Bung Franca, jangan kecil hati ya.
Di kota saya sana PadangSidempuan - Tapanuli Selatan, kemampuan finansial
PDI-P perjuangan tergolong luarbiasa, sama persis dengan Golkar. Anda
bayangkan Tukang becak(becak scuteer) dibayar Rp.25 000,-
per/hari/kampanye. Plus, DPRt-DPRt(pimpinan Ranting) PDIP itu mendapatkan
dana yang berlimpah, dapat dilihat dari penampilan mereka selama
sebelum-setelah-sesudah kampanya, dengan ciri khas baju "merah minded".
Darimana datangnya?
Sangat jauh dibanding kemampuan partai-2x lain.
Lagipula, Sudah adakah audit yang benar-benar terpercaya mengenai dana
kampanye semua partai. Saya rasa PDIP dan Golkar benar-benar seimbang dari
segi finansial, malah kalau kita lihat realitas di P. Jawa(atau tempat
lain), PDIP jauh diatas segalanya dari segi finansial, ingat dana buat
POSKO itu apakah tidak menghabiskan 1-2 juta /POSKO. Bandingkan dengan
GOLKAR-PAN-PKB-PPP, berapa POSKO nya ??? atau bila ditunjuk hidung Golkar,
selama kampanye nyaris tidak memiliki poster-poster dan simbol apapun,
Belum lagi umbul-2x, poster-poster, bendera-bendera PDIP yang sudah
bermunculan, bahkan sebelum kampanye pun. Makanya aneh rasanya kalau ada
pendapat yang hanya menunjuk Golkar satu-satunya sebagai partai yang
"money politics", Tidakkah mungkin "maling teriak maling" ?
Saya rasa, faktor yang memecah persatuan diantara partai anti-golkar itu
adalah Faktor Megawati. Jujur saja, saya yakin faktor Megawatilah faktor
utama yang menjadi "pemecah" persatuan diantara partai-2x anti Golkar.
Susahnya justru faktor Megawatilah yang menjadi vote getter PDIP. Mungkin
ini juga yang bikin orang-2x PDIP jadi pusing 7 keliling.
Mau bukti, Silahkan PDIP ganti capresnya menjadi seorang yang dapat
diterima poros tengah + PKB. Dijamin akan bisa bersatu.
On Wed, 18 Aug 1999, Franca A.S. Wenas wrote:
> Kalau kita melihat perolehan suara yang nomor 2 itu secara harafiah, itu
> sangat kurang tetat.
> Perolehan suara itu lebih banyak akibat kemampuan management & financial
> Golkar, ditambah ketidakmampuan partai reformis itu juga.
>
> Apa lagi faktor pendidikan yang relatif rendah di sebagian besar rakyat, &
> krismon itu jelas justru memberikan dampak ekonomi sesaat yang positif
> disebagian daerah yang bersandar pada agraris. Masih beberapa faktor lain
> yang mendukung.
>
> Yang jelas dalam hal ini kita berada pada situasi yang sama seperti dialami
> partai oposisi di Korea Selatan, ketika presiden partai berkuasa Roh Tae woo
> berkuasa.. Tidak kompak, solit & terpecah..
>
> See You, Fw.
>
> > -----Original Message-----
> > From: bRidWaN [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> >
> >
> > Sesuai dengan prinsip 'Positive Thinking', mungkin memang kita
> > yang salah dalam melihat permasalahan yang ada.
> >
> > Salahnya apa ?
> > Ya itu.......udah jelas ini produk status-quo (ORANG LAMA),
> > koq masih dibela juga. Buktinya masih meraih suara terbanyak
> > nomor 2. Kemudian masih ada Partai2 lainnya yang mendukung beliau
> > dengan jalan menjelek2-an PDIP segala.....
> >
> > Salam,
> > bRidWaN
> >
> >
> > At 11:27 AM 8/16/99 +0700, Franca A.S. Wenas wrote:
> > >
> > > Mas bRidwan,
> > > saya nggak mau comment banyak, soalnya saya sudah tak bersemangat
> > melihat
> > > pemerintah sekarang yg dibawah HBB ini. Sudah terlalu banyak dimata saya
> > > dosa & kesalahannya, dari yang kecil sampai yg membukit. Kadang saya
> > jadi
> > > merefleksi diri, siapa yg salah nih, dia atau saya ?.
> > > Memang kita seakan hidup didunia maya, segalanya jadi serba berbeda dari
> > > keseharian & logika.
> > >
> > > Namun yang pasti saya acungkan satu gelar lagi buat HBB, selain Prof.
> > Dr.
> > > Ir, yaitu diakhiri dengan SM-TA.............SALAH MELULU, TIDAK
> > ASPIRATIF.
> > >
> > > Salam untuk bangsa ini, Fw.
> >
> >
>
> ______________________________________________________________________
> If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
> To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!