Mendahului ramalan goro-goro yang dimintakan daripada saudara
GIGIH NUSANTARA, maka perkenankan saya mengeluarkan GLEGEKAN
saya berikut dengan judul "TIMTIM DAN FENOMENA BONEK"
(sudah mirip belum ya dengan salah satu gaya netter beken saat
ini?)

Baiklah saya mengemukakan terlebih dahulu fenomena bonek.
Seperti yang anda sekalian ketahui BONEK adalah akronim dari
BONDHO NEKAT (terpaksa memang ini bahasa jawa) yang berarti
(hanya) BERMODALKAN NEKAT. Dalam bahasa jawa ada yang lebih
sadis "SIJI SAUDON LORO SAK PEWAYANGAN" artinya si pelaku bonek
itu ya modahlnya hanya dirinya sendiri dan bayangannya saja.

Bonek terjadi pada persepakbolaan yang melibatkan PERSEBAYA dan
PENDUKUNGNYA atau kerennya SIMPATISAN lah kalau diterapkan untuk
partai politik atau poros politik. Yang mana pada peristiwa
BONEK itu, akan terjadi bila PERSEBAYA mengalami kekalahan di
babak final.

Lucunya, (lucu apa ngawur jadi nggak jelas wong namanya
fenomena), seandainya PERSEBAYA menang kala pertama bonek ini
muncul, mungkin tidak akan pernah ada. Lebih lucu lagi, dalam
masa pertandingan pra semi final hingga semi final yang
mengantarkan PERSEBAYA mencapai babak final, BONEK-BONEK itu
masih menjadi non-bonek. Artinya mereka adem-ayem saja.
Menyetujui setiap strategi dan politik persepakbolaan tim
pujaannya. Tidak ada protes tidak ada analisis, juga tidak ada
saran apapun, kecuali tepuk tangan, sorakan dan tepuk dada
(persebaya kok dilawan... misalnya).

Keadem-ayeman bonek inipun berlanjut hingga persebaya memenangi
semifinal. Tetapi tepuk tangan, sorak sorai, dan tepuk dada
semakin intens. Tidak ada yang protes atau kasih saran, misalnya
"Mbok nanti sewaktu final, back kiri Gus Gendhut jangan
diijinkan jauh-jauh dari Kiper Gus Kurus, biar nggak kalah-kalah
nemen sama kesebelasan Mahisa Jenar kaya kemarin..... misalnya".
Yang ada paling-paling berupa analisis yang menyanjung persebaya
dan menyandung pecundang-2 nya (sekali lagi persebaya kok
dilawan....).

Setelah final menjelang digelar, maka kesebelasan berangkat ke
barat, menuju Senayan. Diikuti dengan bonek-bonek tadi.
Sepanjang itupun tanpa ada protes tanpa ada koreksi atau
analisis pendukung tentang strategi dan politik pertandingan
yang harus dilakukan PERSEBAYA. Semua pasrah monggo-2 saja
kepada kebijaksanaan official dan kapten kesebelasan untuk
berlaga.

Tan Kocapo (maaf nggak ada padanan kata yang pas), ketika
ternyata PERSEBAYA kalah. Maka tidak hanya protes dan marah para
bonek itu. Tetapi melahirkan kemarahan yang aneh, tak masuk
akal, degleng dan ngawur sama sekali. Hal hal yang tak berkaitan
dengan persepak-bolaan, apalagi khusus dengan PERSEBAYA, menjadi
korban kemarahan BONEK. Bayangkan, yang kalah PERSEBAYA kok yang
hancur berantakan kaca kantor stasiun CIREBON? Tolong dicarikan
nash kitab suci apa atau karya filosofi dunia mana yang
membenarkan kaitan antara PERSEBAYA kalah dan STASIUN CIREBON
hancur..... dengan rumus matematis JIKA PERSEBAYA KALAH STASIUN
CIREBON BUBRAH.....

Nah sekarang ijinkan saya beralih ke TIM-TIM. Anggaplah Pro
integrasi itu kesebelasan yang dimotori oleh kapiten Habibie dan
back kanan kiri Wiranto dan Muladi, serta penyerang Ali alatas.
Yang bertanding melawan kesebelasan Pro-kemerdekaan dengan
promotor banyak negara asing dan LSM, dengan kapiten UNAMET dan
back kiri merangkap kanan Mr. Aussie Howard.

Nah ibaratkan saja rakyat (biar sedikit sadis memakai istilah
rakyat) Indonesia adalah calon-calon BONEK-nya. Maka saya
bertanya, ketika Habibie (walaupun untittled, kata cak GIGIH),
memberikan strategi dengan tawaran "merdeka" kepada kesebelasan
Timtim, adakah yang protes? Atau adakah yang berani memunculkan
statement "kapten habibie goblog, nggak nanya dulu ke manajer
MPR... " Paling-paling hanya grundelan, analisis di kolom-kolom
koran atau majalah.

Tapi ketika ternyata kesebelasan Habibie keock... 8-2.... apa
yang terjadi. Semua sibuk menthungi kapiten Habibie dan hal-hal
yang tak berhubungan ikut rusak. Dolar kembali melambung. Urusan
lainnya menjadi kacau beliau... Bahkan (saya khawatir) para
penyanjung HBB pun ikutan sibuk nyadhuki HBB....
jadi antara TIMTIM dan BONEK hanya sedikit bedanya. Kalau BONEK
merusak hal-hal di luar persebaya, kalau masalah tim-tim, Si
"BONEK" menthungi kapitennya, dan melupakan kesalahan para yang
dekat dengan sang kapiten.. atau pengrubung kapiten tadi ikutan
menthungi pula..... hahaha...
sungguh tragis dan sadis memang.

Dan ramalannya, buah yang dipetik Habibie ini kira-kira akan
dibawanya dalam adegan GORO-GORO akbar negeri NUSANTARA-pura
nanti bulan Nopember 1999, saat SU MPR.

Goro-goro adalah suasana tidak umum dan serba jengah bin gerah
yang melanda suatu dunia. Kala itu muncullah wakil-wakil titah
wantah, kawula alit, berupa anak-anak SEMAR. Mereka membanyol,
mentertawakan diri sendiri dan nyindir serta ngabruk kesana
kemari. Termasuk menggugat para dewa di kahiyangan, yang tidak
tanggap dengan adanya GORO-GORO akibat kena sawab (apa ini
artinya ?) tapa-protesnya seorang ksatria yang akan dijadikan
tumbal negara asing. Hingga munculnya ki lurah SEMAR
BADRANAYA... sumber terang berujud DEWA yang MEMANUSIA (bathara
angejawantah).

Ah.... mudah-mudahan wakil-wakil kawula di Senayan nantinya bisa
berperan sebagai Gareng yang benar-benar "juling matanya",
"gejig jalannya" dan "Ceko tangannya". Dan berperan sebagai
Petruk yang panjang hidungnya, serta mantap telunjukknya
menunjuk-nunjuk hakekat kebenaran. Serta berperan sebagai Bagong
yang lebar matanya dan tebal bibirnya sehingga awas dan sangat
hati-dati dalam bicara. Dan yang jauh lebih penting ada atau
tumurunnya sang SEMAR BADRANAYA dewa yang memanusia, membawa
kecerahan seperti terangnya BULAN PURNAMA (badra-naya), cukup
benderang dan jelas, namun tidak panas menyilaukan...

Sekian cerita ngoyo-woro dari seorang yang tidak ingin menjadi
dhalang.... dan tidak berambisi jadi dhalang.

wassalam,

drajad
-------
ps:
1. wis cak gigih, ramalan golo-golo-ne wis tak jlentrehno.....
hahahaa...
dianggep sukur, gak dianggep ... mana ada urus....
2. Pak Hasan ini kiriman balasan ku untuk mail sampeyan.. kalau
mau ikutan
    guyonan masuklah, dengan kirim mail kosong blas  ke ASU
([EMAIL PROTECTED])
----- Original Message -----

From: GIGIH NUSANTARA <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, September 07, 1999 5:47 PM
Subject: [Kuli Tinta] Timtim


> Timtim
>
> Timtim sudah memilih, dari dua opsi yang ditawarkan
tripartite, dan
> pilihan itu adalah 'merdeka'.
>



______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke