Sama saja, cepat atawa lambat Tim-tim itu akan lepas juga. Cuman
momentnya pas bangsa kita lagi terserang penyakit yang sudah diidam
selama puluhan tahun.
Toh, sebelum ataupun sesudah referendum tersebut tidak ada satupun
dasar hukum(internasional) yang mengakui Tim-tim masuk ke Indonesia,
Yang ada kan baru sebatas defacto, ya kan?.
Rasanya tidak ada korelasi yang kuat antara tuntutan referendum Aceh
dengan Tim-tim, Ambon, atau Irian. Karena secara defacto/dejure kita
sudah memiliki wilayah itu.
Apakah anda juga tidak merasa itu sebagai strategi Habibie buat
merepotkan pemimpin berikutnya? Hehehe...
--- "Sambodo, Prijo (KPC)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Gini kang Dimpu and netter sekalian....! (sorry ya
> mas Sam, monggo di-DEL
> mawon)
> Bukan mau debat kusir atau apalah, tapi begini
> pendapat saya yang bodoh ini,
> Soal dulu TimTim berintegrasinya secara paksa atawa
> apalah .......... itu
> kita anggap cerita dulu (walau saya yakin bukan
> negara kita yang
> menganeksasi mereka, justru sebagian besar dari
> merekalah yang memaksa ingin
> berintegrasi dengan negara kita), tapi saat ini
> bangsa kita lagi amburadul
> kena virus disintegrasi kok bego-begonya ngasih
> solusi kayak begitu. Ini
> khan namanya sama dengan menarik picu keretakan ,
> memicu daerah lainnya
> untuk berbuat sama .....? Bagaimana kalau nantinya
> daerah lainnya mulai
> meniru-niru apa yang dilakukan Tim-Tim. kang Dimpu
> khan baca, kalau Acheh,
> Irian, Riau, Maluku bahkan di Kalimantan pun ; sudah
> mulai ada suara-suara
> menuntut kemerdekaan, apa yang akan terjadi kalau
> disaat bangsa yang sedang
> lumpuh ini ditikam dari belakang oleh tuntutan
> mereka....?
>
> Belajar dari pengalaman sendiri memang baik, tapi
> jauh lebih bijaksana lagi
> kalau kita mau belajar dari pengalaman bangsa lain.
> Lihatlah Yugoslavia,
> lihat Rusia/Uni Soviet ......! apa kita mau
> meniru mereka yang hanya
> demi kepentingan sesaat/sesat pemimpinnya (biar di
> mata rakyat & dunia
> seolah-olah dia bijaksana, demokrat, pejuang
> kemerdekaan etcetera..etcetera
> ...! atau pemimpinnya mungkin sudah kena suap
> tingkat tinggi .....??? )
> tapi apa yang terjadi(dia akibatkan) justru proses
> pendisintegrasian
> bangsanya yang terjadi, pertumpahan darah yang
> terjadi, rakyat yang bukannya
> tambah makmur malah jadi terbebani hidupnya, harus
> ikut berkelahi dengan
> saudaranya, saling membunuh .......! seperti itukah
> "harga" yang layak agar
> disebut Demokrat, pecinta kemerdekaan, pahlawan
> bangsa ......? pembela
> Pembukaan UUD 45 ...? bullshit ..! dogshit.....!
> catshit....!
> ahhhhshit...!
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!