ya, mbak sari.
saya setuju.
Heri Widiarto
Palu
==========
Sari wrote:
>
> Saya sangat menghargai pendapat saudari Ayu, tapi yang sebenarnya kita
> berjuang itu untuk apa ??toch orang-orang yang saudari perlakukan itu
> adalah orang Indonesia, satu Bangsa satu Negara dan mereka bukan musuh dari
> negara lain.
> Kalo kita berbuat semena-mena hanya karena dendam waktu lampau berarti kita
> tidak jauh beda dengan mereka donk...
> Berjuang boleh tapi untuk mempermalukan dan perbuatan yang melecehkan
> seperti itu sungguh tidak dibenarkan...Apakah anda akan bersedia dengan
> senang hati mempermalukan diri sendiri dengan membiarkan orang membuka
> secara paksa pakaian yang sedang dikenakan hanya karena demi kata
> perjuangan dan merasa itu adalah hal biasa yang dilakukan oleh
> wanita-wanita yang Banjarnegara yang sedang mencuci baju disungai.
> Terus terang bukannya saya kader dari salah satu partai tapi saya seorang
> wanita yang masih dan tetap akan mempertahankan hati nurani.
>
> At 10:24 AM 4/5/99 , Sian Djie Wong wrote:
> >Ini lah pengakuan salah satu pelaku yang terlibat dalam acara di
> >Jateng itu. Ybs marah krn kalimat Amien Rais. AR mengatakan yang
> >ribut itu paling kriminal yang pakai atribut pdip.
> >Tentu saja maksudnya AR tak berani nuduh langsung kalau yang bikin
> >onar itu adalah anggota PDIP. Tapi salah satu wanita banteng ini
> >marah-marah pada AR, yang menunjukkan bahwa sebenarnya anggota
> >PDIP memang terlibat.
> >
> >Meski Ketua-ketua yang di Jakarta tak memerintahkan mengganggu,
> >toh pelaku itu anggota PDIP. Ach, jadi mikir lagi nih mau pilih
> >PDIP. Kayaknya enggak jadi deh.
> >
> >_Wong.
> >
> >-----fwd---------------------------
> >
> >Re: Re; Masa PDI Perjuangan mengamuk.
> >From: Ayu Setiarini
> >Date: 04 Apr 1999
> >Time: 11:40:21
> >Remote Name: 195.96.98.222
> >
> >Comments
> >
> >Mas Prayitno hendaknya tidak serta merta mempercayai tudingan Pak Amien
> >bahwa kami ini kriminal. Kami sakit hati dituding begitu.
> >Tidak rela...!!! Enak saja menuding orang kriminal.
> >Saya ada di tengah massa, ikut memperingatkan wanita Golkar supaya
> >kembali dan tidak meneruskan perjalanannya. Kok semena-mena menuding
> >orang sebagai kriminal. Tahu apa Amien Rais di kejauhan sana daripada
> >kami? Kalau berani silakan Amien Rais datang ke Banjarnegara untuk
> >klarifikasi.
> >
> >Peristiwa bentrok itu sudah risiko perjuangan. Kalau tidak bisa
> >menghayati apa makna perjuangan beserta segala risikonya ya maaf
> >saja kalau anda semua salah persepsi terhadap kami.
> >
> >Setiap perjuangan mengandung risiko. Petani mengayunkan sabit dan
> >cangkul berisiko terluka kena sabit atau keterjang cangkul.
> >Para buruh memakai palu juga berisiko terluka kena hantam palu.
> >Tetapi setelah itu kan mereka memetik hasilnya, berupa panen yang
> >menggembirakan hati atau upah yang diterima. Tetapi untuk mencapai hasil
> >panen atau upah itu seseorang harus berjuang dulu. Harus siap terluka,
> >sakit, bahkan mati. Mana ada hasil turun begitu saja dari
> >langit kalau tidak diperjuangkan terlebih dahulu?
> >
> >Bentrok dengan massa Golkar itu sudah risiko politik, sebagaimana petani
> >atau buruh menanggung risiko masing-masing. Kami sudah
> >bertekad bulat untuk memenangkan PDIP di Banjarnegara. Karena itu Golkar
> >yang kami pandang sebagai salah satu hambatan, ya harus
> >disingkirkan.
> >
> >Soal wanita Golkar yang dilepas kaosnya hingga tinggal BH, saya harap
> >tidak usah dibesar-besarkan. Gitu aja kok dibesar- besarkan. Di desa
> >kami ibu-ibu juga terbiasa hanya berkain dan berBH saja ramai-ramai
> >mencuci pakaian di sungai. Lagipula saya ulangi sekali lagi: kalau sudah
> >niat terjun ke politik, ya jangan cengeng. Perjuangan itu keras.
> >Makanya kami bangga dengan ketegaran Mbak Mega. Beliau betul-betul
> >typikal wanita idaman: tidak cengeng, menyadari apa risiko perjuangan,
> >tabah menghadapi segala rintangan.
> >
> >Ini baru dilepas kaosnya saja sudah menangis...Memang dasar wanita
> >Golkar itu manja. Bukti bahwa mereka tidak ditempa oleh perjuangan.
> >Selama ini mereka enak-enak saja menikmati fasilitas tanpa harus
> >berjuang. Makanya baru digituin saja sudah menangis. Sebagai wanita SAYA
> >JUSTRU MALU dengan kualitas wanita yang lembek begini. Karena itu saya
> >katakan, lebih baik di rumah saja, menyusui anak. Bukan bermaksud
> >negatif, tetapi kalau memang tidak siap menghadapi risiko perjuangan ya
> >lebih baik di rumah saja toch?
> >
> >Itulah bedanya kami dengan wanita Golkar. Ini sekaligus sebagai
> >tanggapan untuk posting Mbak Diah. Perjuangan itu keras, Mbak... Sadari
> >itu.
> >Terimakasih,
> >Salam,
> >Ayu Setiarini,
> >
> >Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
> >
> >______________________________________________________________________
> >To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> >To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> >
> >Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
> >
> Savitri Sari ( Sari )
> Progress Team
> Production Control Depart.
> Telp. 021-8980062 ext. 314/373 ( direct 9-071-314/373)
> fax . 021-898460 (direct 9-071-337)
> E-mail : [EMAIL PROTECTED]
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
>
> =-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=
> Get Your Own Free Pop or Web Based Email and a
> 10MB Web Site for FREE at: http://www.nettaxi.com!
> =-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!