Ya sangat masuk akal !
Kesediaan untuk berkoalisi itu menunjukkan kerendahan hati. Dan hal
itulah yang tidak dimiliki oleh anasir-anasir PDI Perjuangan. Mosok mau
memaksakan Megawati jadi Presidennya padahal dukungan maksimal cuma 33 %
(untuk DPR) dan 22 % (untuk MPR). Kalau begitu, ya silahkan ambil saja
semuanya. Pas pemilihan lebih abstain saja, biar kapok dia !

Kalau mau Megawati jadi Presiden langsung ya jangan pakai UUD 1945.
Pakai UUD yang sudah diamandemen. Dan ini lucunya : PDIP bertekad
mempertahankan UUD 1945 secara konsekwen. Terus maunya apa ?

Iwan

Raja Komkom Siregar wrote:
> 
> Menjadi diterima kalau koalisi(baca: bersepakat) dengan partai lain untuk
> mendukung AR.
> 
> Masuk akal nggak?
> 
> On Mon, 19 Jul 1999, Martin Manurung wrote:
> 
> > Wah, AR itukan ditolak oleh 93% rakyat pemilih kan? (ini mengikuti logika
> > Bung Komkom saja lho)
> >
> > Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
> > _________________________________________________
> > E-mail: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
> > Visit http://come.to/forma-kub
> >
> > -----Original Message-----
> > From: Raja Komkom Siregar <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
> > Cc: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
> > <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
> > <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
> > [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
> > <[EMAIL PROTECTED]>
> > Date: 19 Juli 1999 22:08
> > Subject: Re: [Kuli Tinta] Beri AR kesempatan
> >
> >
> > Satu-satunya solusi adalah adanya capres alternatif untuk menghindari
> > Habibie dan Megawati jadi presiden. Dan capres yang paling tepat itu saya
> > kira ya AR.
> >
> > Kita tentu berharap PAN tidak berjudi dengan memberikan dukungannya kepada
> > Habibie. Soalnya, bahaya "Setan-nya" Golkar jaman dulu lagi mengancam
> > lewat PDI Perjuangan, bila partai banteng "mabok" ini dikasih kekuasaan.
> >
> > Justru kalau AR memberi dukungan kepada HBB atau MGWT maka dia jadi
> > tergolong tidak reformist.
> > JANGAN SALAH LHO...
> >
> > On Mon, 19 Jul 1999, Hotman Silalahi wrote:
> >
> > > Sudah sebaiknya AR memberikan dukungannya kepada Mega.
> > > Apabila suatu saat Habibie kembali menjadi Presiden ke-4, dan pada saat
> > > pemilihan Pres, di MPR PAN/AR berdiam diri tanpa memberikan dukungan ke
> > > pihak anti PSQ maka dengan sendirinya AR sendiri sebenarnya sudah tidak
> > > reformist lagi.
> > >
> > > On Fri, 16 Jul 1999, Yap C. Young wrote:
> > >
> > > > Sekarang perhitungan suara hasil Pemilu sudah bisa dianggap konkrit.
> > > > Dengan melihat data perolehan suara, tidak ada jaminan PDIP meloloskan
> > > > Capresnya di MPR, sehingga sangat mungkin Golkar memenangkan pencalonan
> > > > Habibie. Sebaliknya Faksi Islam mempunyai potensi  muncul sebagai kuda
> > hitam
> > > > untuk menyelamatkan reformasi.
> > > >
> > > > Dengan asumsi bahwa Pemilu 99 dimaksudkan untuk memenangkan tujuan
> > > > reformasi, maka sangat baik apabila Prof DR. Amien Rais (AR) diberi
> > > > kesempatan muncul sebagai Capres yang terutama didukung Faksi Islam.
> > > > Kemunculan AR akan cukup meredam kekhawatiran banyak orang tentang
> > > > kekurangan Mega maupun Habibie dan sekaligus menjamin kemenangan pro
> > > > reformasi.
> > > >
> > > > Potensi Golkar yang perlu dicermati adalah keunggulannya dilebih banyak
> > > > Propinsi, sehingga mendapat keuntungan tambahan suara UD dan mungkin UG
> > > > lebih banyak dibanding Partai lainnya.
> > > >
> > > > Skenario terbaik adalah  :  AR dan Mega sama sama maju sebagai Capres,
> > > > sehingga ruang gerak Golkar cs dapat dibatasi. Dengan munculnya AR, maka
> > > > bagi anggota MPR yang tidak menerima Mega masih punya pilihan AR
> > sehingga
> > > > tidak berbelok ke Habibie. Dalam  skenario ini, perolehan Golkar cs
> > > > diperkirakan sekitar 30%, sehingga terdapat kans yang sama bagi AR dan
> > Mega
> > > > untuk memenangkan pemilihan Capres, yaitu berbagi yang 70%  itu.
> > > > Kalaupun berbagi sama besar, Pemilihan ulangan hanya diikuti kedua
> > Capres
> > > > itu, nggak masalah siapa yang menang, tetap masih dalam barisan
> > Reformasi.
> > > >
> > > > Skenario kedua adalah : PAN  kembali ke Ciganjur/Paso  dengan
> > konsekuensi
> > > > Golkar mendapat tambahan kekuatan dari PPP cs. Kompromi �tersulit�
> > adalah
> > > > siapa Capresnya.  Dengan skenario ini, kemungkinan terbaik Golkar hanya
> > 44%,
> > > > sehingga  Aliansi Reformasi punya kesempatan meraup 56%.
> > > >
> > > > Semuanya dengan asumsi bahwa suara TNI diperkirakan akan diberikan pada
> > > > kelompok yang dengan tambahan suara itu akan keluar sebagai pemenang.
> > > > Sehingga ketidak netralan TNI adalah memberi penguatan kepada calon
> > > > pemenang. Dalam kedua skenario diatas, hampir pasti TNI tidak akan
> > bergabung
> > > > ke Golkar cs karena nggak bakal menang.
> > > >
> > > > Worst case-nya adalah apabila yang terjadi  PAN bergabung ke Golkar cs.
> > > > Dengan skenario ini hampir dapat dipastikan Golkar cs memenangkan
> > pencalonan
> > > > Capres, karena  TNI pasti ikut main safe ke Golkar pula. Dari skenario
> > ini
> > > > Golkar cs akan memperoleh sekurangnya 60% suara MPR. Dan tamatlah cerita
> > > > reformasi.
> > > >
> > > > Any comment?

______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!







Kirim email ke