Rekan RKS,
        Pendapat anda itu boleh-boleh saja, tapi wong sedikit ditelah dong.
        Kalau anda banyak mengikuti perjalanan Golkar, khususnya sejak pra &
saat Pemilu, jelas terlihat akan kondisi Golkar sebagai partai besar yang
mempunyai & membutuhkan dana yang besar juga, untuk roda organisasinya.
Apalagi Golkar dekat dengan sentra kekuasaan yang korup itu (anda setuju ?,
it;s up to you, but people believe it)

        Beda dong dengan PDIP, yang secara organisasi tidak mempunyai dana
yang besar, untuk berkampanye misalnya.
        Persis seperti ungkapan anda, memang benar kehebatan PDIP sebagai
organisasi yang sangat didukung oleh para pendukungnya secara fanatis &
dengan tulus. Itu bedanya.
        Jadi begitulah substansi ungkapan saya. 
        Jelaskan, sulit untuk terjadi money politics bila dana itu
terdesentralisasi pengelolaannya ke perorangan/kelompok, dibanding bila
tersentralisasi pada suatu kelompok elit kecil yang mengelola program besar
seperti Golkar.

        Pahami itu, dengan hati yang jernih.!! See you,  Fw.


> ----- Original Message -----
> From: Raja Komkom Siregar <[EMAIL PROTECTED]>
> 
> Bung Franca, jangan kecil hati ya.
> Di kota saya sana PadangSidempuan - Tapanuli Selatan, kemampuan finansial
> PDI-P perjuangan tergolong luarbiasa, sama persis dengan Golkar. Anda
> bayangkan Tukang becak(becak scuteer) dibayar Rp.25 000,-
> per/hari/kampanye. Plus, DPRt-DPRt(pimpinan Ranting) PDIP itu mendapatkan
> dana yang berlimpah, dapat dilihat dari penampilan mereka selama
> sebelum-setelah-sesudah kampanya, dengan ciri khas baju "merah minded".
> Darimana datangnya?
> Sangat jauh dibanding kemampuan partai-2x lain.
> 
> Lagipula, Sudah adakah audit yang benar-benar terpercaya mengenai dana
> kampanye semua partai. Saya rasa PDIP dan Golkar benar-benar seimbang dari
> segi finansial, malah kalau kita lihat realitas di P. Jawa(atau tempat
> lain), PDIP jauh diatas segalanya dari segi finansial, ingat dana buat
> POSKO itu apakah tidak menghabiskan 1-2 juta /POSKO. Bandingkan dengan
> GOLKAR-PAN-PKB-PPP, berapa POSKO nya ??? atau bila ditunjuk hidung Golkar,
> selama kampanye nyaris tidak memiliki poster-poster dan simbol apapun,
> Belum lagi umbul-2x, poster-poster, bendera-bendera PDIP yang sudah
> bermunculan, bahkan sebelum kampanye pun. Makanya aneh rasanya kalau ada
> pendapat yang hanya menunjuk Golkar satu-satunya sebagai partai yang
> "money politics", Tidakkah mungkin "maling teriak maling" ?
> 
> Saya rasa, faktor yang memecah persatuan diantara partai anti-golkar itu
> adalah Faktor Megawati. Jujur saja, saya yakin faktor Megawatilah faktor
> utama yang menjadi "pemecah" persatuan diantara partai-2x anti Golkar.
> Susahnya justru faktor Megawatilah yang menjadi vote getter PDIP. Mungkin
> ini juga yang bikin orang-2x PDIP jadi pusing 7 keliling.
> 
> Mau bukti, Silahkan PDIP ganti capresnya menjadi seorang yang dapat
> diterima poros tengah + PKB. Dijamin akan bisa bersatu.
> 
> On Wed, 18 Aug 1999, Franca A.S. Wenas wrote:
> 
> > Kalau kita melihat perolehan suara yang nomor 2 itu secara harafiah, itu
> > sangat kurang tetat.
> > Perolehan suara itu lebih banyak akibat kemampuan management & financial
> > Golkar, ditambah ketidakmampuan partai reformis itu juga.
> >
> > Apa lagi faktor pendidikan yang relatif rendah di sebagian besar rakyat,
> &
> > krismon itu jelas justru memberikan dampak ekonomi sesaat yang positif
> > disebagian daerah yang bersandar pada agraris. Masih beberapa faktor
> lain
> > yang mendukung.
> >
> > Yang jelas dalam hal ini kita berada pada situasi yang sama seperti
> dialami
> > partai oposisi di Korea Selatan, ketika presiden partai berkuasa Roh Tae
> woo
> > berkuasa.. Tidak kompak, solit & terpecah..
> >
> > See You,  Fw.
> >
> > > -----Original Message-----
> > > From: bRidWaN [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> > >
> > >
> > > Sesuai dengan prinsip 'Positive Thinking', mungkin memang kita
> > > yang salah dalam melihat permasalahan yang ada.
> > >
> > > Salahnya apa ?
> > > Ya itu.......udah jelas ini produk status-quo (ORANG LAMA),
> > > koq masih dibela juga. Buktinya masih meraih suara terbanyak
> > > nomor 2. Kemudian masih ada Partai2 lainnya yang mendukung beliau
> > > dengan jalan menjelek2-an PDIP segala.....
> > >
> > > Salam,
> > > bRidWaN
> > >
> > >
> > > At 11:27 AM 8/16/99 +0700, Franca A.S. Wenas wrote:
> > > >
> > > > Mas bRidwan,
> > > > saya nggak mau comment banyak, soalnya saya sudah tak bersemangat
> > > melihat
> > > > pemerintah sekarang yg dibawah HBB ini. Sudah terlalu banyak dimata
> saya
> > > > dosa & kesalahannya, dari yang kecil sampai yg membukit. Kadang saya
> > > jadi
> > > > merefleksi diri, siapa yg salah nih, dia atau saya ?.
> > > > Memang kita seakan hidup didunia maya, segalanya jadi serba berbeda
> dari
> > > > keseharian & logika.
> > > >
> > > > Namun yang pasti saya acungkan satu gelar lagi buat HBB, selain
> Prof.
> > > Dr.
> > > > Ir, yaitu diakhiri dengan SM-TA.............SALAH MELULU, TIDAK
> > > ASPIRATIF.
> > > >
> > > > Salam untuk bangsa ini,  Fw.
> > >
> > >
> >
> > ______________________________________________________________________
> > If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
> > To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
> > To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> 
> 
> ______________________________________________________________________
> If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
> To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ______________________________________________________________________
> If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
> To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 

______________________________________________________________________
If you want to subscribe or unsubscribe, send an empty email;
To subscribe: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!







Kirim email ke