Ooooh begitu, saya kira digugat oleh yang kalah.
Mengapa menggugatnya setelah permainan selesai?

Padahal sejak sebelum Pemilu Megawati sudah wanita.
Dan kualitasnya juga sudah ketahuan sebelum Pemilu.

Saya nggak sependapat kalau dikatakan yang menggugat status wanitanya 
kelompok Islam, karena kalau ada survey mayoritas pemilih PDI-P saya kira 
adalah umat Islam. To make more precise, yang menggugat itu adalah orang 
yang kebetulah beragama Islam dan khawatir kepentingannya terganggu kalau 
Megawati jadi Presiden. Kata Anda demi kepentingan semua jadi mungkin. Udah 
lupa?

Tentang kualitas, itu kan tergantung parameternya.
Parameter Pemilu yang mana yang tidak dipenuhi Megawati?
Kalau ada kan sudah di dis duluan.

Kalau dikatakan 82% pemilihnya berpendidikan SMP kebawah, lha kok orang yang 
dibilang pintar itu nggak mampu meraup suara mereka?
Padahal suara seorang yang nggak tamat SD itu dalam Pemilu kita sama 
harganya dengan seorang S1-S2-S3-S teller. Siapa dong yang tidak 
berkualitas? Atau siapa sih yang Anda bilang berkualitas itu?

Dikampung saya, kalau tim sepakbola tarkam pak lurah kalah oleh RT lain, 
juga cuma dua kok gendangnya. Kalau nggak tawuran ya diulang, sampai timnya 
pak lurah menang.
Pernah diulang 17 kali, dan tetap kalah. Yaaa tawuranlah. He..he..he.

Eh, saya bukan pendukung Megawati lho. Saya cuma penentang ketidak adilan. 
Believe me, baby.


>From: "Raja Komkom S." <[EMAIL PROTECTED]>
>Bung Yap,
>
>Megawati digugat statusnya oleh kelompok Islam ....
>Megawati digugat kualitasnya oleh yang lain.....
>
>Jadi masalah yang paling utama bukan gender, tapi kualitas ....
>
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>


______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!






Kirim email ke