Sudah sebaiknya AR memberikan dukungannya kepada Mega.
Apabila suatu saat Habibie kembali menjadi Presiden ke-4, dan pada saat
pemilihan Pres, di MPR PAN/AR berdiam diri tanpa memberikan dukungan ke
pihak anti PSQ maka dengan sendirinya AR sendiri sebenarnya sudah tidak
reformist lagi.
On Fri, 16 Jul 1999, Yap C. Young wrote:
> Sekarang perhitungan suara hasil Pemilu sudah bisa dianggap konkrit.
> Dengan melihat data perolehan suara, tidak ada jaminan PDIP meloloskan
> Capresnya di MPR, sehingga sangat mungkin Golkar memenangkan pencalonan
> Habibie. Sebaliknya Faksi Islam mempunyai potensi muncul sebagai kuda hitam
> untuk menyelamatkan reformasi.
>
> Dengan asumsi bahwa Pemilu 99 dimaksudkan untuk memenangkan tujuan
> reformasi, maka sangat baik apabila Prof DR. Amien Rais (AR) diberi
> kesempatan muncul sebagai Capres yang terutama didukung Faksi Islam.
> Kemunculan AR akan cukup meredam kekhawatiran banyak orang tentang
> kekurangan Mega maupun Habibie dan sekaligus menjamin kemenangan pro
> reformasi.
>
> Potensi Golkar yang perlu dicermati adalah keunggulannya dilebih banyak
> Propinsi, sehingga mendapat keuntungan tambahan suara UD dan mungkin UG
> lebih banyak dibanding Partai lainnya.
>
> Skenario terbaik adalah : AR dan Mega sama sama maju sebagai Capres,
> sehingga ruang gerak Golkar cs dapat dibatasi. Dengan munculnya AR, maka
> bagi anggota MPR yang tidak menerima Mega masih punya pilihan AR sehingga
> tidak berbelok ke Habibie. Dalam skenario ini, perolehan Golkar cs
> diperkirakan sekitar 30%, sehingga terdapat kans yang sama bagi AR dan Mega
> untuk memenangkan pemilihan Capres, yaitu berbagi yang 70% itu.
> Kalaupun berbagi sama besar, Pemilihan ulangan hanya diikuti kedua Capres
> itu, nggak masalah siapa yang menang, tetap masih dalam barisan Reformasi.
>
> Skenario kedua adalah : PAN kembali ke Ciganjur/Paso dengan konsekuensi
> Golkar mendapat tambahan kekuatan dari PPP cs. Kompromi �tersulit� adalah
> siapa Capresnya. Dengan skenario ini, kemungkinan terbaik Golkar hanya 44%,
> sehingga Aliansi Reformasi punya kesempatan meraup 56%.
>
> Semuanya dengan asumsi bahwa suara TNI diperkirakan akan diberikan pada
> kelompok yang dengan tambahan suara itu akan keluar sebagai pemenang.
> Sehingga ketidak netralan TNI adalah memberi penguatan kepada calon
> pemenang. Dalam kedua skenario diatas, hampir pasti TNI tidak akan bergabung
> ke Golkar cs karena nggak bakal menang.
>
> Worst case-nya adalah apabila yang terjadi PAN bergabung ke Golkar cs.
> Dengan skenario ini hampir dapat dipastikan Golkar cs memenangkan pencalonan
> Capres, karena TNI pasti ikut main safe ke Golkar pula. Dari skenario ini
> Golkar cs akan memperoleh sekurangnya 60% suara MPR. Dan tamatlah cerita
> reformasi.
>
> Any comment?
>
> >
>
>
> ______________________________________________________
> Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>
> ______________________________________________________________________
> If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
> To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!