan dengan meyakini masing-masing merasa diri adalah benar, haruslah berprinsip, sebagaimana di sebuah AYAT dlm alquran: ....LAKUM DIINUKUM WALIYADIIN... "Untukmulah agama(keyakinan)mu........ dan untukku agama (keyakinan)ku and the last........ Apapun mazhab dan agamanya............. KOSTER klub/milis thunder-nya, OK BRO?? ----- Original Message ----- From: marlo bathoc To: [email protected] Sent: Thursday, August 27, 2009 8:55 PM Subject: Re: [www.suzuki-thunder.net] Toleransi Umat Beragama di Indonesia Thank's buat artikelnya bro... semoga yang memulai provokasi itu pada sadar.. God bless us all. rgds, Saut Marlo 2009/8/27 THUNDER RIDER <[email protected]> Berikut saya teruskan sebuah kutipan artikel yg cukup menyentuh ... Semoga bernilai ... ----- Original Message ----- From: Nagabonar sianipar To: exmenwa-ui Sent: Wednesday, August 26, 2009 6:04 PM Subject: [exmenwa-ui] Fw: [Batak_Gaul] Berbuka Puasa di Gereja Manahan Solo Fyi... Bukti Toleransi Umat Beragama di Indonesia. Sianipar Toba Berbuka Puasa di Gereja Manahan, Solo Ini wujud kami dalam menghormati agama lain yang berpuasa dan baik menjalin persaudaraan. Selasa, 25 Agustus 2009, 14:16 WIB Gereja Manahan Solo (GKJManahan. org) Gereja Kristen Jawa Manahan ini menamakan kegiatannya sebagai program nasi murah, dimana cukup hanya mengeluarkan kocek Rp 500 saja, masyarakat bisa berbuka puasa dengan porsi yang cukup. Panitia juga menyediakan tempat di gereja tersebut untuk masyarakat yang ingin berzikir, tadarusan. Bahkan sebuah pengajian digelar dengan pembicara dari pemimpin salah satu pondok pesantren besar di Solo pun digelar. "Ini wujud kami dalam menghormati agama lain yang berpuasa dan ini baik untuk menjalin persaudaraan, " kata Retno Ratih Suryaning H, pendeta gereja saat di wawancarai tvOne. Gereja tidak menggelar acara kebaktian, walaupun pada hari Sabtu. Bahkan hampir 500 orang, baik dewasa maupun anak-anak, menyimak kajian dari sang ustad dengan penuh perhatian. Puluhan pemuda dan pemudi yang kebanyakan jemaat GKJ Manahan, ikut membantu mengantarkan minuman dan makanan kepada mereka yang hadir. Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, kegiatan ini sudah dilakukan sejak tahun 1997 dilaksanakan oleh GKJ Manahan, selama sebulan penuh. Bahkan, usai berbuka puasa, Pendeta pun menyediakan tempat untuk salat, lengkap dengan sajadahnya. Ini menunjukan toleransi beragama yang tinggi dan tidak ada perbedaan antara pemeluk keyakinan. VIVAnews
