Oooohhh I love "debat kusir" rasanya seperti di.... mana gitu .....!    (oh
ya diwarung .....!)    
OK, saya lanjuti debat kusirnya (sorry ya bagi yang "zeneb" sama imel saya,
langsung di-DEL saja).

Begini bung Papua, mengenai kata-kata kotor, itu sengaja saya tampilkan agar
suasana emosi bisa terbaca dalam tulisan saya. Jadi kalau mbaca seakan-akan
emosi pembacanya bisa dibangkitkan (dan hasilnya nyata to, bung Papua
langsung gebrak meja........!   he..he..he....!) padahal saya nulisnya
santai saja. Saya bukan seorang racist, bagi saya yang selalu saya benci
adalah oknum instead of nation. Saya tau, nggak semua orang ustrali
buangsat, ada yang baik, tapi ada juga yang memang kadal poll. Contohnya ya
bung Papua (bung sering berinteraksi ndak dengan mereka .....?     kalau
saya disini lingkungannya ya mereka-mereka itu)  saya sering (harus karena
pekerjaan)ikut meeting, berdiskusi, ngobrol, presentasi dengan mereka-mereka
ini. Banyak sekali dari mereka memang "suka merendahkan" kita. Misalnya,
kalau dalam berbicara, setiap kata yang ingin mereka tonjolkan selalu
diselipi imbuhan "fuck" (that's fuckin' stupid idea untuk setiap ide yang
dimunculkan), mereka juga jarang menerima ide kita (setelah ide mereka gagal
baru beralih ke kita), meremehkan kemampuan (ini yang banyak terjadi), dll
yang jelek-jelek, tapi bagi saya "cuek"-lah, secara positip saya anggap ini
budaya mereka, sikap chauvinis mereka, nggak usah terlalu ditanggapi. 

BUT, mengenai Tim-Tim, ini lain, mereka sudah keterlaluan. Apa kurang kita
beri kemerdekaan bagi Tim-Tim, mengapa pula bendera yang sebenarnya symbol
kemerdekaan bangsa kita, perjuangan kita dibakar seenaknya. Saya menebak,
tidak ada leluhur bung yang jadi pejuang, paling banter cuma sebagai
pengungsi, karena itu bung malah membela mereka yang membakar symbol
martabat bangsa kita (dibayar berapa untuk membela mereka .....?)

Seperti yang bung ketahui, yang membakar bendera pertama kali (sejak jajak
pendapat) adalah bukan orang Tim-Tim, bukan orang Portugis, bukan pula
pasukan PBB, tapi mereka kadal putih itu yang membakar, sekali lagi mereka
"orang ustrali" yang bakar bendera. Mereka menganggap kita adalah penjajah,
lalu dianggap apa bangsa Aborigin itu bagi mereka ......?         (pepatah
"kumang di seberang lautan tampak, gajah dipelupuk mata tiada tampak" itu
pas bagi mereka).

Bukankah Indonesia "menjajah" Tim-Tim itu atas kehendak mereka juga (bacalah
sejarah TimTim, saya sih belom baca abis ndak punya waktu serta bukunya),
saat penjajahan Jepang berakhir, TimTim diserahkan kepada ustrali (sekutu),
tapi karena mereka bangsa yang licik, yang sudah mengenal watak orang
Tim-Tim, akhirnya Tim-Tim dikembalikan ke Portugis. Ketika pemerintahan
Portugis kacau, mereka (ustrali sama amrik) meng"ojok-ojoki" bangsa
Indonesia agar mau meng"integrasikan" Tim-Tim, karena mereka ingin memakai
tangan orang endonesia dalam menguasai kekayaan alam Tim-Tim (katanya sih
ada deposit minyak sama gas disana, dan lebih mudah bernegosiasi dengan
orang indonesia, katimbang Portugal atau malah sama orang Tim-Tim sendiri,
habis pemimpin endonesia mentalnya korup semua jadi bisa di"kadal"-in)
buktinya, sudah ada kesepakatan antara ustrali sama endonesia mengenai celah
Timor (Timor gap).

Tapi sekarang, setelah banyak pemimpin Timor yang mereka pegang (bangsanya
si Ramor Horta, Manuel Carascapala, dll), mereka mulai ingin mendepak
endonesia, jadi merekalah bangsa yang sangat reaktif menentang "pendudukan"
Tim-Tim ini (selain Portugal yang ingin nimbrung juga nguasai TimTim
kembali). 

Indonesia ......!   kelaut aje ......!      begitu kata mereka.

Tulisan mengenai Habibie kadal, dan masalah Irian kita sambung nanti kalau
ada mood, sekarang saya mesti ke ruang boss dulu.

Paijo Sengstupid 
(yang bukan seorang racist but realist, dan masih berhubungan baik dengan
Sarimin anak desa)

> ----------
> From:         Papua Liberty
> Subject:      Re: [Kuli Tinta] Pembakaran Sang Merah Putih di Australia
> 
> Apakah bangsa ini pintarnya hanya menggunakan kata-kata kasar dan
> kotor, seperti yg satu ini?
> 
> Menjelek-jelekkan? Ah, yang benar aja kamu. Nama bangsa ini memang
> sudah jelek di mata dunia. Yang bikin siapa? Ya pimpinan-pimpinan
> bangsa ini sendiri. Soeharto, Habibie, dll. Jangan hanya melulu mau
> kambinghitamkan bangsa lain! 
> 
> Kalau bangsamu bersih dan kuat, tidak akan mampu dijadikan 'bahan
> mainan' seperti sekarang ini. Tapi dasarnya memang bangsa ini sudah
> termat sangat bobrok mentalnya. Maka jadinya seperti sekarang ini.
> 
> Tukang balik fakta juga kamu. Selama 24 tahun tentara mana yang suka
> membantai rakyat Timtim? Bukan hanya Timtim Aceh, IRIAN JAYA juga!
> Apakah kamu mau bilang Aceh dan IRIAN JAYA juga dianiaya dan dibantai
> Australia? Buka mata lebar2, buka hatimu lebar2. Jangan buta mata dan
> hatimu dengan nasionalisme sempit tak bermoral!!
> 
> Seenak aja kamu bilang tanah Timtim itu tanah sialan. Kalau memang
> tanah sialan kenapa Indonesia mau intervensi? Jangan pakai alasan
> diminta rakyat Timtim. Baca sejarahnya yang obyektif dulu.
> 
> Anda seperti Hbb yang melecehkan tanah Timtim. Tdk ada di dunia ini
> pimpinan pemerintah yg seperti Hbb yg bisa2-nya melecehkan wilayah
> negara sendiri (yg secara foirmal diakui pemerintah).
> 
> Coba Anda berani melecehkan tanah IRIAN seperti Timtim? Jangan mentang2
> Timtim relatif kecil, Anda dan Hbb cs seenaknya saja melecehkan.
> 
> Anda tidak berani. Karena IRIAN itu kaya. Dan orang-orang JAWA hanya
> bisa merampok tanah Irian untuk memperkaya diri pribadi dan memajukan
> tanah JAWA. Itu harus Anda semua paham!
> 
> 
> IRIAN JAYA juga bukan bagian dari Indonesia!
>  
        ******************* del **********************

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke