>Makanya aneh rasanya kalau ada pendapat yang hanya menunjuk Golkar 
> >satu-satunya sebagai partai yang "money politics", Tidakkah mungkin 
> >"maling teriak maling" ?

Satu lagi bukti teganya seseorang menghukum berdasar kecurigaan. Sementara 
yang fakta kesalahannya bertubi-tubi muncul dibela dengan : Bukan hanya dia 
yang salah. MUNGKIN dia juga salah.
Ini namanya logika menang-menangan.

Kalau punya bukti PDIP juga maling seperti Golkar, seperti yang tersirat 
dalam posting Anda itu, ya ungkapkan saja, yang mana. Jangan merusak hati 
dengan kecurigaan. Itu provokator namanya.

Memang PDIP nampaknya mampu menghimpun dana lumayan besar, baik yang melalui 
account perjuangan yang menerima sumbangan sukarela, maupun uang pribadi 
yang dibelanjakan langsung oleh para pendukung PDIP untuk mendukung 
pemenangan PDIP. Tetapi berapapun besarnya dapat dijamin bukan mencuri dana 
rakyat, atau korupsi. Jadi apakah perlu diusili hanya karena yang lain nggak 
mampu begitu?
Bukankah sekarang saatnya yang lain belajar dari success story ini?

>Jujur saja, saya yakin faktor Megawatilah faktor utama yang menjadi 
> >"pemecah" persatuan diantara partai-2x anti Golkar....
>Silahkan PDIP ganti capresnya ...

Ini salah satu model politik belah bambu. Sudah kehabisan akal??
Memang yang paling dikhawatirkan banyak pihak adalah kalau Megawati jadi 
Presiden maka KKN jadi disikat beneran, bukan sekedar konsumsi media seperti 
selama ini. Sayang, yang beginian nggak bakal mempan.
Kerjasama dengan siapapun bagi PDIP boleh saja, tetapi kalau harus ganti 
Capres, nggak bakalan dah. Dan nampaknya PDIP berani membayar keyakinan ini 
dengan harga berapapun, misalnya harus terpaku jadi oposisi. Menjadi oposisi 
bagi Pemerintah yang korup, kolutif dan nepotis juga posisi yang terhormat 
kok. Juga nggak masalah kalau semua yang mengaku reformis meninggalkannya. 
Bertahan pada prinsip kadang memang pahit, tetapi terhormat.

Ok, sebagai closing, saya ingin menyampaikan kepada Anda : Belum terlambat 
kok kembali keposisi normal. Lihatlah sesuatunya dengan mata hati sambil 
menyadari bahwa tidak perlu mengorbankan kredibilitas Anda dengan ngotot 
membela yang salah. Nampaknya sih banyak yang mengharap agar Anda yang 
membawa atribut ITB pada user-name itu mampu berpendapat obyektip. Bukan 
sekedar ikut arus atau sekedar melawan arus.

Yap

>From: Raja Komkom Siregar <[EMAIL PROTECTED]>
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Sent: 18 August 1999 19:50
>Subject: RE: [Kuli Tinta] MAHAPUTRA ON SALE
>
>Lagipula, Sudah adakah audit yang benar-benar terpercaya mengenai dana
>kampanye semua partai. Saya rasa PDIP dan Golkar benar-benar seimbang dari
>segi finansial, malah kalau kita lihat realitas di P. Jawa(atau tempat
>lain), PDIP jauh diatas segalanya dari segi finansial, ingat dana buat
>POSKO itu apakah tidak menghabiskan 1-2 juta /POSKO. Bandingkan dengan
>GOLKAR-PAN-PKB-PPP, berapa POSKO nya ??? atau bila ditunjuk hidung Golkar,
>selama kampanye nyaris tidak memiliki poster-poster dan simbol apapun,
>Belum lagi umbul-2x, poster-poster, bendera-bendera PDIP yang sudah
>bermunculan, bahkan sebelum kampanye pun. Makanya aneh rasanya kalau ada
>pendapat yang hanya menunjuk Golkar satu-satunya sebagai partai yang
>"money politics", Tidakkah mungkin "maling teriak maling" ?
>
>Saya rasa, faktor yang memecah persatuan diantara partai anti-golkar itu
>adalah Faktor Megawati. Jujur saja, saya yakin faktor Megawatilah faktor
>utama yang menjadi "pemecah" persatuan diantara partai-2x anti Golkar.
>Susahnya justru faktor Megawatilah yang menjadi vote getter PDIP. Mungkin
>ini juga yang bikin orang-2x PDIP jadi pusing 7 keliling.
>
>Mau bukti, Silahkan PDIP ganti capresnya menjadi seorang yang dapat
>diterima poros tengah + PKB. Dijamin akan bisa bersatu.
>
>On Wed, 18 Aug 1999, Franca A.S. Wenas wrote:
>
> > Kalau kita melihat perolehan suara yang nomor 2 itu secara harafiah, itu
> > sangat kurang tetat.
> > Perolehan suara itu lebih banyak akibat kemampuan management & financial
> > Golkar, ditambah ketidakmampuan partai reformis itu juga.
> >
> > Apa lagi faktor pendidikan yang relatif rendah di sebagian besar rakyat, 
>&
> > krismon itu jelas justru memberikan dampak ekonomi sesaat yang positif
> > disebagian daerah yang bersandar pada agraris. Masih beberapa faktor 
>lain
> > yang mendukung.
> >
> > Yang jelas dalam hal ini kita berada pada situasi yang sama seperti
>dialami
> > partai oposisi di Korea Selatan, ketika presiden partai berkuasa Roh Tae
>woo
> > berkuasa.. Tidak kompak, solit & terpecah..
> >
> > See You,  Fw.
> >
> > > -----Original Message-----
> > > From: bRidWaN [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> > >
> > >
> > > Sesuai dengan prinsip 'Positive Thinking', mungkin memang kita
> > > yang salah dalam melihat permasalahan yang ada.
> > >
> > > Salahnya apa ?
> > > Ya itu.......udah jelas ini produk status-quo (ORANG LAMA),
> > > koq masih dibela juga. Buktinya masih meraih suara terbanyak
> > > nomor 2. Kemudian masih ada Partai2 lainnya yang mendukung beliau
> > > dengan jalan menjelek2-an PDIP segala.....
> > >
> > > Salam,
> > > bRidWaN
> > >
> > >
> > > At 11:27 AM 8/16/99 +0700, Franca A.S. Wenas wrote:
> > > >
> > > > Mas bRidwan,
> > > > saya nggak mau comment banyak, soalnya saya sudah tak bersemangat
> > > melihat
> > > > pemerintah sekarang yg dibawah HBB ini. Sudah terlalu banyak dimata
>saya
> > > > dosa & kesalahannya, dari yang kecil sampai yg membukit. Kadang saya
> > > jadi
> > > > merefleksi diri, siapa yg salah nih, dia atau saya ?.
> > > > Memang kita seakan hidup didunia maya, segalanya jadi serba berbeda
>dari
> > > > keseharian & logika.
> > > >
> > > > Namun yang pasti saya acungkan satu gelar lagi buat HBB, selain 
>Prof.
> > > Dr.
> > > > Ir, yaitu diakhiri dengan SM-TA.............SALAH MELULU, TIDAK
> > > ASPIRATIF.
> > > >
> > > > Salam untuk bangsa ini,  Fw.
> > >
> > >
> >
> > ______________________________________________________________________
> > If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
> > To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
> > To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
>
>
>______________________________________________________________________
>If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
>To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>______________________________________________________________________
>If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
>To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>


______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!







Kirim email ke