Timtim

Timtim sudah memilih, dari dua opsi yang ditawarkan tripartite, dan
pilihan itu adalah 'merdeka'.

Meski resminya nanti baru kalau sudah diiyakan oleh MPR hasil pemilu
1999, seyogyanya sidang MPR tidak menganulir pilihan rakyat Timtim
tersebut, terlepas adanya tudingan rekayasa atau tidaknya oleh
pro-integrasi. Terlepas pula kesalahan Habibie yang sebenarnya tidak
'entitled' untuk menawarkan opsi tersebut tanpa persetujuan MPR.

Jika pun opsi yang ditawarkan Habibie tersebut 'cacat hukum', namun
sebenarnyalah kita sedang 'menuai badai' ketika sepanjang tiga
dasawarsa lalu 'menabur angin'. Arek Suroboyo bilang 'ngundhuh wohing
pakarti'. Untuk kalimat ini perlu aku jelaskan sama Dimpu, sebagai
'memetik hasil perbuatan sendiri'.

Tap MPR mengenai pengukuhan keinginan integrasi (keinginan?) rakyat
Timtim, jika mau ditelusuri, juga cacat hukum. Rekayasa lingkungan
sekitar, sehingga menjadi sebuah bungkusan manis yang berupa 'keinginan
integrasi' patut dipertanyakan. Tap MPR tersebut merupakan salah satu
cara untuk mengambil hati para berhala, di antaranya adalah Soeharto.
Siapa sih yang bisa bersuara lain saat itu ?

Jika dasarnya adalah rekayasa, maka wajar kalau Tap MPR itu tak mempan
untuk diacung-acungkan ke dunia lain, yang benar-benar tak paham
mengapa model-model seperti itu bisa lestari. Bukti dari rekayasa itu
adalah, bahwa Golkar terpuruk di pemilu lalu, tak lagi 70 persen
seperti itu, terlepas partainya 3 atau 48. Nyatanya, di beberapa DPRD
bahkan tak mampu bikin fraksi sendiri.

Lepasnya Timtim dari lingkup persaudaraan bangsa ini memang
menyakitkan. Tetapi itu adalah buah yang paling tepat dari rekayasa
selama 30 tahun lebih, dan dilanjutkan oleh Habibie yang sedang dihajar
bingung oleh berbagai hal minus. Hajaran bank Bali yang membuat amarah
IMF, World Bank dan ADB, adalah sebagian dari penyebab linglungnya sang
professor. belum lagi ketakutan ditolaknya pertanggungjawabannya nanti
di SU MPR, yang memperciut peluang RI-1 masa berikutnya.

Ada teman sinis bilang, kalau nggak kepilih jadi RI-1, kenapa tidak ke
LS-1, maksudnya, Lorosae. Edan tenan arek iku (wah, katutan Suroboyoan
lagi).

Gigih

Jad, kapan dong goro-goronya. Selak senep wetengku.
Wauto...
Anenggih ing negari pundhi to ingkang kaeka adi dasa purwa, gemah
aripah loh jinawi tata tentrem tur raharja. Adi linuwih dasa sapuluh
purwa wiwitan.....

(Jowo maneh !!)

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke