Ini lah pengakuan salah satu pelaku yang terlibat dalam acara di 
Jateng itu. Ybs marah krn kalimat Amien Rais. AR mengatakan yang
ribut itu paling kriminal yang pakai atribut pdip.
Tentu saja maksudnya AR tak berani nuduh langsung kalau yang bikin
onar itu adalah anggota PDIP. Tapi salah satu wanita banteng ini
marah-marah pada AR, yang menunjukkan bahwa sebenarnya anggota 
PDIP memang terlibat. 

Meski Ketua-ketua yang di Jakarta tak memerintahkan mengganggu,
toh pelaku itu anggota PDIP. Ach, jadi mikir lagi nih mau pilih
PDIP. Kayaknya enggak jadi deh. 

_Wong.

-----fwd---------------------------

Re: Re; Masa PDI Perjuangan mengamuk.
From: Ayu Setiarini
Date: 04 Apr 1999
Time: 11:40:21
Remote Name: 195.96.98.222

Comments

Mas Prayitno hendaknya tidak serta merta mempercayai tudingan Pak Amien 
bahwa kami ini kriminal. Kami sakit hati dituding begitu. 
Tidak rela...!!! Enak saja menuding orang kriminal. 
Saya ada di tengah massa, ikut memperingatkan wanita Golkar supaya 
kembali dan tidak meneruskan perjalanannya. Kok semena-mena menuding 
orang sebagai kriminal. Tahu apa Amien Rais di kejauhan sana daripada 
kami? Kalau berani silakan Amien Rais datang ke Banjarnegara untuk 
klarifikasi. 

Peristiwa bentrok itu sudah risiko perjuangan. Kalau tidak bisa 
menghayati apa makna perjuangan beserta segala risikonya ya maaf 
saja kalau anda semua salah persepsi terhadap kami. 

Setiap perjuangan mengandung risiko. Petani mengayunkan sabit dan 
cangkul berisiko terluka kena sabit atau keterjang cangkul. 
Para buruh memakai palu juga berisiko terluka kena hantam palu. 
Tetapi setelah itu kan mereka memetik hasilnya, berupa panen yang 
menggembirakan hati atau upah yang diterima. Tetapi untuk mencapai hasil 
panen atau upah itu seseorang harus berjuang dulu. Harus siap terluka, 
sakit, bahkan mati. Mana ada hasil turun begitu saja dari
langit kalau tidak diperjuangkan terlebih dahulu? 

Bentrok dengan massa Golkar itu sudah risiko politik, sebagaimana petani 
atau buruh menanggung risiko masing-masing. Kami sudah 
bertekad bulat untuk memenangkan PDIP di Banjarnegara. Karena itu Golkar 
yang kami pandang sebagai salah satu hambatan, ya harus
disingkirkan. 

Soal wanita Golkar yang dilepas kaosnya hingga tinggal BH, saya harap 
tidak usah dibesar-besarkan. Gitu aja kok dibesar- besarkan. Di desa 
kami ibu-ibu juga terbiasa hanya berkain dan berBH saja ramai-ramai 
mencuci pakaian di sungai. Lagipula saya ulangi sekali lagi: kalau sudah 
niat terjun ke politik, ya jangan cengeng. Perjuangan itu keras. 
Makanya kami bangga dengan ketegaran Mbak Mega. Beliau betul-betul 
typikal wanita idaman: tidak cengeng, menyadari apa risiko perjuangan, 
tabah menghadapi segala rintangan. 

Ini baru dilepas kaosnya saja sudah menangis...Memang dasar wanita 
Golkar itu manja. Bukti bahwa mereka tidak ditempa oleh perjuangan. 
Selama ini mereka enak-enak saja menikmati fasilitas tanpa harus 
berjuang. Makanya baru digituin saja sudah menangis. Sebagai wanita SAYA 
JUSTRU MALU dengan kualitas wanita yang lembek begini. Karena itu saya 
katakan, lebih baik di rumah saja, menyusui anak. Bukan bermaksud 
negatif, tetapi kalau memang tidak siap menghadapi risiko perjuangan ya 
lebih baik di rumah saja toch? 

Itulah bedanya kami dengan wanita Golkar. Ini sekaligus sebagai 
tanggapan untuk posting Mbak Diah. Perjuangan itu keras, Mbak... Sadari 
itu. 
Terimakasih, 
Salam, 
Ayu Setiarini, 

Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke